Rabu, 11 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Polda Sumut Didesak Tetapkan Tersangka Penyerobotan Lahan

Polda Sumut Didesak Tetapkan Tersangka Penyerobotan Lahan

Senin, 14 Agustus 2017 13:42:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS04
Beritasumut.com-Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang berujung pada penyerobotan lahan milik emeritus Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI), RPM Tambunan seluas 690 meter persegi di Jalan Bunga Rinte, Kecamatan Medan Selayang, sudah memasuki babak baru.
 
Orang nomor satu di Polda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw bahkan memberi perhatian serius dalam penanganan kasus ini. Paulus secara tegas menyatakan, kasus itu tidak boleh dihentikan (SP3) dan harus ditindaklanjuti. Bahkan, mantan Wakabaintelkam Mabes Polri itu, secara blak-blakan meminta agar penyidik kasus tersebut, Kompol Winter Simanjuntak untuk diganti atau dicopot.
 
Menyikapi hal itu, Kesatria Tarigan, kuasa hukum RPM Tambunan mengatakan, jajaran pejabat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut sebaiknya harus segera menjalankan perintah tersebut. 
 
"Kapolda Sumut, Bapak Irjen Paulus Waterpauw sudah memerintahkan, kasus ini tidak boleh dihentikan dan harus segera dituntaskan. Makanya kita mendesak, supaya jangan lagi berlama-lama dalam menuntaskan kasus ini. Termasuk pula, perintah agar penyidik kasus ini untuk diganti atau dicopot, itu juga harusnya segera dilakukan. Supaya penanganan kasus ini lebih profesional," tegasnya via telepon, Minggu (13/08/2017).
 
Sementara kuasa hukum RPM Tambunan lainnya, Rinto Maha menegaskan, 3 orang terlapor dalam kasus itu, Teguh Kaban, diduga mafia tanah, kemudian Momon Perangin-angin, kepala lingkungan (kepling) setempat dan Arman Perangin-angin, berpeluang menjadi tersangka.
 
Hal ini setidaknya, tertera dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) Ditreskrimsus Polda Sumut yang dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) No.B/314/VI/2017/Ditreskrimum tanggal 14 Juni 2017.
 
"Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ada 2, kasus itu dihentikan atau SP3 atau ada penetapan tersangka. Ini sudah ada SPDP, artinya kasus ini sudah meningkat dari penyelidikan ke penyidikan. Setelah itu, maka akan ada penetapan tersangka. Kita mendesak itu, karena kasus ini sudah lama, sudah 1 tahun," timpalnya.
 
Dia juga menambahkan, ada hal aneh yang dikemukakan Teguh Kaban, terduga mafia tanah yang menjual lahan milik RPM Tambunan tersebut pada gelar perkara yang dilakukan di Aula Lantai 2, Gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (09/08/2017) kemarin.(BS04)
T#g:kasus tanahPenyerobotan Tanahsengketa tanah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Presiden Jokowi: Banyak Sengketa Tanah Wakaf Karena Tidak Pegang Sertifikat

    Beritasumut.com-Seperti sengketa tanah atau lahan pada umumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan tanah wakaf juga tidak lepas dari sengke

  • 2 tahun lalu

    Penyerobotan Lahan Milik Mantan Bishop GMI, Pamen Kodam Mangkir dari Panggilan Polisi

    Beritasumut.com-Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang berujung pada penyerobotan lahan milik emeritus Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI), RPM Ta

  • 2 tahun lalu

    Serahkan 9.000 Sertifikat di Sumut, Presiden: Manfaatkan dengan Baik dan Penuh Perhitungan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengejar target penerbitan sertifikat tanah sebagai upaya pelaksanaan program reforma agraria d

  • 2 tahun lalu

    Irwasda Enggan Komentari Pelaporan Penyidik Soal Penanganan Kasus Sengketa Tanah

    Beritasumut.com-Irwasda Polda Sumut Kombes Muhammad Syahroni tidak berkenan menanggapi laporan  sengketa tanah yang ditangani penyidik Subdit

  • 2 tahun lalu

    Soal Sengketa Tanah, Penyidik Diadukan ke Irwasda Polda Sumut

    Beritasumut.com-Dua orang pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (SPR-SU) mengadukan persoalan kasus pe

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.