Sabtu, 25 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Perkebunan Kelapa Sawit di Sumut Diminta Perduli Tentang Hak Anak

Perkebunan Kelapa Sawit di Sumut Diminta Perduli Tentang Hak Anak

Kamis, 09 Agustus 2018 21:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Perkebunan kelapa sawit.
Beritasumut.com-Perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut) diminta berkomitmen penuh untuk memenuhi hak-hak anak terutama di area perkebunan dan lingkar perkebunan.Permintaan tersebut dikemukakan Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Keumala Dewi, berkaitan pelaksanaan serial konsultasi daerah tentang Advokasi Hak Anak dalam Prinsip Bisnis dan HAM kepada kalangan pemerintah, sektor bisnis, media massa dan masyarakat di Sumut, Kami (09/08/2018).
 
“Perusahaan perkebunan kelapa sawit wajib menghormati dan melindungi anak-anak dari berbagai dampak negatif operasional persusahaan. Indonesia telah memiliki banyak regulasi baik adopsi dari regulasi internasional maupun regulasi nasional dan lokal. Sebagai pedoman penghormatan, pemenuhan dan perlindungan hak anak telah di tersedia pedoman bisnis dan hak anak,” ujar Keumala Dewi.
 
Menurutnya, serial konsultasi daerah tahap awal tersebut akan dilaksanakan PKPA di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat dengan tujuan untuk menindaklanjuti rekomendasi workshop dan stakeholders meetting penerapan Children’s Rights and Business Principles (CRBP) atau prinsip-prinsip bisnis dan hak anak yang dilakukan PKPA Mei 2018 lalu.
 
“Tujuan lain dari konsultasi daerah ini adalah untuk memetakan potensi sinergi advokasi multistakeholders dalam kerangka penerapan CRBP di sektor perkebunan dan industri minyak sawit serta membentuk forum atau jejaring CRBP yang melibatkan multistakeholder kunci di Sumatera Utara," paparnya.
 
Terkait goal dari konsultasi daerah tentang hak anak dalam prinsip bisnis yang saat ini digalang PKPA, menurut Keumala Dewi, pihaknya berharap agar pihak-pihak terkait semaksimal mungkin menerapkan Children Right and Coorporate Social Responsibility (CCSR).
 
Menurutnya, tidak cukup pada pencegahan dan penghapusan pekerja anak di perkebunan saja, jauh lebih penting adalah perusahaan harus memastikan agar seluruh aktivitas perusahaan berdampak positif terhadap tumbuh-kembang anak secara menyeluruh. “Anak-anak merupakan pemangku kepentingan dalam pekebunan kelapa sawit. Mereka hidup di area kebun, mereka anggota keluarga dari karyawan, pekerja masa depan dan sekaligus sebagai konsumen dari produk kebun itu sendiri,” ungkap Keumala Dewi.
 
Sementara itu, Misran Lubis selaku Senior Officer PKPA mengatakan, sektor perkebunan sawit masih memiliki masalah mulai dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.“Kita harus ingat bahwa resolusi Parlemen Uni Eropa telah menyerukan syarat mutlak bagi industri kelapa sawit yaitu harus sepenuhnya menghormati HAM dan sosial mendasar serta mematuhi sepenuhnya standar ketenagakerjaan memadai yang dirancang untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan pekerja di perkebunan sawit,” tegasnya.
 
Point penting lain dari resolusi tersebut adalah masalah pekerja anak. Hal tersebut bukan hanya persoalan ada tidaknya pekerja anak di perkebunan, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan anak secara komprehensif dan berkelanjutan.
 
“Perbincangan kita sekarang tidak lagi pada soal ada tidaknya pekerja anak atau buruh anak di perkebunan kelapa sawit. Lebih penting adalah hubungan sektor bisnis dengan anak terkait banyak hal baik hubungan yang berdampak positif untuk perlindungan dan kesejahteraan anak, maupun dampak-dampak negatif yang melanggar hak-hak anak,” jelas Misran Lubis.
 
Menurutnya, dalam proses itulah saat ini PKPA telah menggalang kerjasama untuk penarapan dua desa layak anak di area perkebunan di Kabupaten Langkat dan satu desa di area lingkar perkebunan sawit di Kabupaten Deli Serdang. “Di Langkat PKPA telah bekerjasama menerapkan desa layak anak di Desa Amal Tani dengan PT. Amal Tani dan di Desa Bekiun dengan PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK), sementara di Deli Serdang di Desa Damak Maliho," pungkasnya.(BS09)
 
T#g:AnakKelapa SawitPKPAPerkebunansawit
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Polsek Pancur Batu Tangkap Pria 51 Tahun Cabuli Bocah, Korbannya Anak Teman Sendiri

    Beritasumut.com-Sungguh keji perbuatan Amri Efendi (51) warga Jalan Balai Desa, Dusun II, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli

  • 2 minggu lalu

    Rakor DBH Kelapa Sawit, Pemprov Sumut Usulkan Revisi UU 33/2004

    Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuan

  • 2 minggu lalu

    YOAM-XL Axiata-PFI Medan Gelar Sosialisasi Deteksi Kanker Anak

    Beritasumut.com-Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) bekerjasama dengan XL Axiata, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan RSUP H Adam Malik menggelar

  • satu bulan lalu

    1.000 Anak Meriahkan Gebyar PAUD, Nawal Tekankan Pentingnya PAUD dalam Perkembangan Anak

    Beritasumut.com-Sebanyak 1.000 anak-anak siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memenuhi Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji, Jalan Jenderal Besar AH

  • satu bulan lalu

    UISU Harus Berperan Bangun Perkebunan di Sumut

    Beritasumut.com-Civitas akademika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) harus berperan serta membangun pertanian khususnya sub sektor perkebunan

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.