Senin, 14 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Orang Tua Bayi yang Terjangkit Virus Rubella Kecewa dengan Janji Kadinkes Sumut dan Istri Gubsu

Orang Tua Bayi yang Terjangkit Virus Rubella Kecewa dengan Janji Kadinkes Sumut dan Istri Gubsu

Kamis, 03 Agustus 2017 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS07
Beritasumut.com-Kedua orang tua Iftiyah Ramadhan (1) bayi terjangkit virus Rubella, Kesuma Ramadhan dan Ratih Rachmadona mengaku kecewa dengan janji Kadinkes Sumut Agustama. Pasalnya, harapan bayinya untuk bisa mendengar dan berbicara, terpaksa harus tertunda. Hal ini dikarenakan alat bantu dengar yang diberikan justru tak sesuai spesifikasi.
 
"Yang dikasi alat bantu dengar untuk orang dewasa yang menderita tuli. Itupun yang ditanggung BPJS Kesehatan. Padahal spesifikasi alat bantu dengar untuk bayi penderita Rubella itu berbeda," ujar Kesuma kepada wartawan, Kamis (03/08/2017).
 
Sementara itu, Ibu kandung Iftiyah, Ratih menceritakan sempat bahagia karena pada awal Februari lalu, istri Gubernur Sumut, Evi Diana dan Kadinkes Sumut mengaku siap membantu menyediakan alat bantu dengar untuk buah hatinya yang terbilang sangat mahal itu. Mengingat virus rubella tersebut mengakibatkan Iftiyah mengalami gangguan pendengaran yang cukup berat.
 
Sebulan berlalu, ratih melalui suaminya pun coba menanyakan janji itu ke Kadinkes Sumut. Iktikad baik awalnya ditunjukkan, dengan mengirimkan beberapa petugasnya, dan mengajak Iftiyah menjalani pemeriksaan pendengaran di salah satu perusahaan penyedia alat bantu dengar.“Mereka bilang berapapun harganya tak masalah, yang penting Iftiyah bisa mendengar dan bisa berbicara seperti anak seusianya,” ujarnya.
 
Namun setelah enam bulan pemeriksaan, ternyata alat bantu dengar yang dinanti tak kunjung datang. Sehingga keluarga pun kembali mempertanyakan hal itu kepada Kadinkes Sumut.
 
Puncaknya Rabu (02/08/2017) malam, keluarga pun dihubungi perwakilan Dinas untuk membawa Iftiyah ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan pada Kamis (03/08/2017) pagi. Dua perwakilan dinas di antaranya bernama dr Lili datang menjemput ke rumahnya di Jalan Sei Kapuas, No.9B, Medan, tanpa menjelaskan secara detail rencana perjalanan ke rumah sakit.
 
“Kita awalnya bingung, ngapain lagi ke rumah sakit, karena Iftiyah sudah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh dan hasilnya juga telah tersimpan di rekap data RS Adam Malik. Tapi, di rumah sakit itu ternyata kami ditawarkan agar anak kami menggunakan alat bantu dengar yang tercover BPJS dan itu bukan spesifikasi untuk kasus yang dialami Iftiyah,” terangnya.
 
Bahkan, ucap Ratih, dokter spesialis RS Adam Malik tidak menyarankan anak kami untuk menggunakan alat tersebut.“Kalau yang dicover BPJS itu harganya paling sejuta dan itu kami sanggup beli. Tapi sama saja dipakai pun gak ada guna. Kalau memang Dinas Kesehatan tak mampu menyediakan alat bantu dengarnya, janganlah dijanjikan. Kita sudah berharap tapi gak ada, pasti kecewa kan,” keluhnya.
 
Tak terima dengan cara tersebut, Ratih bersama suami menolak keras tawaran pihak rumah sakit dan perwakilan Dinas Kesehatan. Bahkan, mereka menolak secara tertulis dengan membubuhi tandatangan sebagai bukti ketidaksediaan keluarga pasien atas tawaran pihak rumah sakit.
 
Kini Ratih dan keluarganya hanya berharap keajaiban Tuhan untuk melihat buah hati mereka bisa tumbuh kembang secara normal seperti bayi lainnya.“Sempat ribut juga sama mereka. Tapi akhirnya petugas rumah sakit Adam Malik minta maaf karena untuk penyediaan alat bantu dengar bukan gawean mereka,” pungkasnya. (BS07)
T#g:Evi DianaGubsuKadinkes SumutRSUP H Adam MalikVirus Rubella
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Ustadz Subhan Bawazier Isi Kajian Islami di Medan, Wagub Berharap jadi Pengingat dan Penguat Iman

    Beritasumut.com–Untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utar

  • 3 hari lalu

    Wagubsu Sebut Masyarakat Agamis Harus Miliki Ruang Ibadah yang Layak

    Beritasumut.com-Masyarakat yang agamis adalah masyarakat yang memiliki keimanan, taat ibadah, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam aktivitas

  • 5 hari lalu

    Mendag RI Resmikan Kantor BPTN di Medan, Wagubsu Harapkan Dapat Minimalisir Peredaran Barang Ilegal

    Beritasumut.com–Kantor Balai Pengawasan Tertib Niaga (BPTN) resmi dibentuk di empat kota yaitu Medan, Bekasi, Surabaya, dan Makassar. Peresmi

  • 6 hari lalu

    Upaya Dini Cegah Korupsi, Wagubsu Ingin Adanya Pelatihan Tata Kelola Pemerintahan Bagi Kepala Daerah

    Beritasumut.com–Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah, menginginkan adanya pelatihan mengenai tata kelola pemerintahan bagi

  • 6 hari lalu

    Gubsu: Peluang Investasi di Sumut Cukup Menjanjikan

    Beritasumut.com-Peluang investasi di Sumatera Utara (Sumut) cukup menjanjikan dengan berbagai potensi yang ada, baik wilayah maupun demografi. Namu

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.