Peristiwa

Polisi Belum Tangkap Penganiaya Wanita Hamil, Alasannya karena Visum


Polisi Belum Tangkap Penganiaya Wanita Hamil, Alasannya karena Visum
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Polsek Helvetia hingga saat ini belum mampu menangkap pelaku penganiayaan terhadap seorang wanita yang tengah hamil 6 bulan.
 
Korban berinisial NM (30) warga Komplek Bakti Luhur, Blok D 10, Kecamatan Helvetia mengalami  lebam-lebam di sekitar wajah dan lehernya. Akibat kejadian itu, korban bersama suaminya telah membuat laporan pengaduan ke Polsek Helvetia dengan nomor LP/760/X 2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Helvetia, Selasa (20/10/2019) lalu.
 
Namun, hingga hampir tiga pekan lebih pelaku yang disebut-sebut berprofesi sebagai seorang dosen berinisial BS, yang tak lain tetangga korban, hingga saat ini belum juga ditangkap oleh Polsek Helvetia.  Padahal, korban sudah menjalani visum dan penyidik juga sudah memeriksa dua orang saksi.
 
Sumantri (45) suami korban kepada wartawan saat di depan Mapolrestabes Medan Jalan Muhammad Said (Senin 11/11/2019) mengaku, kecewa melihat petugas Polsek Helvetia belum juga memeriksa maupun memanggil tersangka yang dilaporkan tersebut.
 
"Sudah hampir tiga pekan bang, semenjak laporan penganiayaan terhadap istriku itu belum juga ada hasilnya, pelaku hingga sekarang belum juga ditangkap oleh Polsek Helvetia. Saya minta Polsek Helvetia profesional dalam menjalankan tugas dan profesinya. Masa hasil visum saja hingga saat ini belum keluar. Sekali lagi, saya minta Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto melalui Kapolsek Helvetia AKP Saudur Sitinjak segera menangkap pelaku, karena sudah tidak alasan lagi untuk Polsek Helvetia untuk tidak segera menangkap pelaku," ucap Sumantri.
 
Dikatakannya, pelaku bukan sekali ini saja bertindak arogan, sekitar bulan Juli lalu ia juga pernah mengalami penganiayaan di pukul bibirnya hingga berdarah oleh pelaku, namun kejadian itu tidak ia laporan karena beberapa pertimbangan.
 
Diberitakan sebelumnya, kejadian bermula pada saat korban NM saat ia berjalan-jalan dengan membawa seekor anjing ukuran kecil (mini pom ) dijalan rumahnya di komplek Mega Town House Jalan Bakti Luhur, saat korban berada di depan rumah pelaku, seekor anjing milik pelaku menggonggong hingga akhirnya istri pelaku keluar dari rumahnya yang langsung menjumpai korban dan langsung memaki-maki korban. 
 
Tak terima dimaki oleh istri pelaku, keduanya pun terlibat percekcokan dan berakhir keributan.
 
Melihat kedua ibu rumah tangga ini  ribut, pelaku langsung keluar dari dalam rumahnya dan tampa basa-basi langsung memukuli NM dengan membabi - buta tak hanya itu korban yang tengah hamil enam bulan dengan sekuat tenaga dibanting ke tanah oleh pelaku. 
 
Sebelumnya, Kapolsek Helvetia AKP Saudur Sitinjak saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa hasil visum dari RS Bhayangkara Polda Sumut belum keluar. "Hasil visum belum keluar, dan nanti kami cek kembali," pungkas mantan Waka Polsek Medan Area ini.(BS06)

Tag:Alasannya karena Visumpelaku penganiayaanPenganiayaanpenganiayaan wanita hamil