Sabtu, 17 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Nyamuk Aedes Aegypti Serang warga di Marindal, Dua orang Anak Meninggal

Nyamuk Aedes Aegypti Serang warga di Marindal, Dua orang Anak Meninggal

Rabu, 20 Februari 2019 12:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Penyebaran penyakit demam berdarah dengue menyerang warga Jalan Kedondong Dusun VII, Desa Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya Jalan Karang Rejo.
 
Sejauh ini, sudah dua orang anak berusia 10 tahun terkena gigitan nyamuk itu meninggal dunia. 
 
Sehingga, diharapkan adanya perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang untuk melakukan fogging di lokasi yang banyaknya sarang nyamuk. Begitu pun warga di lokasi itu juga menjaga lingkungan sekitarnya tetap bersih dan nyaman. 
 
Mengingat penyebaran penyakit demam berdarah dengue yang memasuki musim pancaroba. Tidak itu saja, bak penampungan dapat menjadi sarang nyamuk tempat jentik-jentik nyamuk dapat berkembang. Anak-anak usia 7-12 tahun menjadi penderita demam berdarah tertinggi selama ini. Karena itu, lingkungan di mana anak-anak beraktivitas perlu dipastikan bebas dari sarang nyamuk. 
 
Harus diketahui waktu-waktu yang perlu diwaspadai terkait dengan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini. Nyamuk ini biasa mencari makan pada pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00-11.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB. Jam segitu, nyamuk mematikan itu mencari mangsa.
 
Selain itu, rumah juga tetap mewaspadai keberadaan nyamuk berbahaya ini. Diharapkan, agar para penghuni rumah rutin membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti bak penampungan air, kaleng, ban bekas tergenang air, dan gantungan baju.
 
Warga Jalan Karang Rejo Mujiono (53) kepada wartawan, Minggu (17/2/2019) mengaku, risau melihat penyebaran penyakit demam berdarah itu sangat membahayakan bagi warga yang ada di seputaran Jalan Karang Rejo tersebut. Mengingat sudah tujuh orang yang terkena gigitan nyamuk tersebut.
 
Sehingga, sudah sepantasnya dinas terkait memperhatikan permasalah itu. "Sudah dua orang yang meninggal dunia. Saya bersyukur anak saya bernama Bayu Prayogi (25) kena penyakit demam berdarah berhasil sembuh, " tambahnya.
 
Kata dia, sudah sewajarnya kawasan padat penduduk itu diperhatikan. "Anak-anak pun enggan keluar rumah takut digigit nyamuk mematikan tersebut," jelasnya.(BS06)
T#g:DBDdemam berdarah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Manunggal dengan Rakyat, Babinsa Koramil 09/TB Dampingi Dinas Kesehatan Lakukan Fogging DBA di Simalungun

    Beritasumut.com-Guna mencegah merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Babinsa Koramil 09/Tiga Balata Jajaran Kodim 0207/Simalungun Serda B

  • 6 bulan lalu

    Perlu Diketahui, Nyamuk DBD Lebih Senang Berada di Air Bersih yang Tergenang

    Beritasumut.com-Jangan dikira nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) atau aedes aegypti lebih senang bersarang di tempat kotor atau tak terawat. Nyamuk

  • 6 bulan lalu

    Dr Siti Nadia Tarmizi M Epid: Jangan Salah Berantas Sarang Nyamuk

    Beritasumut.com-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah, selain menghindari gigitan nyamuk, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah m

  • 7 bulan lalu

    Perilaku Manusia Sebabkan Populasi Nyamuk DBD Meningkat

    Beritasumut.com-Akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 ini terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue. Lonjakan kasus itu tidak hanya disebabkan

  • 11 bulan lalu

    Cegah Deman Berdarah, Arifin dan Perusahaan di Sekitar Jalan Ladang Kelurahan Kedai Durian Lakukan Fogging

    Beritasumut.com-Tokoh masyarakat Kota Medan, Arifin dan beberapa perusahaan di sekitar Jalan Ladang melakukan fogging di rumah warga dan dranaise,

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.