Kamis, 24 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Masuk Musim Kemarau, BNPB Imbau Warga Waspada Karhutla

Masuk Musim Kemarau, BNPB Imbau Warga Waspada Karhutla

Jumat, 29 Maret 2019 23:40:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Awal musim kemarau tahun 2019 di Indonesia jatuh pada bulan April-Mei. Masa transisi musim dari penghujan menuju kemarau tersebut ditandai dengan fenomena musim pancaroba dengan ciri-ciri di antaranya terjadi perubahan cuaca ekstrem, dari terik menjadi hujan lebat, angin kencang hingga suhu yang berubah-ubah. Kendati demikian, tidak semua wilayah mengalami perubahan musim kemarau secara bersamaan.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus. Terutama di wilayah yang rawan dengan kebakaran lahan seperti di Kalimantan Timur dan sebagian wilayah Sumatera, khususnya Riau.
 
"Musim kemarau diperkirakan masuk pada bulan April-Mei ini, namun belum semua wilayah mengalami perubahan musim (masih penghujan), atau malah sebaliknya bahwa ada wilayah yang sudah mengalami dampak kekeringan. BNPB mengimbau agar warga mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau tersebut, khususnya Riau, dan wilayah yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya, Jumat (29/03/2019).
 
Hingga saat ini, kata Sutopo. wilayah Riau menjadi daerah yang terus dipantau oleh BNPB dan lembaga lain terutama dalam kaitan kebakaran hutan dan lahan yang terus meningkat. Data yang berhasil dihimpun, perluasan kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.830 hektar per 1 Januari-28 Maret 2019."Adapun kasus terbesar dalam karhutla tersebut adalah meluasnya kebakaran lahan gambut yang berada di 12 kota/kabupaten di Provinsi Riau dengan wilayah terluas adalah di Bengkalis, dengan total area terbakar hingga 1.277,8 hektar," sebut Sutopo.
 
Dalam rangka tanggap darurat dan guna menanggulangi bencana karhutla tersebut, sambung Sutopo, BNPB bersama sejumlah lembaga dan beberapa pihak swasta telah mengirimkan sedikitnya 12 helikopter, masing-masing 3 dari BNPB, 3 milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 2 dari TNI, 1 dari Polri dan 3 helikopter milik swasta, serta satu pesawat khusus hujan buatan dengan total 36,8 ton NaCl.
 
Kendati hujan buatan telah dibuat dan pemadaman karhutla dari darat dan udara sudah dilakukan, namun titik panas (hotspot) masih terpantau. Hal ini dikarenakan ketebalan lahan gambut sendiri mencapai 36 meter, sehingga meski telah dilakukan pemadaman, namun titik api muncul kembali. Selain itu, sulitnya sumber air, terik matahari dan kencangnya angin juga mempengaruhi munculnya titik-titik api pascapemadaman.
 
"Perlu diketahui bahwa kedalaman lahan gambut yang terbakar seperti yang di Riau sendiri mencapai 3,6 meter. Jadi meski sudah padam di bagian atas, tetapi bara api masih ada di bagian bawahnya. Hal itu diperburuk dengan kesulitan lain seperti susahnya sumber air, terik matahari dan angin kencang sehingga api muncul kembali.Hingga saat ini, tim satgas darat dan udara terus melakukan pemantauan dan penanggulangan kebakaran hutan yang berada di wilayah Riau dan sekitarnya," pungkasnya.(Rel)
 
 
T#g:BNPBCuacaHujankarhutlaKemaraukebakaran
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Wakil Walikota Medan Tinjau Lokasi Kebakaran di Jalan Sentosa Lama

    Beritasumut.com-Pasca terjadinya kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Senin (21/10/2019), Wakil Wa

  • 2 hari lalu

    Pasca Kebakaran di Jalan Sentosa Lama, Korban Kebakaran Butuh Bantuan

    Beritasumut.com-Pasca kebakaran hebat di Jalan Sentosa Lama, Lingkungan 21, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan masih membutuhkan b

  • 2 hari lalu

    Hingga Minggu Depan, Suhu Panas Masih Melanda Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Beritasumut.com-Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas yang melanda sejumlah daerah akhir-akhir ini masih ber

  • 3 hari lalu

    Kebakaran di Jalan Sentosa Lama Medan Sore Ini Hanguskan Belasan Rumah

    Beritasumut.com-Pemukiman padat penduduk di Jalan Sentosa Lama, Gang Ringgit I, II, dan Gang Hanum Lingkungan 21, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Med

  • 4 hari lalu

    Lakukan Penghijauan, Pohon Petai Hingga Jengkol Ditanam di Wilayah Kabupaten Humbahas

    Beritasumut.com-Sebagai tindakan penghijauan dan reboisasi lingkungan dilakukan penanaman sejuta pohon di Desa Tipang, Kecamatan Baktiraja, Humbang

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.