Peristiwa

Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh PSM


Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh PSM
Ist
Marolop Pakpahan, Ketua Komite SD HKBP Pangaribuan memberikan pengalamannnya mendorong masyarakat membantu operasional sekolah.
Pematang Siantar, (beritasumut.com) – Setelah dilatih PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), sebanyak 178 peserta Pelatihan Daerah untuk Fasilitator Pratik yang Baik Tingkat Sekolah Dasar (SD) & Madrasah Ibtidaiyah (MI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diperkuat dengan materi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Salah satu topik MBS yang dilatih adalah mengoptimalkan PSM (Peran Serta Masyarakat).
USAID PRIORITS menghadirkan Marolop Pakpahan dan M Rusli Harahap sebagai narasumber PSM pada pelatihan di Siantar Hotel, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Senin (18/03/2013). ”Mereka pernah dilatih materi MBS oleh USAID DBE (Decentralized Basic Education) dan berhasil mempraktikkannya,” tukas Erix Hutasoit, Communication Specialist USAID PRIORITAS Sumut, dalam surat elektroniknya, Selasa (19/03/2013).

Marolop Pakpahan adalah Ketua Komite SD Swasta HKBP, Pangaribuan, Tapanuli Utara (Taput). Marolop berhasil membantu sekolah, meningkatkan infrastruktur dan mutu pembelajaran. Sebelumnya SD Swasta HKBP Pangaribuan hampir ditutup karena kekurangan siswa. ”Bersama kepala sekolah, kami memanfaatkan MBS untuk mengorganisir dukungan dari orang tua, warga sekitar dan para perantau untuk meningkatkan kualitas sekolah,” tukas Marolop yang sehari-hari bertugas sebagai kepala desa.

Sedangkan M Rusli Harahap adalah Kepala SDN 163080 Tebing Tinggi. Rusli Harahap berhasil mengoptimalkan partisipasi warga melalui komite sekolah dan dukungan orang tua melalui paguyuban kelas. Ia juga menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dengan melibatkan guru dan komite sekolah dalam menyusun RKS (Rencana Kerja Sekolah). Pada Tahun 2013, SDN 163080 mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata.

Meiwati F Moho, peserta pelatihan dari Nias Selatan mengapresiasi materi PSM. Meiwati Moho sangat terbantu memahami PSM karena narasumber tidak berbicara teori, namun menunjukkan produk pekerjaannya. ”Pak Marolop menunjukkan bukti-bukti hasil pekerjaannya dalam mengelola PSM. Dia juga menyampaikan cara mengelola PSM dengan bahasa sederhana dan lugas,” tukas Guru SDN 076728 Teluk Dalam itu.
Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Sumut Agus Marwan, mengatakan MBS punya tiga pilar yang berkaitan. Pertama, perencanaan yang transparan dan akuntabel. Kedua, peran partisipasi masyarakat. Dan ketiga, pembelajaran aktif. “Kami melatih peserta agar mampu mengelola MBS secara utuh melalui Whole School Development (WSD). Pendekatan WSD akan memaksimalkan semua potensi yang ada di sekolah, baik warga masyarakat, komite sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas dan Dinas Pendidikan mewujudkan layanan pendidikan berkelas dunia,” terang Agus Marwan.

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun bernilai  83,7 juta USD,  yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara program ini akan menjangkau 208 sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan madrasah serta memberikan manfaat langsung kepada sekitar 50.000 siswa. (BS-001)

Tag: