Peristiwa

Lakukan Pemerasan di Jalan DI Panjaitan Medan, Panjaitan dan Harahap Diringkus Polisi


Lakukan Pemerasan di Jalan DI Panjaitan Medan, Panjaitan dan Harahap Diringkus Polisi
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dua pelaku pemerasan di Jalan DI Panjaitan, Medan, diringkus polisi. Kedua pelaku tersebut adalah Posma Johanes Panjaitan (24) warga Jalan Sei Wampu, No.23, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Baru dan Wanca Emil Harahap (25) warga Jalan Sei Tuntung Baru, No.39-C, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.
 
Dilansir dari laman resmi tribratanews.sumut.polri.go.id, Senin (14/08/2017), keduanya terbukti melakukan pemerasan (pemalakan) terhadap para korban yang melintas di lokasi tersebut, yakni Arol Ramadhan (17), Manyak (17) dan Sandy Suhanda (17). Ketiga korbannya yang tinggal di Jalan Denai, Gang Langgar, Kecamatan Medan Denai itu tercatat masih berstatus pelajar.
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah SiK, melalui Wakasat Reskrim, Kompol Ronnie Bonic SH, SiK MH mengatakan kalau ketiga korban dipalak (diperas) oleh pelaku yang berjumlah 4 orang saat para korbannya makan durian di daerah Jalan Iskandar Muda, Medan. Saat akan pulang ke rumahnya, kedua sepeda motor korban dipepet serta diberhentikan para pelaku saat di Jalan DI Panjaitan. Para pelaku memaksa korban di bawah ancaman pisau untuk mengeluarkan uangnya satu persatu hingga ditotal mencapai Rp 2.300.000. Para korban juga disuruh jongkok, sehingga membuat petugas patroli merasa curiga.
 
“Para pelakunya ada 4 orang naik 2 kereta(sepeda motor). Posma Johanes Panjaitan dan Wanca Emil Harahap, dua orang lagi, Ajo dan seorang lagi masih lidik. Pada saat itu, anggota patroli Polrestabes Medan yang sedang patroli mengendarai mobil melihat adanya korban dan pelaku berkumpul dan ternyata sedang diperas oleh pelaku, langsung menghampirinya,” papar, Wakasat Reskrim, Kompol Ronni.
 
Melihat kedatangan polisi yang sedang patroli, Pelaku Ajo dan seorang pelaku lainnya langsung kabur. Sementara 2 orang pelaku lagi, Posma Johanes Panjaitan dan Wanca Emil Harahap, diringkus petugas patroli.“Para korban tak berani melawan karena diancam pisau. Bahkan salah satu korban bernama, Arol sempat mengalami pemukulan dikepalanya saat dimintai uangnya oleh pelaku,” kata Ronni.
 
Selanjutnya, kedua pelaku bersamaan dengan barang bukti serta 2 unit kreta yang dikendarainya diamankan dan dibawa ke komando Polrestabes Medan.Dihadapan polisi, Posma Johanes Panjaitan, mengaku berperan sebagai joki dalam mengemudikan kreta Honda Supra X 125 warna Merah Hitam BK 5304 AHC berboncengan dengan pelaku, Wanca Emil Harahap.
 
Sementara pelaku yang bernama, Ajo (30) warga Jalan Sei Wampu, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru ditetapkan sebagai DPO bersama temannya yang belum diketahui identitasnya. Keduanya berboncengan mengendarai kreta Honda Supra warna Hitam tanpa plat.
 
“Kedua tersangka Ajo dan temannya yang masih kita lidik tersebut, merupakan orang yang memiliki ide untuk melakukan pencurian dan pemerasan. Mereka juga adalah orang yang menyuruh mengejar kreta korban hingga mengancam akan membunuh korban apabila tak menyerahkan uang,” ungkap Wakasat Reskrim.
 
Atas kejadian itu, polisi kini masih memiliki PR untuk mengejar 2 rekanan pelaku lainnya yang masih buron. Sementara untuk kedua pelaku pemalak dan pemeras jalanan yang berhasil ditangkap akan dijerat dengan pasal 365 ayat (2) ke 1e dan 2e dan atau pasal 368 ayat (1) Jo, pasal 55,56 KUHPidana.(BS04)

Tag:begalHarahapPanjaitanPemerasannPolisiPerampok