Peristiwa

Personel Bakamla RI Ikuti Pembekalan Efek Biologis Akibat Radiasi Pengion


Personel Bakamla RI Ikuti Pembekalan Efek Biologis Akibat Radiasi Pengion
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Personel Bakamla RI mengikuti Latihan dan Bimbingan Teknis Penanganan Zat Radioaktif Tahun 2018, tentang pembekalan materi Efek Biologis Akibat Radiasi Pengion, yang dipaparkan oleh I Putu Elba Duta Nugraha dari Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten RI), di Ballroom I Hotel Baloi, Komplek Baloi Kusuma Indah No 7 Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, pertengahan pekan ini.
 
Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono, melalui siaran persnya, Rabu (25/04/2018) menuturkan, efek biologis akibat radiasi pengion menurut narasumber dari Bapeten tersebut antara lain Deterministik (efek ambang atau non-stokastik. "Misalnya pengeruhan lensa mata, kerusakan kulit, kemandulan, kerontokan rambut dan lain lain. Efek Deterministik terdapat nilai ambang dosis. Di bawah dosis ini, efek tidak dapat diamati, tingkat keparahan meningkat seiring dosis, mengenai sel dalam jumlah besar," katanya.
 
Hal tersebut, sambungnya, hanya dapat terjadi jika dosis di atas ambang ~1 Sv. "Efek terlihat segera setelah paparan antara lain Luka bakar pada kulit, seperti terbakar sinar matahari, kesakitan, kerusakan pada darah, radikal bebas menyerang sel-sel tubuh dan menghancurkannya. Semakin tinggi dosis semakin kuat efeknya, dan jika terlalu banyak sel yang mati, maka organ tubuh akan mati," tegas Mardiono.
 
Karenanya, dampak dari Efek biologis akibat radiasi pengion lainnya adalah Efek Stokastik yaitu tidak ada nilai ambang, probabilitas dari efek ini meningkat seiring dosis, umumnya mengenai hanya satu sel. Misalnya, kanker, efek genetik. "Materi tersebut merupakan salah satu pelajaran teori yang disampaikan oleh narasumber dari Bapeten I Putu Elba Duta Nugraha," imbuhnya.
 
Ditambahkannya, pelajaran kelas dilanjutkan dengan materi lain. "Diantaranya, Implementasi Keamanan Nuklir di Indonesia disampaikan oleh Alfa Gunawan Zulqarnain dari Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Bapeten RI kemudian pelajaran teori Pengenalan Alat Ukur Radiasi (AUR) oleh Nurman Rahmadi ST, dari Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Bapeten RI," pungkasnya. (Rel)

Tag:Bakamla RIEfek BiologisLaut IndonesiaPersonel BakamlaRadiasi Pengion