Peristiwa

Pemda Tanah Karo Diminta Tegas Selesaikan Masalah Relokasi Pengungsi


Pemda Tanah Karo Diminta Tegas Selesaikan Masalah Relokasi Pengungsi
Beritasumut.com-BS08
Warga Desa Lingga yang menolak tempatnya dijadikan relokasi pengungsi

Beritasumut.com-Sekretaris Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting sangat menyesalkan kejadian kerusuhan di Mapolres Tanah Karo. “Sudah
dari awal warga menolak, kenapa masih saja pemerintah daerah masih saja ngotot memilih lokasi tersebut. Ada apa ini?” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Bupati Karo harus bertindak tegas menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. “Apakah pemerintah daerah tak mempunyai hati nurani mengenai insiden tadi malam. Satu orang warga menjadi korban dan akhirnya meninggal dunia atas nama Abdi Purba. Jangan kita mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain yang mengakibatkan korban berjatuhan. Yang mana korban merupakan anak tunggal. Begitu juga dengan warga pengungsi empat Desa korban dampak Sinabung. Mereka merupakan korban, jangan diadu domba. Hal ini harus secepatnya diambil solusi untuk mencari lokasi lain," paparnya.

Sementara Lusia beru Sukatendel, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo menyampaikan, tidak ada hubungan apapun antara bupati atau Pemda dengan oknum pengembang. “Saya tahu tak ada hubungan apapun antara pihak pengembang dengan bupati atau Pemda terkait lokasi relokasi. Yang sangat disayangkan kenapa bisa ada korban yang meninggal. Apakah aparat bertindak di luar Standar Operasional Prosedur (SOP), nanti kita lihat hasil visumnya. Jika hasil visumnya di luar SOP aparat kepolisian, akan kita lanjutkan kasus ini. Kita pasti berlawanan Pak Kapolres,” tegas Lusia.

Lain halnya dengan Wakil Ketua DPRD Karo, Efendi Sinukaban. Menurut Efendi, terjadinya insiden tersebut berawal dari penolakan warga Desa Lingga agar desanya tidak dijadikan lokasi relokasi pengungsi.

"Kita sudah pernah rapat di Jambur (Losd Desa Lingga. Di situ terang-terang warga tetap menolak, dan di lokasi juga sudah pernah terjadi konflik. Sehingga pada saat itu bupati menyuruh agar di lokasi tidak boleh ada kegiatan (distop). Alat berat harus dikeluarkan dari lokasi. Kenapa besoknya kembali ada kegiatan. Ada apa ini? Begitu juga dengan warga pengungsi yang masih tetap ngotot memilih di Desa Lingga,” ujarnya.

Dikatakan Efendi lagi, dalam masalah relokasi itu tidak dinafikan sudah ada permainan. Ada yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.“Seperti kata pribahasa mencari kesempatan dalam kesempitan demi kepentingan sendiri,” sindirnya. (BS04)

 


Tag: