Senin, 16 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Kualitas Udara di Palangkaraya, Pekanbaru dan Pontianak Level Berbahaya

Kualitas Udara di Palangkaraya, Pekanbaru dan Pontianak Level Berbahaya

Minggu, 27 September 2015 16:03:00
BAGIKAN:
Twitter
Palangkaraya diselimuti asap.
Beritasumut.com - Berdasarkan laporan BMKG pada Sabtu (26/9/2015) pukul 14.00 WIB, Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa kota berada pada level Berbahaya, seperti Palangkaraya 1.912 gram/m3, Pekanbaru 401, Pontianak 602, Kampar 419, Bengkalis 429, dan Siak 527. Nilai ini jauh di atas ambang batas minimum level berbahaya yaitu 350. ISPU di Jambi tidak termonitor karena alatnya rusak. Sedangkan di Banjarbaru 66 dan Samarinda 98 atau level sedang.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2015).

Dijelaskan, kualitas udara tersebut berkorelasi dengan jarak pandang. Jarak pandang di Palangkaraya sejak pagi hingga siang hanya 50-300 meter. Asap sangat pekat dan siang hari cuaca terlihat kuning kecoklatan. Jarak pandang di Pekanbaru 500 m, Kerinci 400 m, Jambi 300 m, Palembang 1.500 m, Pontianak 2.500 m, Sintang 400 m, dan Banjarmasin 8.000 m.

Kualitas udara yang buruk demikian berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Penderita ISPA di Pekanbaru 34.846 jiwa, Jambi 31.191 jiwa, Sumsel 22.855 jiwa, Kalbar 21.130 jiwa, Kalteng 4.121 jiwa sejak 3 hari yang lalu, dan Kalsel 53.428 jiwa.

Sementara itu, kualitas udara di Singapura sudah mulai membaik. Sepanjang hari pada Jumat (25/9/2015) kualitas udara di Singapura pada level Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya yaitu 267-322 PSI. Singapura menggunakan ambang batas kualitas udara jika lebih dari 300 PSI (Particulate Standard Index). Pada Sabtu (26/9/2015) pukul 15.00 WIB, kualitas udara berkisar 90-107 PSI atau moderate/sedang.

Operasi darurat asap masih dilakukan, baik melalui udara, darat, penegakan hokum dan sosialiasi. Namun kebakaran masih terus berlangsung. Ada dua penyebab yaitu api lama yang sudah padam, menyala kembali karena ada di lahan gambut. Yang kedua adalah dibakar lagi. Berdasarkan laporan di lapangan maupun pantauan satelit terlihat bahwa titik-titik api ada di daerah baru maupun daerah lama, pungkas Sutopo. (BS-001)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Hadapi PSPS Pekanbaru, PSMS Medan Bawa 18 Pemain

    Beritasumut.com-Usai dua pekan libur, skuad PSMS Medan siap untuk kembali fokus menatap laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) B kontra PSP

  • 4 tahun lalu

    Kabut Asap, Warga Pekanbaru Mandah ke Medan

    Beritasumut.com - Kabut asap yang melanda Riau benar-benar mengganggu kesehatan warganya. Bahkan sudah ada keluarga dari Kota Pekanbaru, Riau yang mem

  • 4 tahun lalu

    Jadi Bandar Sabu, Pecatan Kostrad Ditangkap di Pekanbaru

    Beritasumut.com - Tim gabungan Deninteldam I Bukit Barisan dan Dempom I/3 Pekanbaru mengamankan pecatan Yonkav 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cijantung

  • 4 tahun lalu

    KSAL Resmikan Lantamal XII Pontianak

    Beritasumut.com - Guna membentengi perairan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dari segala macam bentuk ancaman, gangguan, dan hambatan yang dapat m

  • 5 tahun lalu

    30 Kg Ganja dan 2 Kg Dodol Ganja Gagal Beredar di Pekanbaru

    Beritasumut.com - Polsek Sunggal menggagalkan pengiriman 30 kg ganja kering dan 2 kg dodol berbahan ganja ke Pekanbaru. Selain menyita barang bukti, p

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.