Minggu, 18 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Masuk Musim Kemarau, BNPB Imbau Warga Waspada Karhutla

Masuk Musim Kemarau, BNPB Imbau Warga Waspada Karhutla

Jumat, 29 Maret 2019 23:40:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Awal musim kemarau tahun 2019 di Indonesia jatuh pada bulan April-Mei. Masa transisi musim dari penghujan menuju kemarau tersebut ditandai dengan fenomena musim pancaroba dengan ciri-ciri di antaranya terjadi perubahan cuaca ekstrem, dari terik menjadi hujan lebat, angin kencang hingga suhu yang berubah-ubah. Kendati demikian, tidak semua wilayah mengalami perubahan musim kemarau secara bersamaan.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus. Terutama di wilayah yang rawan dengan kebakaran lahan seperti di Kalimantan Timur dan sebagian wilayah Sumatera, khususnya Riau.
 
"Musim kemarau diperkirakan masuk pada bulan April-Mei ini, namun belum semua wilayah mengalami perubahan musim (masih penghujan), atau malah sebaliknya bahwa ada wilayah yang sudah mengalami dampak kekeringan. BNPB mengimbau agar warga mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau tersebut, khususnya Riau, dan wilayah yang rawan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya, Jumat (29/03/2019).
 
Hingga saat ini, kata Sutopo. wilayah Riau menjadi daerah yang terus dipantau oleh BNPB dan lembaga lain terutama dalam kaitan kebakaran hutan dan lahan yang terus meningkat. Data yang berhasil dihimpun, perluasan kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.830 hektar per 1 Januari-28 Maret 2019."Adapun kasus terbesar dalam karhutla tersebut adalah meluasnya kebakaran lahan gambut yang berada di 12 kota/kabupaten di Provinsi Riau dengan wilayah terluas adalah di Bengkalis, dengan total area terbakar hingga 1.277,8 hektar," sebut Sutopo.
 
Dalam rangka tanggap darurat dan guna menanggulangi bencana karhutla tersebut, sambung Sutopo, BNPB bersama sejumlah lembaga dan beberapa pihak swasta telah mengirimkan sedikitnya 12 helikopter, masing-masing 3 dari BNPB, 3 milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 2 dari TNI, 1 dari Polri dan 3 helikopter milik swasta, serta satu pesawat khusus hujan buatan dengan total 36,8 ton NaCl.
 
Kendati hujan buatan telah dibuat dan pemadaman karhutla dari darat dan udara sudah dilakukan, namun titik panas (hotspot) masih terpantau. Hal ini dikarenakan ketebalan lahan gambut sendiri mencapai 36 meter, sehingga meski telah dilakukan pemadaman, namun titik api muncul kembali. Selain itu, sulitnya sumber air, terik matahari dan kencangnya angin juga mempengaruhi munculnya titik-titik api pascapemadaman.
 
"Perlu diketahui bahwa kedalaman lahan gambut yang terbakar seperti yang di Riau sendiri mencapai 3,6 meter. Jadi meski sudah padam di bagian atas, tetapi bara api masih ada di bagian bawahnya. Hal itu diperburuk dengan kesulitan lain seperti susahnya sumber air, terik matahari dan angin kencang sehingga api muncul kembali.Hingga saat ini, tim satgas darat dan udara terus melakukan pemantauan dan penanggulangan kebakaran hutan yang berada di wilayah Riau dan sekitarnya," pungkasnya.(Rel)
 
 
T#g:BNPBCuacaHujankarhutlaKemaraukebakaran
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Panglong di Gang Sado Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 50 Juta

    Beritasumut.com-Satu unit kios panglong milik Indra Nasution (40) di Jalan Perjuangan Gang Sado, Kelurahan Sidirejo, Kecamatan Medan Tembung terbak

  • 4 hari lalu

    Sempat Diguyur Hujan Deras, Menag Pastikan Kondisi di Mina Saat ini Kondusif

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memastikan kondisi Mina saat ini kondusif. Hujan yang mengguyur Mina pada Senin (12/08

  • 4 hari lalu

    Panglong di Pasar VII Marindal Terbakar

    Beritasumut.com-Satu unit tempat usaha panglong di Jalan Marindal Pasar VII, Mekatani Patumbak, Deli Serdang ludes terbakar, Selasa (13/08/2019) ma

  • 4 hari lalu

    Menteri LHK, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Karhutla di Riau

    Beritasumut.com-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Kapolri Jenderal P

  • 5 hari lalu

    Cegah Kebakaran Hutan Meluas di Riau, TNI Lakukan Water Boombing

    Beritasumut.com-Untuk mencegah dan mempercepat pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, Prajurit TNI yang terg

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.