Kamis, 12 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Penyerobotan Lahan Milik Mantan Bishop GMI, Pamen Kodam Mangkir dari Panggilan Polisi

Penyerobotan Lahan Milik Mantan Bishop GMI, Pamen Kodam Mangkir dari Panggilan Polisi

Selasa, 19 Desember 2017 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Rinto Maha, kuasa hukum RPM Tambunan
Beritasumut.com-Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang berujung pada penyerobotan lahan milik emeritus Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI), RPM Tambunan seluas 690 meter persegi di Jalan Bunga Rinte, Kecamatan Medan Selayang, yang ditangani Subdit II/Harda-Bangtah Polda Sumut sampai sekarang masih juga belum tuntas.
 
Yang menjadi kendala penanganan kasus ini, menurut Rinto Maha, kuasa hukum pelapor (RPM Tambunan), adalah tidak kooperatifnya pihak pembeli tanah, yakni seorang perwira menengah (pamen) yang bertugas di Kodam I/BB bernama R Silitonga. Penegasan itu dikemukakan langsung Rinto Maha kepada wartawan, Selasa (19/12/2017) sore.
 
"Dari pemaparan penyidik, saya yakin penyidik berkeinginan untuk menerapkan apa yang ada di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk meningkatkan status para terlapor. R Silitonga telah dilakukan pemanggilan secara resmi. Saya tanya ke penyidik, atas nama Kapolda. Dan surat itu ditujukan Polda Sumut ke Kodam I/BB, tanggal 18 Desember, Senin kemarin," katanya.
 
Rinto Maha sangat menyayangkan sikap R Silitonga tersebut. "Kalau betul dia (R Silitonga) membeli tanah itu, harusnya dia menghargai proses penegakan hukum. Dia dipanggil kapasitasnya sebagai saksi, dan diminta untuk membawa barang bukti. Tapi kenapa mangkir, ada 
apa? Berarti tidak menghargai penegakan hukum," bebernya lagi.
 
"Ngapain meneruskan konflik yang bukan dia memulainya? Bagusnya dia minta uangnya kembali sama siapa dia beli. Atau laporkan penjual tanah itu ke dia. Harusnya begitu dong pembeli yang beritikad baik. Kita tidak bermasalah dengan institusinya, dalam hal ini KodamI/BB, tapi secara personal, yang kebetulan R Silitonga bertugas di Kodam," imbuhnya.
 
Pengacara yang memiliki basic aktivis ini, menyatakan niatnya akan melaporkan kasus ini ke Denpom bahkan sampai ke Pangdam I/BB.  "Kita minta Kapolda Sumut untuk terus berkoordinasi dengan Pangdam I/BB. Kita juga minta ke Pangdam I/BB Bapak Mayjen TNI Cucu  Soemantri untuk membina anggotanya, khususnya Letkol R Silitonga, untuk mematuhi proses penegakan hukum," pintanya.
 
Tidak hanya itu, Rinto Maha juga mengemukakan niatnya akan melaporkan kasus ini ke Panglima TNI. "Kalau memang terus begini, kita  akan laporkan ke Panglima TNI. Kita akan laporkan secara tertulis. Tapi untuk saat ini, kita laporkan dulu ke Pangdam. Besok saya akan buat surat Bapak Pangdam," pungkasnya.
 
Terpisah, Kompol Ginting penyidik kasus ini ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah melayangkan panggilan ke Letkol R Silitonga atas nama Kapolda Sumut ditandatangani Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian. "Iya benar, kita sudah  layangkan panggilan untuk yang bersangkutan (Letkol R Silitonga). Namun beliau belum bisa datang. Dan kemarin itu ada pihak dari  Kodam menelpon, beliau tidak bisa datang karena sedang ada tugas latihan infanteri di Riau. Katanya bisa diagendakan lagi tanggal 18  atau 19 ini," akunya.
 
Saat ini, sambung Ginting, pihaknya sudah menyiapkan surat panggilan kedua dan akan segera dikirimkan ke Kodam. "Panggilannya sebagai saksi dan nantinya akan meminta (menyita) barang bukti surat pembelian tanah itu. Setelah itulah baru dilakukan gelar perkara. Ini juga sudah atensi Kapolda dan akan terus ditindaklanjuti," katanya lagi.
 
Sekedar informasi, kasus ini sendiri bermula, ketika Camat Medan Tuntungan, Gelora Ginting menerbitkan Surat Keterangan (SK) Camat  atas tanah yang sudah bersertifikat milik Ir Tumiar Sianturi, almarhum istri RPM Tambunan. Kemudian ada komplotan yang mengklaim  tanah tersebut. Untuk menguatkan kepemilikan tanah seluas 690 meter persegi itu, mafia tanah tersebut lantas membuat SK Camat dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu atas nama Tumiar, berjenis kelamin laki-laki. Selanjutnya, pihak Kecamatan Medan Tuntungan pun mengeluarkan SK Camat Tuntungan No.260/LEG/MTT/IX/2013 tanggal 24 September 2013.
 
"Jadi, tanah itu sudah kami beli dan tempati selama puluhan tahun dan sudah ada Surat Hak Milik (SHM) No.3 tahun 1982 dan No.5 tahun 1982 yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan. Masak ada SK Camat lagi yang terbit di tanah kami itu. Dan sekarang tanah itu sudah dijual lagi sama mafia tanah ke oknum berpangkat letnal kolonel (letkol) di Kodam (RS)," sebut RPM Tambunan beberapa waktu lalu. (BS04)
T#g:Bishop GMIMedan SelayangPamen KodamPolda SumutR SilitongaRPM Tambunansengketa tanahSerobot Lahan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Sertijab Pejabat Utama Polda Sumut Dipimpin Kapoldasu

    Beritasumut.com–Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) bebera

  • 2 minggu lalu

    Wakapolda Sumut Pimpin Upacara Hari Guru ke-74 di Yaspendar Medan

    Beritasumut.com-Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjadi Pembina Upacara Hari Guru Nasional Ke-74, di Lapangan

  • 3 minggu lalu

    Kapolda Sumut Perankan Karyawan Kantor Pos di Film Sang Prawira

    Beritasumut.com-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Agus Andrianto dan istrinya, Evi Agus Andrianto, terlibat dala

  • 3 minggu lalu

    Kasat Lantas Jajaran Polda Sumut Terima 35 Unit Kendaraan Dinas

    Beritasumut.com–Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menyerahkan langsung kendaraan dinas (Randis) dari Ditlantas kepada Kasat Lan

  • 3 minggu lalu

    Poldasu Akui Telah Amankan 30 Pelaku Terduga Teroris, Terkait Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

    Beritasumut.com–Polda Sumut berkerjasama dengan Densus 88 AT berhasil mengungkap 30 pelaku terduga jaringan teroris di Kota Medan, pasca leda

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.