Rabu, 11 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Pengusaha Angkutan Prihatin Pelaksanaan Pesta Danau Toba 2012 Hanya Seremonial

Pengusaha Angkutan Prihatin Pelaksanaan Pesta Danau Toba 2012 Hanya Seremonial

Minggu, 30 Desember 2012 22:22:00
BAGIKAN:
Ilustrasi Google

Medan, (beritasumut.com) -- Pengusaha angkutan umum AKAP/AKDP Sumut Haposan Siallagan menyatakan keprihatinannya atas pelaksanaan Pesta Danau Toba (PDT) Tahun 2012 yang berupa acara seremonial saja. Haposan juga menilai pelaksanaan PDT 2012 tidak efektif digelar pada akhir tahun karena hanya penghalang bagi orang yang melakukan mudik libur Natal dan Tahun Baru.

"Coba lihat sendiri saja, pelaksanaan PDT tahun ini sangat tidak pas. Prihatin sekali kita melihatnya. Coba lihat saja sendiri, karena ada libur Natal dan Tahun Baru ini, orang mau mudik saja jadi sulit. Itu menghalangi orang mudik. Coba saja bayangkan bagaimana arus lalu lintas di kawasan itu. Sudah jalan kecil, ditambah pelaksanaan PDT itu. Belum lagi nanti ada rombongan Gubernur, DPR RI dan belum lagi rombongan pengawal pejabat Kementerian dari pusat yang datang kesana," kata Haposan di Medan, Jumat (28/12/2012).

Haposan mengatakan PDT sangat tidak tepat digelar akhir tahun, karena ada Natal dan Tahun Baru. Kesannya, hanya menghabiskan anggaran saja dan seremonial biasa tanpa ada inovasi dan kreasi setiap tahunnya. Pelaksanaan PDT dinilai lebih ideal dilaksanakan pada akhir libur sekolah.

"Seharusnya, pelaksanaan PDT itu digelar pada akhir libur sekolah. Sebab, pada akhir libur sekolah ada pilihan bagi orangtua untuk berkunjung ke tempat wisata bersama keluarga. Tentunya, dengan konsep acara yang lebih inovasi dan kreatif serta tidak hanya seremonial belaka saja seperti acara konvensional lain. Tidak ada yang istimewa dari pelaksanaan PDT ini setiap tahunnya, termasuk tahun ini," ujarnya.

Alasannya, jelas Haposan, setelah tahun baru Januari ada Cengbeng dan Cap Go Meh untuk umat Tionghoa. Setelah itu, ada libur paskah untuk umat Kristiani, setelah itu ada hari raya. Setelah itu, waktu yang tepat untuk pelaksanaan PDT. Jadi, ada rentang waktu liburan dengan pilihan tempat wisata.

"Jadi, setelah libur hari raya itu, disitulah waktu yang tepat menggelar PDT, karena saat libur pasti banyak orang yang memilih tempat wisata. Pelaksanaan PDT di waktu yang tepat itulah dapat menjadi pilihan bagi keluarga untuk liburan. Jadi, bukan akhir tahun digelar. Banyak yang menilai PDT tahun ini hanya sebagai ajang menghabiskan anggaran saja. Kalau mau berhasil, PDT harus digelar dengan waktu yang tepat bukan seremonial seperti saat ini. Saya prihatin sekali dengan pelaksanaan PDT setiap tahunnya," tegasnya. (BS-024)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.