Kamis, 21 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Polda Sumut Beberkan Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Dua Pria di Labuhanbatu

Polda Sumut Beberkan Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Dua Pria di Labuhanbatu

Jumat, 08 November 2019 20:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Pihak kepolisian telah berhasil menangkap 5 orang pelaku pembunuhan (52) dan Martua Parasian Siregar alias Sanjai (42) di Labuhanbatu beberapa waktu lalu. Kelimanya yakni, Daniel Sianturi, Jampi Katimin Hutahaen, Wibharry Padmoasmolo alias Hary, Victor Situmorang alias Revi dan Sabar Hutapea alias Tati.
 
Saat ini, Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut masih memburu 3 orang pelaku lainnya yang masih DPO. Ketiga masing-masing bernama Joshua Situmorang, Rikky, dan Hendrik Simorangkir.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian menambahkan, dalam kasus ini, tersangka Jampi Katimin Hutahaen yang merupakan otak pelaku mengaku, usai menerima intruksi dari Harry selaku pemilik PT Amalia merekrut dan mengarahkan para eksekutor untuk menjaga kebun dari para penggarap, dan jika ada yang melawan dan tidak mau diusir akan dibunuh terutama korban, Maraden Sianipar.
 
Dia lalu memberikan dana operasional sebesar Rp 1.500.000 kepada tersangka Daniel Sianturi alias Niel, untuk berangkat dari Perdagangan - Siantar ke Berombang. "Kemudian, setelah melakukan pembunuhan, dia menerima kiriman uang dari Wati selaku bendahara PT Amalia sebesar Rp40.000.000 dan membagikannya kepada Joshua Rp7.000.000, Daniel Sianturi alias Niel sebesar Rp 17.000.000, Hendrik Simorangkir Rp 9.000.000, dan Janti Katimin Rp 7.000.000," jelasnya kepada wartawan, Jumat (08/11/209).
 
Andi Rian memaparkan, adapun peran dari para masing-masing eksekutor, sesuai keterangan tersangka Jampi, yakni Victor Situmorang alias Revi berperan memukul Maraden dengan kayu, menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit Bekoan. Kemudian Sabar Hutapea berperan memukul korban Maraden dengan menggunakan kayu bulat panjang, lalu bersama Victor menyeret korban dan memasukkannya ke dalam parit Bekoan.
 
Sedangkan Daniel Sianturi berperan merekrut Rikki untuk menghabisi grup Maraden. Kemudian membacok kepala korban sebanyak 2 kali dan telapak tangan kiri korban sebanyak 1 kali, serta mencekik leher Sanjai. Daniel mendapat bagian Rp10.000.000 lalu memberikan uang operasional kepada Rikki sebesar Rp7.000.000.
 
Namun Kombes Pol Andi Rian menyebutkan, untuk tersangka Harry Padmoasmolo alias Harry, berdalih tidak ada berperan dalam peristiwa pembunuhan ini. Dia juga mengatakan dirinya bukan pemilik kebun, melainkan salah satu dari pemilik kebun kelapa sawi KSU Amelia itu adalah mertuanya. "Selain itu, Harry juga mengatakan mengenal Janti Katimin Hutahaen sebagai Humas/Security kebun kelapa sawit Amelia. Namun untuk Joshua Situmorang dan Hendrik Simorangkir tidak dikenalnya," ungkapnya.
 
Andi Rian melanjutkan, tersangka Harry juga mengatakan tidak pernah menyuruh Janti Katimin Hutahaen melakukan pembunuhan atau mencari pembunuh. Dia juga mengaku tidak  pernah mengetahui bahwa Wita ada menstransfer uang sebesar Rp 40.000.000 ke rekening tersangka Janti Katimin Hutahaen. "Sedangkan terhadap kedua korban, Harry juga mengaku tidak mengenalnya. Tetapi sebelum terjadi pembunuhan terhadap ke dua korban, pada pertengahan bulan Oktober 2019, Harry memang ada menghubungi tersangka Janti Katimin Hutahaen untuk menanyakan mengapa tidak menjaga kebun milik mertuanya," terangnya.
 
Tak hanya itu, Harry kembali berdalih tidak ada menyuruh Joshua melakukan pembunuhan terhadap Ranjo Siallagan dengan iming-iming uang sebesar Rp15.000.000. Ia pun mengatakan tidak ada membayar dan menyuruh tersangka Janti Katimin Hutahaen untuk melakukan pembunuhan terhadap Maraden dan Sanjai. "Jadi tersangka Harry mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang mengklaim dan menyatakan bahwa kebun kelapa sawit KSU Amelia adalah milik mereka. Termasuk tidak kenal dengan tersangka Daniel Sianturi alias Niel melainkan hanya namanya saja," imbuhnya.
 
Sementara itu, untuk para DPO, yakni Joshua Situmorang, Andi Rian membeberkan, berperan membawa, mengejar Sanjai dan menikam bagian perut sebanyak 1 kali. Ia juga berperan mengangkat dan membuang mayat kedua korban kedalam Parit Bekoan dengan upah Rp7.000.000. Begitu juga tersangka Rikki berperan menusuk perut korban Maraden sebanyak 4 kali, membacok bagian punggung korban Maraden sebanyak 3 kali, menusuk bagian bokong korban Maraden 1 kali. "Dia juga menusuk perut korban Sanjai sebanyak 4 kali, membacok bagian punggung korban Sanjai sebanyak 3 kali, dengan mendapat upah Rp7.000.000," sebutnya.
 
Sedangkan tersangka Hendrik Simorangkir berperan membacok korban sampai meninggal dunia. Tersangka Hendrik sendiri mendapat bagian Rp9.000.000. "Para tersangka akan dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur Hidup dan atau selama-lamanya 20 Tahun," pungkasnya. (BS04)
T#g:Ditreskrimum PoldasuPT AmaliaPembunuhanPembunuhan LabuhanbatuPolda Sumut
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 40 menit lalu

    Kapolda Sumut Perankan Karyawan Kantor Pos di Film Sang Prawira

    Beritasumut.com-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Agus Andrianto dan istrinya, Evi Agus Andrianto, terlibat dala

  • 2 hari lalu

    Kasat Lantas Jajaran Polda Sumut Terima 35 Unit Kendaraan Dinas

    Beritasumut.com–Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyerahkan langsung kendaraan dinas (Randis) dari Ditlantas kepada Kasat Lan

  • 2 hari lalu

    Poldasu Akui Telah Amankan 30 Pelaku Terduga Teroris, Terkait Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

    Beritasumut.com–Polda Sumut berkerjasama dengan Densus 88 AT berhasil mengungkap 30 pelaku terduga jaringan teroris di Kota Medan, pasca leda

  • 5 hari lalu

    Di Hamparan Perak, 2 Orang Terduga Teroris Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

    Beritasumut.com-Baku tembak antara 2 terduga teroris dengan Tim Gabungan Densus 88 dan Polda Sumut terjadi di Kawasan Kota Datar Hamparan Perak, Sa

  • 7 hari lalu

    HUT Brimob, Ini Harapan Pemko Medan

    Beritasumut.com-Pemko Medan mengucapkan selamat Hut Brimob ke 74 tahun 2019, semoga di usianya yang ke 74 tahun ini personil Sat Brimob semakin jay

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.