Peristiwa

Pemotongan Hewan Kurban Harus Perhatikan Aspek Hygiene-Sanitasi


Pemotongan Hewan Kurban Harus Perhatikan Aspek Hygiene-Sanitasi
BERITASUMUT.COM/BS03
Sekretaris Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Drs Wardijah MSi.
Beritasumut.com-Meskipun dilakukan secara tradisional namun hendaknya masyarakat khususnya tukang jagal hewan kurban diminta memperhatikan aspek hygiene-sanitasi, kesejahteraan hewan dan kesehatan lingkungan. Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Drs Wardijah MSi dalam coffee morning Forum Grup Diskusi (FGD) bersama Ketua MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah, MA, perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di Ruang Transfaransi Kantor Diskominfo Sumut, Kamis (08/09/2016). Hadir mewakili Kadis Kominfo Jumsadi Damanik PLH Kadiskominfo M Ayub.
 
Dikatakan Wardijah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai seleksi dan persyaratan bagi hewan kurban yakni pemeriksaan ante-mortem dinyatakan sehat dengan ciri berbulu bersih, lincah, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal. Tidak memiliki cacat dan cukup umur.
 
"Untuk kambing atau domba berumur diatas satu tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap. Kalau sapi dan kerbau diatas dua tahun juga ditandai denga tumbuhnya sepasang gigi tetap. Tidak kurus dan jantan tidak dikastrasi atau dikebiri, testis dan buah zakar masih lengkap dan bentuk serta letaknya simetris," ujarnya.
 
Sedangkan untuk persyaratan petugas penyembelih adalah laki-laki dewasa, sehat jasmani dan rohani dan memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar. Untuk peralatan penyembelihan harus dengan pisau atau golok yang tajam sehingga menjamin dapat memutus pembuluh darah, tenggorokan dan saluran makanan, serta senantiasa terjaga kebersihannya dan tidak berkarat. Selain hewan dan petugas penyembelih yang perlu diperhatikan lanjut Wardijah adalah sarana yang diperlukan diperhatikan untuk proses penyembelihan yakni kandang penampungan sementara harus bersih, kering dan mampu meliindungi hewan dari panas matahari dan hujan. 
 
Kemudian tempat penyembelihan yang kering terpisah dari sarana umum serta tempat penjualan makanan dan minuman. Lubang penampungan darah berukuran 0,5 x 0,50 x 0,5 meter untuk 10 ekor kambing dan 0,5x0,5x1 meter untuk 10 ekor sapi. Tersedia air bersih yang mencukupi, tempat khusus untuk penanganan daging dan terpisah dari penanganan jeroan.
 
Lebih lanjut dikatakan Wardijah setelah persyaratan tersebut terpenuhi yang tidak kalah penting diperhatikan adalah tatacara penyembelihah halal dengan tata cara agama islam sesuai fatwa majelis Ulama Indonesia (MUI) dan persyaratan teknis hiegene dan sanitasi. Dalam kesempatan itu Wardijah juga mengatakan kalau peran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut dalam pengawasan sifatnya hanya melakukan koordinasi dengan Kabupaten Kota. Seperti halnya saat pemotongan hewan kurban pada 12 September 2016 mendatang Pemprovsu hanya menerima laporan terkait jumlah hewan kurban yang dipotong di masing-masing Kabupaten Kota.
 
"Dalam UU 41 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan sudah dibagi kewenangan pemerintah pusat dan daerah. Sifatnya kita hanya koordinasi dengan Kabupaten Kota. Kalau ada ditemukan kasus-kasus kita mendorong agar segera mungkin mencari jalan keluarnya. Kalau pun tidak mampu diselesaikan Kabupaten kota segera dilaporkan kepada kita," pungkasnya.(BS03)

Tag: