Peristiwa

MUI Sumut Dukung PKS Tolak RUU-PKS

MUI Sumut Dukung PKS Tolak RUU-PKS
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-MUI menyambut dengan baik dan mendukung perjuangan PKS dalam menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS),” demikian disampaikan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumatera Utara Dra Hj Rukmini,MA saat bertemu dengan rombongan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Sumatera Utara di kantor MUI Sumut, Kamis (7/3/2019).  
 
Selain itu tokoh muslimah Dumut ini menyampaikan di hadapan pengurus BPKK PKS Sumut bahwa MUI siap bekerjasama dengan PKS dalam hal mencerdaskan perempuan dan mencari solusi permasalahan keluarga.
 
“MUI menyambut dengan baik paparan yang disampaikan oleh Ketua BPKK DPW PKS Sumut dan menyampaikan bahwa apa yang diperjuangkan oleh PKS terkait perempuan dan keluarga itu juga menjadi perhatian kami. Semoga nanti kita saat ini bisa bekerja sama untuk mencerdaskan perempuan dan  mencari solusi permasalahan keluarga,“ ujar beliau.
 
Sementara itu Ketua Bidang BPKK DPW PKS Sumut Fitri Gustiana menyampaikan bahwa pertemuan mereka dengan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Sumatera Utara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan menyamakan persepsi dan kesepahaman terkait permasalahan perempuan dan keluarga.
 
“Tujuan utama kunjungan ini membahas isu kepentingan perempuan, anak dan keluarga yang sedang hangat saat ini, yakni tentang draf RUU PKS yg sedang dibahas di DPR RI," ungkapnya. 
 
Alasan PKS menolak RUU PKS karena ada hal substansial yg sudah diajukan namun tak diakomodasi. Yaitu meliputi perubahan definisi dan cakupan kekerasan seksual, serta perspektif yang kurang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama. 
 
"PKS menganggap definisi hingga cakupan tindak pidana kekerasan seksual berperspektif liberal dan berpotensi membuka ruang sikap permisif terhadap seks bebas dan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)," katanya.
 
Dilanjutkannya bila sempat RUU PKS tersebut lolos dan diundang negara maka itu adalah pintu masuk bagi semakin maraknya seks bebas dan LGBT yang akan mengancam masa depan generasi muda Indonesia. "Bukan tak mungkin nanti kita seperti negara Barat yang sudah melegalkan LGBT," tandasnya.(BS03)