Sabtu, 23 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Korban Longsor di Jateng Bertambah Jadi 47 Orang, 15 Masih Hilang

Korban Longsor di Jateng Bertambah Jadi 47 Orang, 15 Masih Hilang

Senin, 20 Juni 2016 15:32:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Salah satu lokasi terkena banjir dan longsor di Jawa Tengah.

Beritasumut.com-Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban hilang yang tertimbun longsor di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pada Senin (20/06/2016) sekitar pukul 09.00-12.00 WIB, Tim SAR gabungan menemukan lagi 4 korban dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga orang ditemukan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo dan satu orang ditemukan di Desa Caok/Karangrejo, Kecamatan Loano. Dengan demikian total korban bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah adalah 47 tewas dan 15 orang hilang.

Pencarian korban difokuskan di Desa Donorati yang diperkirakan masih ada 6 orang hilang dan di Desa Caok/Karangrejo ada 8 orang. Sementara itu di Desa Jelog Kecamatan  Kaligesing masih ada satu orang hilang.

Sekitar 250 personil Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, NGO, relawan masyarakat mencari korban hilang di Desa Dorowati. Akses jalan yang sebelumnya tidak bisa dilalui, saat ini sudah diperbaiki sehingga 3 alat berat dapat membantu pencarian korban. Kondisi tanah labil dan potensi longsor susulan masih tinggi jika hujan di bagian hulu. Sedangkan di Desa Caok/Karangrejo tim SAR gabungan berjumlah sekitar 200 personil terus melakukan pencarian korban.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, bersama Bupati Purworejo, Ketua Komisi 8 DPR RI, dan pejabat BNPB di lokasi longsor di Purworejo untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Operasi SAR ditetapkan hingga 7 hari ke depan (24/06/2016) sesuai ketentuan yang ada. Jika diperlukan masa pencarian dapat diperpanjang.

Daerah longsor yang terjadi di Purworejo, Kebumen dan Banjarnegara merupakan daerah rawan sedang hingga tinggi longsor. Adanya pemicu hujan lebat menyebabkan longsor terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

"Perlu ada upaya mitigasi stuktural dan non struktural untuk melindungi masyarakat dari bahaya longsor. Ke depan penataan ruang yang berbasis peta rawan longsor perlu lebih ditegakkan dalam implementasinya untuk melindungi masyarakat dari longsor," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.(BS01)

T#g:Banjirlongsor
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pemkab Ajak Pimpinan Perusahaan dan OKP Tanggulangi Bencana Banjir di Labuhanbatu

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu mengajak dan menghimbau seluruh pimpinan perusahaan, OKP dan Stkeholder untuk bersama-sam

  • 3 minggu lalu

    Pemkab Asahan Berikan Bantuan Korban Bencana Banjir di Desa Lubuk Palas

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan kepada masyarakat Desa Lubuk Palas, Kecamata

  • satu bulan lalu

    Samudera Hindia Pantai Barat di Sumatera Diguncang Gempa

    Beritasumut.com-Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat di Sumatera diguncang oleh gempa bumi tektonik berkekuatan M=5,9 Selasa (15/10/2019) pukul 05.

  • satu bulan lalu

    BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sumut

    Beritasumut.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan sedang hingga lebat akan melanda sejumlah wilayah Sumatera Ut

  • 2 bulan lalu

    Percepat Penanggulangan Banjir di Sumut, Gubernur Sambut Baik Konsep dari Kementerian PUPR

    Beritasumut.com–Untuk mempercepat penanggulangan banjir di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan dan sekitarnya, Pemerintah Provinsi (

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.