Rabu, 19 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Melalui SISKOPATUH, Menag Harap Jangan Ada Lagi Calon Jemaah Umrah yang Dirugikan

Melalui SISKOPATUH, Menag Harap Jangan Ada Lagi Calon Jemaah Umrah yang Dirugikan

Jumat, 26 Juli 2019 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan melalui aplikasi Sistem Informasi dan Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) kedepannya tidak ada lagi calon jemaah umrah yang dirugikan. 
 
Hal ini dikatakan Menag Lukman Hakim saat membuka pelatihan aplikasi Umrah dan sosialisasi peraturan Umrah tahun 2019. Pelatihan dan sosialisasi yang dihadiri 253 perwakilan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) angkatan pertama yang berasal dari berbagai provinsi, Jumat (26/07/2019).
 
"Kita ingin aplikasi ini terintegrasi dengan lembaga terkait sehingga kita bisa mengetahui melalui aplikasi bagaimana bisnis proses umrah dilakukan sehingga tujuan utamanya jangan sampai ada lagi calon jemaah Umrah yang dirugikan.Tidak ada lagi peluang sekecil apapun bagi pihak pihak yang sejak awal memiliki niat tidak terpuji dengan memanfaatkan calon jemaah umrah," ungkap Menag dilansir dari laman kemenag, Jumat (26/07/2019). 
 
Menag menambahkan, awalnya sistem yang dijalankan Kemenag dalam mengawasi dan meningkatkan layanan Umrah adalah SIPATUH yang kemudian berkembang menjadi  Sistem Informasi dan Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus. 
 
Menag menegaskan, kegiatan ini sangat strategis dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah umrah khususnya PPIU. "Pelatihan aplikasi ini terkait dengan sistem yang terintegrasi dengan semua pihak. Tidak hanya PPIU dengan Kemenag melainkan dengan kementerian dan lembaga terkait hingga pemerintah Arab Saudi," kata Menag. 
 
Harapannya, lanjut Menag, seluruh PPIU memiliki pemahaman yang sama bagaimana upaya  bersama untuk melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan umrah. "Pembenahan ini dimulai dengan membangun sistem aplikasi digital guna memudahkan kita semua memantau tahapan demi tahapan terkait penyelenggaraan ibadah umrah," tutur Menag. 
 
Dijelaskan Menag, Kemenag mengintegrasikan aplikasi ini dengan data kependudukan dan catatan sipil untuk menangkal jalur umrah dijadikan pintu masuk bagi mereka yang teridentifikasi memiliki paham radikal."Dalam upaya pembenahan kualitas umrah dari waktu ke waktu, juga diperkuat SDM demi meningkatkan pembinaan dan pengawasan PPIU yang ada di setiap kanwil Kemenag serta menempatkan staf teknis di Jeddah," ujar Menag. 
 
Menag pun mengajak PPIU untuk menjaga amanah dan kemuliaan serta kehormatan yang dimiliki dalam melayani masyarakat menunaikan ibadah Umrah. "Tidak semua pihak bisa menjadi PPIU yang mendapatkan izin resmi dari negara melalui pemerintah. Saudara menjadi PPIU karena takdir Allah dan mari syukuri amanah ini dengan sebaik baiknya," tandas Menag.
 
Dihadapan ratusan peserta, Menag kembali menegaskan jika startup seperti Traveloka dan Tokopedia tidak akan berfungsi atau menjadi penyelenggara umrah melainkan hanya sebagai marketplace. Penegasan ini disampikan Menag untuk menjawab informasi yang beredar bahwa keberadaan starup dalam industri umrah bakal mematikan PPIU.
 
"Mereka hanya menyediakan diri sebagai marketplace atau pasar virtual. Jadi transaksi masyarakat dengan PPIU dilakukan di dunia maya. Mereka hanya tempat transaksi antara yang ingin umrah dengan penyelenggara umrah. Mereka sama sekali tidak berniat menjadi penyelnggara umrah dan mereka juga bukan penyelenggara umrah," tutup Menag.(BS09)
 
T#g:SISKOPATUHUmrah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    BPKN Akui Sudah Uji Coba Layanan Umrah SISKOPATUH

    Beritasumut.com-Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengapresiasi perbaikan layanan umrah yang telah dilakukan oleh

  • satu bulan lalu

    Tak Penuhi Syarat, 11 Penyelenggara Umrah Ini Dicabut Izinnya oleh Kemenag RI

    Beritasumut.com-Kementerian Agama mencabut izin operasional 11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Di

  • 2 bulan lalu

    Kemenag RI Bakal Bangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di Jeddah

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) RI, akan membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Jeddah. Proses pembangunan direncana

  • 5 bulan lalu

    Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji Dikurangi

    Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progressif. Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jedda

  • 5 bulan lalu

    Pemerintah Arab Saudi Turunkan Biaya Visa Progressif Umrah dan Haji, Kini Hanya 300 Riyal

    Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya visa progressif. Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jedda

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.