Sabtu, 24 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Menkominfo: Pembatasan Forward WhatssApp Agar Hoaks Tidak Jadi Viral

Menkominfo: Pembatasan Forward WhatssApp Agar Hoaks Tidak Jadi Viral

Selasa, 22 Januari 2019 16:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengemukakan, pembatasan pesan terusan atau forward melalui media sosial khususnya WhatsApp (WA) yang berlaku mulai Selasa (21/01/2019) ditujukan untuk membatasi agar konten negatif terutama hoaks tidak menjadi viral.
 
“Saya sendiri, sejak September tahun lalu sudah bicara dengan WhatsApp. Juga dengan pemimpin dari lima negara di dunia. Jadi bukan hanya Indonesia, kita membahas bagaimana melakukan pembatasan penyebaran chat ke pengguna lain (limitation number of WhatsApp message share),” kata Rudiantara Rudiantara usai bertemu dengan VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (21/01/2019).
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah melalui beberapa kali diskusi dengan penyedia platform aplikasi WhatssApp sejak September 2017, Kementerian Kominfo mendapatkan kepastian untuk fitur pembatasan pesan terusan (forward message) pesan maksimal ke lima pengguna lain.
 
“Mulai Senin tanggal 21 Januari siang waktu Los Angeles atau 22 Januari Waktu Indonesia Barat, WhatsApp akan membatasi forward hanya maksimal lima,” ungkap Rudiantara.
 
Menurut Menkominfo, pihak WhatsApp memiliki perhatian yang sama untuk menangkal penyebaran berita hoak itu. Sehingga sejak tahun lalu mereka mengembangkan fitur agar bisa membatasi penyebaran pesan yang negative, dan selama dua bulan terakhir, WhatsApp telah melakukan tes versi beta.
 
“Mohon maaf, sebelumnya kami tidak bicara ke teman-teman karena belum tahu hasilnya dan dua bulan terakhir digunakan waktunya untuk melakukan beta test. Sekarang alhamdulillah sudah selesai beta test-nya. Saya sendiri belum coba karena akan berlaku efektif Selasa,” ujar Rudiantara.
 
Tidak Menjamin
Menkominfo Rudiantara menjelaskan modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial dan aplikasi pesan instan. “Modus penyebaran hoaks menggunakan media sosial, posting dulu di Facebook (FB), kemudian diviralkan melalui WA. Kemudian akun FB yang posting tadi dihapus. Ini yang kita perhatikan number of virality,” papar Rudiantara.
 
Meskipun demikian, Rudiantara mengakui fitur ini tidak bisa menjamin 100% hoaks tidak akan tersebar. “Tugas kita adalah mitigasi risiko. Bagaimana menekan penyebaran, membuat angkanya serendah mungkin,” jelasnya, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Di awal perbincangan dengan pekerja media, Menteri Rudiantara menyatakan pemerintah sebenarnya tidak akan membatasi pesan terusan. “Forward tidak terbatas boleh untuk konten positif bukan hoaks. Kita support unlimited forward dengan konten positif,” ungkapnya.
 
Namun, pembatasan diperlukan karena ditemukan platform aplikasi WhatsApp ternyata digunakan untuk menyebarkan konten hoaks dan konten negatif lainnya.  “Kalau berkaitan dengan konten negatif atau hoaks akan kita batasi,” tandas Rudiantara.
 
VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand menyatakan aplikasi pesan instan WhatsApp disediakan untuk melayani penggunaan one to one.  “Berdasar riset dan diskusi dengan beberapa pemimpin dunia, kami menemukan angka pembatasan lima itu yang paling ideal untuk menghindari penyebaran hoaks,” ungkapnya.(BS01)
T#g:WhatssAPPhoakspembatasan WA
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Buat Laporan Palsu, Taufik Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

    Beritasumut.com-Buat laporan palsu, Taufik Hidayat warga Jalan Medan Area Selatan terancam hukuman tujuh tahun penjara. Pasalnya, Taufik sudah mere

  • 2 bulan lalu

    Kelemdiklat Polri: Email Berisi Penambahan Kuota Penerimaan Polri Hoaks

    Beritasumut.com-Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi menegaskan bahwa terkait beredarnya e-mail yang berisi informasi penambahan

  • 3 bulan lalu

    Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

    Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, ker

  • 4 bulan lalu

    Tiap Bulan Naik Terus, Kominfo Identidikasi 1.645 Konten Hoaks Terkait Pemilu Serentak 2019

    Beritasumut.com-Tren penyebaran informasi hoaks selama Pemilu Serentak 2019 meningkat tajam. Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informa

  • 4 bulan lalu

    Sekjen Kominfo Dorong Perempuan Ikut Tangkal Hoaks

    Beritasumut.com-Dinamika era digital memicu transformasi dalam segala bidang, salah satunya kebutuhan peran perempuan Indonesia dalam menangkal pen

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.