Senin, 17 Juni 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi

Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi

Kamis, 16 Maret 2017 01:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Danramil 15/Bandar Pulau Kapten Inf B Situmorang mengungkapkan, bagi petani kecil di Indonesia, pasca panen saat musim penghujan menjadi persoalan tersendiri, terutama dalam pengeringan. Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan kadar air (KA) gabah dari gabah kering panen (sekitar 23-29%) menjadi gabah kering giling (sekitar 14%). 
 
Setelah panen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah setelah panen masih cukup tinggi (sekitar 23-30%). Padi yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan rusak. "Bahkan jika terlambat mengerikan, maka akan menurunkan mutu dan hasil panen, seperti butir kuning, biji rusak, dan rendemen giling yang rendah," jelasnya, Rabu (15/03/2017).
 
Pengeringan gabah, kata Situmorang, dapat dilakukan secara tradisional menggunakan tenaga matahari (penjemuran) atau dengan menggunakan alat/mesin pengering buatan. Namun proses pengeringan dengan suhu yang terlalu tinggi atau kondisi panas yang tidak kontinyu akan menyebabkan kadar beras pecah menjadi tinggi. Sejumlah petani di Indonesia kadang mengakali dengan berbagai cara untuk pengeringan. 
 
Contohnya di Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan, petani menyiasati keterbatasan tersebut dengan menjemur padi secara tradisional dan sederhana. Alternatifnya di pinggir jalan atau halamam rumahnya dengan beralaskan terpal. 
 
Terkait hal itu, Babinsa Koramil 15/Bandar Pulau jajaran Kodim  0208/Asahan Serka Sudirman dan Serda Ikhwan Amansyah ikut serta membantu anggota Kelompok Tani Tirtanadi Bisman Panjaitan melaksanakan penjemuran padi hasil panen yang terletak di Dusun 1, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan yang diketuai Hitler Sitorus.
 
"Ini merupakan kebiasaan sebagian masyarakat di Desa Tangga, khususnya di Kabupaten Asahan bahwa padi yang telah dipanen, terlebih dahulu di jemur sebelum dilakukan perontokan dengan mesin perontok padi. Penjemuran padi hasil panen agar padi tersebut tidak lembab, rusak, busuk dan menurunya mutu padi pasca panen," terang Serka Sudirman. (Rel)
 
T#g:babinsaHujanpadiPanen Padipetani
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Termasuk di Sumut, BMKG Prediksi Cuaca Buruk Masih Terjadi Hingga 10 Juni Mendatang

    Beritasumut.com-Cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Provinsi Aceh, Sumatera Barat (Barat) dan Ria

  • 2 minggu lalu

    Debit Aliran Sungai di Kota Medan Alami Kenaikan

    Beritasumut.com-Debit air aliran sungai yang mengalir di Kota Medan mengalami kenaikan sejak Rabu (05/06/2019).Berdasarkan pemantauan yang dilakuka

  • 4 minggu lalu

    Ciptakan Sinergitas di Sektor Pertanian, Bupati Humbahas Hadiri Acara Rembuk Tani

    Beritasumut.com-Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor SE dan Wakil Bupati Kabupaten Humbahas Saut Parlindungan Simamora menghadir

  • 2 bulan lalu

    Banjir di Wilayah Jakarta, 2 Orang Meninggal Dunia dan 2.258 Jiwa Mengungi

    Beritasumut.com-Hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah Bogor telah menyebabkan naiknya debit Sungai Ciliwung pada Kamis (25/04/2019)

  • 2 bulan lalu

    Reforma Agraria Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan dan Kawasan Transmigrasi

    Beritasumut.com-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan program sertifikasi lahan telah membant

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.