Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Mengkhawatirkan, Perlu Upaya Pengendalian Sampah Plastik

Mengkhawatirkan, Perlu Upaya Pengendalian Sampah Plastik

Jumat, 29 Desember 2017 15:20:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Staf Ahli Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, M Amperawan, mengemukakan sejumlah daerah yang telah menjadi ikon pariwisata mempunyai permasalahan yang serupa yaitu adanya ancaman pencemaran sampah di laut.
 
“Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Manggarai Barat, Kota Manado, dan Kabupaten Morotai,” kata Amperawan saat menyampaikan hasil kunjungannya ke daerah-daerah tersebut beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (29/12/2017).
 
Amperawan mengingatkan, permasalahan pencemaran sampah di laut, bukan hanya menjadi permasalahan di tingkat lokal saja, namun telah menjadi isu pada level internasional.
 
Ia mengutip hasil penelitian Profesor Jambeck dkk dari University of Georgia Amerika Serikat terkait sampah plastik di lautan, dari 192 negara di dunia, dimana disebutkan Indonesia menjadi peringkat kedua sebagai penghasil sampah plastik terbesar di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
 
Mengkhawatirkan
 
Menurut Staf Ahli Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat itu, penggunaan plastik yang berlebihan di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan.
 
Ia menunjuk data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  jumlah sampah yang dihasilkan pada tahun 2016 baik sampah darat maupun laut adalah sebanyak 65 juta ton.
 
Dengan tingkat pertumbuhan sampah yang diperkirakan akan mengalami peningkatan setiap tahunnya, maka pada tahun 2019, lanjut Amperawan, sampah yang dihasilkan Indonesia diproyeksikan akan sebanyak 68 juta ton. Dari jumlah sebanyak itu, diperkirakan sebanyak 9,52 juta tonnya adalah sampah plastik.
 
“Sampah plastik ini telah menjadi ancaman bagi lingkungan hidup yang berimbas pada kehidupan manusia karena sifatnya yang tidak dapat hancur dengan sendirinya dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk hancur secara alami, sehingga diperkirakan pada tahun 2050, jumlah sampah plastik yang terendap di lautan akan lebih banyak ketimbang jumlah ikan,” ungkap Amperawan.
 
Karena itu, Amperawan menginta perlunya segera dilakukan pengendalian dan pemanfaatan sampah plastik agar bisa berkurang, setidaknya tidak bertumbuh cepat seperti yang diperkirakan.
 
Amperawan menyampaikan hasil kunjungannya ke Kabupaten Gianyar, Bali, akhir Oktober lalu, dan bertemu dengan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata dan perangkat Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintahan (SKPD) Kabupaten Gianyar.
 
“Pemerintah Kabupaten Gianyar sampai menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” ujar Amperawan, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Bupati Gianyar, lanjut Staf Ahli Sekretaris Kabinet Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat itu, menyadari bahwa apabila sampah tidak dikelola dengan baik dan benar maka dapat menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
 
Pengendalian sampah pun, sebut Amperawan, dapat dilakukan dengan pemberian sanksi adat terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan seperti yang diberlakukan di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli.
 
Implementasi dari peraturan daerah tersebut adalah dibangunnya rig atau jaring penghalang sampah yang dibuang atau terbawa arus sungai. Rig tersebut dibangun di 3 (tiga) titik sungai, yaitu hulu, tengah, dan hilir sungai.
 
Dengan adanya rig tersebut, menurut Amperawan, pemerintah kabupaten berharap sampah khususnya sampah plastik tidak berakhir di laut. “Sebagai daerah wisata, mereka tidak menginginkan adanya pencemaran sampah plastik di laut karena dapat merusak citra pariwisata di mata para wisatawan,” terang Amperawan.
 
Sementara itu, untuk memperoleh data dan informasi terkait pemanfaatan sampah plastik, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Kesra, M. Amperwan, mengaku telah mengunjungi Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal awal November lalu.
 
Menurut Amperawan, bersama dengan Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur dan PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Pemkab Purbalingga, dirinya telah mengunjungi pabrik Paving Block di Desa Jetis dan Bank Sampah Limbah Pustaka di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.
 
Keunggulan paving block berbahan baku sampah plastik ini, menurut Amperawan, adalah pembuatannya mudah, bahan baku murah, dan tahan lama, dan dijual dengan harga Rp 90.000,00 per meter persegi.
 
Amperawan juga memuji salah satu bank sampah di Purbalingga yang telah menuai prestasi, yaitu Bank Sampah Limbah Pustaka yang dipimpin oleh Raden Roro Hendarti. “Bank sampah ini berbeda dengan yang lainnnya karena menggabungkan layanan bank sampah dan perpustakaan,” ujarnya.(BS01)
T#g:APPSINDOAPSINDOPlastiksampah palstik
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Industri Daur Ulang Jadikan Limbah Plastik Punya Nilai Tambah

    Beritasumut.com-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran in

  • 4 bulan lalu

    Kebakaran Hanguskan Pabrik Plastik di Desa Sampali Percut Sei Tuan

    Beritasumut.com-Pabrik plastik di Jalan Jati Rejo, Dusun II, Desa Sampali, Percut Sei Tuan hangus dilalap si jago merah pada Sabtu (25/05/2019) din

  • 7 bulan lalu

    Kebijakan Plastik Berbayar di Sejumlah Ritel di Indonesia Dinilai Akan Turunkan Permintaan Plastik

    Beritasumut.com-Kebijakan kantong plastik berbayar yang dilakukan sejumlah ritel di Indonesia disayangkan Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Indu

  • 8 bulan lalu

    Penerbitan Peraturan Larangan Plastik Hilangkan Potensi Penerimaan Pajak

    Beritasumut.com-Pemberian insentif fiskal kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang menerbitkan peraturan pelarangan penggunaan kantong dan produk plas

  • 8 bulan lalu

    Lindungi Laut dari Sampah Plastik, Luhut Berbagi Peta Jalan Program Tri Hita Karana di WEF 2019

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat berbagai isu di sektor lautan dalam rangkaian acara Annu

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.