Selasa, 25 Juni 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Penmil PTRI Kunjungi Prajurit TNI Konga XXIII-M/Unifil di Lebanon Selatan

Penmil PTRI Kunjungi Prajurit TNI Konga XXIII-M/Unifil di Lebanon Selatan

Sabtu, 22 Desember 2018 17:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Brigjen TNI Fulad SSos MSi, mengunjungi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-M/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang tengah melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
 
Kedatangan Penmil PTRI Brigjen TNI Fulad disambut oleh Komandan Kontingan Garuda Unifil 2019 Kolonel Inf Aji Mimbarno SAP, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-M/Unifil Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, Dansatgas FPC (Force Protection Company) Letkol Inf Nur Wahyudi serta seluruh Perwira Satgas di Markas Indobatt UNP 7-1 Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, akhir pekan ini.
 
Dihadapan ratusan Prajurit TNI Konga XXIII-M/Unifil, Penmil PTRI Brigjen TNI Fulad menyampaikan tentang bagaimana peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. "Indonesia merupakan negara terbesar ke tujuh yang mengirimkan prajuritnya untuk tergabung dalam misi menjaga perdamian dunia dan untuk kali yang ke dua menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Fungsi dan tugas Penmil salah satunya mencari terobosan-terobosan dengan budget yang tidak terlalu besar, yaitu dengan cara bekerja sama dan membuat kesepakatan dengan negara-negara yang memiliki kontribusi besar dalam menyumbangkan pasukannya. Sehingga memunculkan peluang untuk personel Indonesia ikut menjaga perdamaian dunia baik sebagai prajurit maupun sebagai staf di PBB," Sabtu (22/12/2018).
 
Di sisi lain, Penmil PTRI juga menyampaikan tentang program ke depan dalam menyiapkan prajurit yang akan dilibatkan dalam misi perdamaian dunia, yaitu : Pertama, sebelum diterjunkan ke misi setiap prajurit harus dibekali dengan pengetahuan tentang perkembangan politik negara yang menjadi tujuan misi. Kedua, setiap prajurit harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaiakan setiap tugas.
 
Ketiga, tentang penambahan jumlah personel wanita dalam misi menjaga perdamaian. Keempat, prajurit yang akan diikutkan misi tidak hanya mendapat pelatihan standar United Nation (UN), namun juga harus memiliki standar nilai mutlak untuk dapat menjadi Peacekeeper. “Kepada seluruh prajurit untuk tetap melatih dan menggunakan kemampuannya dalam berbahasa Inggris, sehingga dapat memperlancar dalam setiap pelaksaan tugas dan memperoleh tambahan pengetahuan bahasa setelah menyelesaikan misi,” pungkasnya. (Rel)
T#g:Konga XXIII-M/UnifilLebanon SelatanPenmil PTRIPrajurit TNI
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Selama 2 Minggu Prajurit Kodam I/BB Bersihkan DAS Sei Babura

    Beritasumut.com-Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kodam I/Bukit Barisan pada 20 Juni 2019 mendatang, aneka kegiatan dalam bentuk karya bakti t

  • 3 bulan lalu

    Prajurit TNI Siap Toreh Prestasi di Kejuaraan CISM di China

    Beritasumut.com-Komite Olahraga Miter Indonesia (KOMI) TNI akan berencana menyiapkan sejumlah personel TNI untuk mengikuti even kejuaran olahraga m

  • 3 bulan lalu

    Ratusan Ribu Prajurit TNI-Polri Apel Pengamanan Pemilu 2019

    Beritasumut.com-Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, dan Kapolri Jenderal Pol Prof H

  • 3 bulan lalu

    Pengurangan Anggaran UN Berpengaruh Terhadap Pasukan Perdamaian PBB

    Beritasumut.com-Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Amerika Serikat, Brigjen TNI Fulad, S.So

  • 5 bulan lalu

    Panglima TNI Sebut Prajurit Profesional adalah Prajurit yang Patuh Hukum

    Beritasumut.com-Penegak hukum adalah ujung tombak kepatuhan terhadap hukum itu sendiri. Untuk itu, setiap Polisi Militer harus terlebih dulu memili

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.