Jumat, 13 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Pagar Digembok, Orangtua Murid Sekolah Cinta Budaya Menunggu di Luar Sekolah

Pagar Digembok, Orangtua Murid Sekolah Cinta Budaya Menunggu di Luar Sekolah

Senin, 18 Juli 2016 22:29:00
BAGIKAN:
Beritasumut.com/Ist
Sekolah Cinta Budaya yang sedang bersengketa

Beritasumut.com-Mantan Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjend (Purn) TNI Burhanuddin Siagian mengamuk dan menggembok Sekolah Cinta Budaya (Chong Wen) di Kompleks MMTC Jalan Williem Iskandar, Medan Estate, karena pemilik Yayasan menyerobot tanahnya, Senin (18/07/2016).

Akibat penggembokan itu, ratusan orangtua/wali murid yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah terebut tidak bisa masuk dan harus menunggu di depan pintu gerbang sekolah di tengah guyuran hujan deras. Karena itu pula, para orangtua/wali murid tersebut nyaris bertindak anarkis dan berusaha merubuhkan pintu gerbang sekolah. Namun, aparat kepolisian yang sejak pagi sudah berjaga-jaga di lokasi kejadian langsung membentuk pagar betis untuk menghalau massa.

“Pihak yayasan ini kemana perginya ya? Kok pintu gerbangnya tidak dibuka, padahal kondisinya hujan deras dan semua sudah pada basah kuyup, kalau anak-anak pada sakit apa pihak yayasan mau bertanggung jawab?” kata Aliong salah seorang wali murid sambil berteriak histeris.

Dia mengaku, seharusnya pihak Yayasan bertanggung jawab atas kondisi tersebut bukan malah membebani para orangtua murid, apalagi sampai mengorbankannya selama berjam-jam. “Kami jangan dikorbankan, apapun yang terjadi dengan sekolah ini kami selaku orangtua dan wali tidak perlu tau, yang kami tau anak kami harus bersekolah,” ujarnya di hadapan para orangtua/wali siswa lainnya.

Selain Aliong, orangtua murid lainnya, Hendy mengaku sangat kecewa dengan pihak yayasan karena tidak cepat merespon permasalahan yang terjadi dengan lokasi sekolahnya. Sebab, dalam kondisi yang seperti sekarang ini para murid akan terganggu proses belajarnya.“Kami bayar uang sekolah di sini, tetapi kenapa proses belajarnya yang justru terganggu? Jangan kami dikorbankan karena permasalahan tanah ini, siapapun pemiliknya kami tidak mau tau yang penting anak kami sekolah,” katanya menyambut teriakan Aliong.

Dia berharap, meski tanah sekolah tersebut masih dalam perkara tetapi selaku orangtua murid dia bersama para orangtua murid lainnya berharap Yayasan Sekolah Cinta Budaya segera menyelesaikan perkaranya yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.“Kalau pihak yayasan keras kepala bapak itu (Burhanuddin Siagian) juga bersikeras permasalahan ini akan terus berlanjut. Padahal, banyak uang dari para donator mengapa tidak dibayarkan saja tanah itu? Kami juga berharap kepada bapak Burhanuddin agar memberikan ruang dan akses jalan menuju sekolah itu agar anak-anak bisa belajar dengan baik,” sebut Hendy.

Sedangkan, sejumlah orangtua murid lainnya memilih untuk menyerahkan permasalahan itu langsung kepada pihak Dinas Pendidikan untuk menentukan nasib anaknya. “Kalau kami memilih untuk berpasrah diri aja pada dinas pendidikan, biarkan mereka yang menentukan apakah anak-anak bisa belajar di sini atau tidak,” kata orangtua murid lainnya yang tidak bersedia disebutkan namanya.(BS03)

T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Kapolda Minta Pihak Yayasan SCB Selesaikan Sengketa Tanah dengan Mantan Pangdam I/BB

    Beritasumut.com-Mantan Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjend (Purn) TNI Burhanuddin Siagian mengamuk dan menggembok

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.