Selasa, 20 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi

Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi

Kamis, 16 Maret 2017 01:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Danramil 15/Bandar Pulau Kapten Inf B Situmorang mengungkapkan, bagi petani kecil di Indonesia, pasca panen saat musim penghujan menjadi persoalan tersendiri, terutama dalam pengeringan. Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan kadar air (KA) gabah dari gabah kering panen (sekitar 23-29%) menjadi gabah kering giling (sekitar 14%). 
 
Setelah panen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah setelah panen masih cukup tinggi (sekitar 23-30%). Padi yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan rusak. "Bahkan jika terlambat mengerikan, maka akan menurunkan mutu dan hasil panen, seperti butir kuning, biji rusak, dan rendemen giling yang rendah," jelasnya, Rabu (15/03/2017).
 
Pengeringan gabah, kata Situmorang, dapat dilakukan secara tradisional menggunakan tenaga matahari (penjemuran) atau dengan menggunakan alat/mesin pengering buatan. Namun proses pengeringan dengan suhu yang terlalu tinggi atau kondisi panas yang tidak kontinyu akan menyebabkan kadar beras pecah menjadi tinggi. Sejumlah petani di Indonesia kadang mengakali dengan berbagai cara untuk pengeringan. 
 
Contohnya di Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan, petani menyiasati keterbatasan tersebut dengan menjemur padi secara tradisional dan sederhana. Alternatifnya di pinggir jalan atau halamam rumahnya dengan beralaskan terpal. 
 
Terkait hal itu, Babinsa Koramil 15/Bandar Pulau jajaran Kodim  0208/Asahan Serka Sudirman dan Serda Ikhwan Amansyah ikut serta membantu anggota Kelompok Tani Tirtanadi Bisman Panjaitan melaksanakan penjemuran padi hasil panen yang terletak di Dusun 1, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan yang diketuai Hitler Sitorus.
 
"Ini merupakan kebiasaan sebagian masyarakat di Desa Tangga, khususnya di Kabupaten Asahan bahwa padi yang telah dipanen, terlebih dahulu di jemur sebelum dilakukan perontokan dengan mesin perontok padi. Penjemuran padi hasil panen agar padi tersebut tidak lembab, rusak, busuk dan menurunya mutu padi pasca panen," terang Serka Sudirman. (Rel)
 
T#g:babinsaHujanpadiPanen Padipetani
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Hujan Deras di Kota Medan, Satu Pohon Tua Tumbang di Jalan Perpustakaan

    Beritasumut.com-Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan. Akibatnya, Minggu (18/8/2019) siang. Sejumah pohon yang sudah tua bertumbang

  • 2 hari lalu

    Melalui Inovasi dan Kolaborasi, Petani di Labuhanbatu Bisa Panen 2 atau 3 Kali dalam Setahun

    Beritasumut.com-Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT dalam kunjungannya ke Desa Selat Beting, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu

  • 2 hari lalu

    Kadis Ketahanan Pangan Tobasa Pandu Masyarakat Desa Motung Praktekkan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik

    Beritasumut.com-Masyarakat Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir (Tobasa) yang tergabung dalam Kelompok Tani Saurdot melakukan praktek cara

  • 4 hari lalu

    Polsek Medan Timur Bersama Babinsa dan Muspika Gotong-royong Sambut HUT RI ke-74

    Beritasumut.com-Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, tiga pilar masing-masing Kepolisian, TNI dan Muspika Kecamatan Medan Timur melakukan aksi goton

  • 6 hari lalu

    Sempat Diguyur Hujan Deras, Menag Pastikan Kondisi di Mina Saat ini Kondusif

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memastikan kondisi Mina saat ini kondusif. Hujan yang mengguyur Mina pada Senin (12/08

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.