Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
Beritasumut.com/Ist
Hermes Palace, Medan

Beritasumut.com-Tim Pembela Masjid Taqwa Polonia Aliansi Ummat Islam memandang persoalan keributan yang terjadi beberapa hari yang lalu adalah ekses pembiaran atau lambannya pihak Pemko Medan dalam menangani pengaduan pihaknya tentang adanya pengkhianatan perjanjian yang dilakukan Hermes dengan merubah bangunan yang tadinya harus diperuntukkan jadi lahan parkir menjadi apartemen.

Menanggapi hal itu, Shohibul Anshor Siregar, pakar Ilmu Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berpendapat bahwa semua bisa khilaf dan maaf selalu tersedia untuk itu demi perbaikan ke depan.

"Pemko Medan perlu diajak bicara. Dulu dengan diplomasi pernah dicapai kesepakatan dengan Pemko Medan soal pembatalan rencana pengalih-fungsian lahan gedung Nasional Medan. Karena itu perlu misi khusus menyampaikan permasalahan ini kepada Pemko Medan," ungkap Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiya Sumatera Utara (LHKP-PWMSU) di kantor PWM-SU di Jalan Sisingamangaraja Raja Medan, Minggu (31/07/2016).

Saat ini, tambah Shohib, seolah dikepung oleh potensi konflik serius yang mudah menjujurus instabilitas yang berdampak luas. "Di kota Tanjungbalai kerusuhan sudah terjadi. Di Kabupaten Tanah Karo juga demikian. Sedangkan Deli Serdang belum jelas kerangka resolusi konflik yang terjadi," katanya sembari menambahkan semua pihak perlu masuk ke substansi win-win solution dan kedepankan dialog.

Ketika ditanya soal Masjid Taqwa dan Apartemen Hermes serta solusi terkait hal tersebut, dengan lugas kandidat Doktor dari Universitas Airlangga Surabaya ini mengatakan termasuk untuk perencanaan itu, Pemko Medan perlu diajak memikirkannya. Masjid itu dibikin menjadi apartemen dengan ketinggian yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan itu. Berapa lantai pun itu nanti, di puncak adalah masjid.

"Seingat saya di Jakarta ada sebuah bangunan serupa. Ada peruntukan dunia usaha, perkantoran dan bahkan sarana olah raga. Medan pasti mendapat pujian bila mempelopori model solusi seperti itu," tandas Shohib.

Sebelumnya, bentrok terjadi di areal Masjid Taqwa Polonia, pekan lalu. Dalam peristiwa itu, seorang personil Intelkam dari Polsek Medan Baru yang sedang menjalankan tugas menjadi bulan-bulanan sekelompok massa. Akibatnya, sebanyak tiga orang dari massa tersebut diamankan pihak Kepolisian. (BS04)