Jumat, 15 November 2019

Masyarakat Diimbau Hati-hati Memilih Beras

Minggu, 24 Mei 2015 20:34:00
BAGIKAN:
Google
Farid Wajdi.
Beritasumut.com - Masyarakat diminta untuk ekstra waspada dan hati-hati dalam memilih beras untuk dikonsumsi. Pasalnya, beras palsu diduga sudah mulai beredar di pasaran. 

"Keterangan dari media Singapura, Cina sedang memproduksi beras palsu. Beras palsu ini sedang didistribusikan di kota Cina Taiyuan, di Provinsi Shaanxi. Bahkan diindikasikan beras-beras tersebut juga diekspor. Beras palsu ini terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan resin sintetis yang direkayasa sedemikan rupa sehingga berbentuk menyerupai beras. Resin sintetis ini dinilai sangat berbahaya karena jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sifatnya karsinogenik (memicu kanker)," kata Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi, Ahad (24/5/2015).

Ia menilai, masalah peredaran beras plastik merupakan isu yang belum ada klarifikasi kebenarannya dari pejabat resmi pemerintah. 

"Jika ternyata memang benar ada peredaran beras plastik, pemerintah harus memberi sanksi berat kepada pemasok, distributor dan pedagang yang memperniagakan beras itu," katanya. 

Dirinya meminta, pemerintah harus segera bertindak untuk memastikan ada atau tidak peredaran beras plastik itu. Membiarkan isu beras plastik tanpa identifikasi yang cepat dapat merugikan dan meresahkan semua pihak. 

"Uji laboratorium sangat penting dan kata kunci untuk menindaklanjuti isu apakah betul beras itu palsu, apakah ada kandungan plastiknya atau bukan. Secara hukum, jika terbukti benar ada ditemukan beras plasyik maka kepada para pemasok ataupun pedagang dapat diterapkan beberepa undang-undang sebagai sanksi hukum," ungkapnya.

Selain rutin melakukan pengawasan dan pembinaan harus bernyali melakukan advokasi atau menertibkan terhadap berbagai praktik bisnis yang cenderung mengabaikan hak-hak konsumen. Di lain pihak, pemerintah perlu bertindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga kepentingan dan hak konsumen terjamin. 

"Bagi importir, distributor dan pengecer yang masih membandel menjual produk tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku yaitu UU No 18 Tahun 2012 tentang Kesehatan, UU No 36 Tahun 2009 tentang Pangan dan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, berupa pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar," pungkasnya. (BS-031)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 tahun lalu

    Kapolda Sumut Jenguk Bocah Diduga Konsumsi Beras Sintetis

    Beritasumut.com - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo menjenguk korban diduga mengkonsumsi beras sintetis yang trbuat dari plast

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.