Peristiwa

Oknum Wartawan Todongkan Senjata ke Pasutri Pukul 4 Pagi di Jalan Enggang Perumnas Mandala

Oknum Wartawan Todongkan Senjata ke Pasutri Pukul 4 Pagi di Jalan Enggang Perumnas Mandala
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Setelah memeriksa beberapa saksi, kali ini Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat tuntaskan kasus laporan pasutri yang diancam menggunakan senjata yang mirip pistol oleh pria yang disebut-sebut sebagai oknum wartawan.
 
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi mengaku kalau pihaknya dalam hal ini Polsek Percut Sei Tuan terus menyelidiki kasus tersebut. "Masih dalam proses," ucapnya, Kamis (19/03/2020).
 
Dia mengatakan, untuk melengkapi penyelidikan itu, pihaknya telah memanggil terlapor RD untuk menjalani pemeriksaan. "Ya hari ini kita periksa untuk dimintai keterangan," ujarnya.
 
Nantinya, sebut dia, keterangan RD akan melengkapi berkas kasus tersebut. "Kita kumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Keterangan yang bersangkutan sangat dibutuhkan dalam melengkapi berkas," ujar dia.
 
Setelah selesai mengumpulkan keterangan dari saksi pelapor maupun terlapor, kata dia, penyidik akan melakukan gelar perkara. "Nanti dalam gelar penentunya," tegas Nainggolan.
 
Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Irwansyah Rambe SH, kepada sejumlah kepada wsrtawan di Polsek Percut Sei Tuan mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan demi perkembangan kasus kliennya itu.
 
"Saya Irwansyah Rambe SH dan tim saya Jefry Suardi dari Pos Bantuan Hukum Deli Serdang, hari ini kami datang ke Polsek Percut Sei Tuan dalam agenda bertemu dengan juru periksa untuk menanyakan perkembangan laporan kasus klien kami. Atas dugaan pengancaman atau dugaan penodongan dengan menggunakan senjata mirip pistol. Hari ini para terlapor sudah dipanggil oleh penyidik dengan statusnya sebagai saksi. Seiring berjalannya waktu dari tingkat penyelidikan dan penyidikan nantinya, penyidik mengatakan bahwa untuk menetapkan status terlapor ini akan digelar kasus di Polrestabes Medan, menunggu instruksi dari pimpinan," terangnya.
 
Karena itu, waktu setelah proses belum dapat dipastikan menunggu hasil penyidikan. "Kami sampai saat ini masih tetap memonitor perkembangan demi perkembangan terhadap kasus klien kami hingga sampai ditetapkanya status terlapor dan hak serta kewajiban klien kami dalam Azas kesamaan dimata hukum. Hingga saat ini penyidik masih terus bekerja sama dengan kami dan kooperatif dan kami juga sebaliknya akan terus berkordinasi dengan penyidik untuk memperlancar proses penyidikan," tuturnya.
 
Namun ketika ditanyakan tentang ada atau tidaknya intervensi dari pihak luar terhadap kasus ini, dia hanya mendengat informasi saja. "Kami mendengar dan hanya dugaan bahwa intervensi itu telah masuk, tapi kami tetap menekankan pada pihak penyidik Polsek Percut Sei Tuan agar intervensi ini dapat ditolak agar penyidik tetap dalam tugas dan fungsinya. Untuk terlapor informasi yang kami terima sejak dari pagi sudah diperiksa namun hanya 3 terlapor saja yang hadir yaitu RD, Taufik, dan Daniel sementara Abram tidak hadir, " urainya.
 
Harapannya, kepada penegak hukum agar tetap pada tugas dan fungsinya serta tetap pada relnya dan tidak berpihak pada pihak manapun, demi ditegakanya rasa keadilan. Dan bila ada ditemukan keberpihakan, apa lagi menyalahi kewenangan dan menyalahi jabatan, pasti sebagai kuasa hukum akan bernyanyi hingga ke mana-mana hingga ke Jenderal Idham Aziz, ancam praktisi hukum ini.
 
Dari pantauan di Polsek Percut Sei Tuan tampak RD, menghadap ke penyidik dengan menggunakan kemeja hijau muda dengan masker. Diceritakan sebelumnya, kasus oknum wartawan terbitan harian berinisial RD bersama tiga rekannya TP, DN dan AB, diduga melakukan pengancaman kepada Siharma Silalahi dengan senjata mirip pistol menjadi perhatian masyarakat Kota Medan.
 
Diketahui, aksi koboi hingga terjadi pengancaman yang dilakukan RD bersama tiga rekannya masing-masing berinisial TP, DN dan AB di Pajak Enggang, Jalan Enggang, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (02/03/2020) subuh sekira pukul 04.30 WIB.
 
Subuh itu RD bersama rekannya datang ke Pajak Enggang untuk mencari Rizal alias Zal, yang kerap mencuri di sekitaran lokasi hingga membuat resah warga sekitar. Dengan arogannya lalu R membuka paksa pintu Rollingdoor kios yang dihuni Siharma Silalahi (korban). Saat Rollingdoor dibuka, korban sedang melakukan hubungan suami istri. Di saat itu juga dengan nada lantang R menanyakan di mana keberadaan Rizal alias Zal.
 
Dalam kondisi korban dan istrinya tidak mengenakan sehelai benang pun di badan, dengan rasa malu korban mengatakan kepada R Cs tidak tahu keberadaan Rizal. Dianggap menutupi keberdaan Rizal, di situ RD melakukan pengerusakan terhadap pintu-pintu kios yang lain dan melakukan penganiayaan serta mengancam korban dengan sepucuk senjata mirip pistol ke arah kepala korban.
 
Ironi lagi, satu dari tiga orang teman RD sempat mengaku sebagai anggota polisi. Korban yang tidak tahu masalah bahkan sama sekali tidak kenal dengan Rizal, lalu istri korban pun menjerit meminta tolong. Kuatnya jeritan korban sehingga membangunkan tidur penjaga malam di pajak Enggang itu. Setelah penjaga malam datang, kemudian R Cs, langsung pergi meninggalkan lokasi.
 
Selanjutnya penjaga malam itu mengatakan, kepada istri korban bahwa orang yang mengancam korban dengan senjata adalah oknum wartawan berinisial RD. "Kini kasusnya sudah dilaporkan dan diproses penyidik Polsek Percut Sei Tuan, dan bila tersangka tidak ditangkap, saya dan istri akan melakukan aksi unjuk rasa berdua saja ke Mapolda Sumut," pungkas Siharma Silalahi. (BS04)