Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Kepala SAR Nasional dan Gubernur Sumut Tandatangai MoU Operasional Helikopter SAR di Sumut

Kepala SAR Nasional dan Gubernur Sumut Tandatangai MoU Operasional Helikopter SAR di Sumut

Selasa, 10 Januari 2017 14:48:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03

Beritasumut.com-Gubernur Sumut Ir HT Erry Nuradi MSi melakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama operasional helikopter SAR Provinsi Sumut dengan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Sulistiyo di Pangkalan Udara Lanud Suwondo Medan, Selasa (10/01/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut para Deputi SAR Nasional, Forum Koordinasi Pimpinan Sumut, Ketua PMI Sumut, Danlanud Suwondo Medan, dan para perwakilan Organisasi Kemasyarakatan.

Dalam sambutannya Gubsu mengatakan bahwa berdasar Geografis, geologis, demografis dan Klimatologis Provinsi Sumut masuk dalam kategori rawan bencana. Baik disebabkan faktor alam, non alam, dan perbuatan manusia.

Hal ini juga diperkuat dengan indeks resiko bencana Tahun 2015 bahwa dari 33 Kabupaten Kota di Sumut masuk dalam kategori tinggi sehingga memerlukan investigasi, kesiapan, kesiagaan dalam menghadapinya. Termasuk melakukan tindakan cepat, tepat, terkoordinir dan terpadu sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana bisa efektif dan efisien untuk mengurangi resiko kematian dan kerugian harta benda. Oleh karenanya dibutuhkan keterlibatan lembaga, badan dan berbagai pihak melalui koordinasi dan terintergrasi secara baik.

"Hari ini kita melihat satu unit heli yang cukup canggih dan menjadi kebanggaan kita bersama. Tentunya keberadaan heli ini memberikan dukungan kapasitas baik sarana dan prasarana maupun kompetendi sumber daya manusia dalam kesiapsiagaan, pencarian dan pertolongan korban bencana," ujar Gubsu.

Dikatakan Gubsu beberapa bencana alam yang terjadi di wilayah Sumut diantaranya gempa bumi, gunung api, tsunami, banjir, tanah lonsor,  kebakaran hutan dan lahan,  serta bencana sosial lainnya. Oleh karena perlu adanya upaya yang dilakukan untuk menurunkan indeks dari resiko bencana tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprovsu adalah dengan menyurati ke Kabupaten Kota agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan tanah lonsor sejak bulan November 2016 hingga Februari 2017 karena kondisi iklim yang ekstrim.

Dijelaskan Gubsu penempatan Heli SAR di Medan tidak lepas dari permohonan pihaknya kepada SAR Nasional melihat kondisi Sumut dan beberapa Provinsi sekitarnya yang rawan bencana.

"Alhamdulillah permohonan kita itu disetujui. Kita patut berterima kasih kepada Kepala SAR Nasional dan Basarnas. Kita berharap Heli Basarnas ini bekerja khususnya program kemanusian dan kegiatan lain. Mudah-mudahan ini akan bermanfaat," ujarnya.

Sementara itu Kepala SAR Nasional Marsekal Madya FHB Sulistiyo mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk bisa hadir dengan cepat ke daerah bencana sesuai dengan standart  SAR internasional. Salah satunya dengan menempatkan Helikopter Sar di Kota Medan. Keberadaan Heli ini lanjut Sulistiyo kawasan bencana di Sumatera bagian utara dan tengah yakni Aceh, Sumut, Padang, Pekan Baru, dan Jambi.
 
"Dengan wilayah ada setidaknya dibutuhkan 15 Heli untuk mendukung kinerjanya. Saat ini yang baru ada 5 unit dan secara bertahap akan ditambah sesuai dengan kemampuan anggaran. Setidaknya dengan penempatan Heli di Medan akan dapat mencover wilayah yang tadi saya sebutkan," ujar Marsekal Madya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala SAR Nasional berharap pemanfaatan Heli nantinya bisa didesain secara baik sehingga bisa dirasakan masyarakat terhadap jaminan pelayanan keselamatan masyarakat.

"Manajemen Operasional Heli harus ditata secara baik oleh Basarnas, TNI AU dan Pemda," harapnya.

Dijelaskannya ada dua hal yang selama ini gencar dilakukan SAR Nasional dan  komponen gabungan yakni menjadi bagian dengan Komunitas SAR Internasional. Oleh karenanya SAR Nasional tidak lepas dari negara-negara sahabat karena menjadi bagian dan diatur dengan organisasi Internasional.

"Oleh karena itu kita bersama Basarnas dan komponen gabungan gencar membangun untuk mendapatkan pengakuan bahwa kita patut diperhitungkan. Dalam tugas kemanusian kita sudah diakui oleh tujuh negara besar," pungkasnya.(BS03)

T#g:BNPBBasarnasSARbencana alamgempa
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kapal Ikan Helong 04 Tenggelam di Perairan Bisolo, 2 Korban Dalam Pencarian Basarnas dan Bakamla

    Beritasumut.com-Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Bakamla bersama Basarnas Kupang melanjutkan operasi bersama. Operas

  • satu minggu lalu

    Sampaikan Ucapan Dukacita, Presiden Jokowi Kenang Kalimat Sutopo BNPB

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyaraka

  • 2 minggu lalu

    Majelis Guru Besar Selangor Kunjungi Disdik Deli Serdang

    Beritasumut.com-Majelis Guru BSelangor Malaysia merasa kagum dengan konsep pendidikan yang adil dan berkualitas dengan dukungan SDM yang unggul dan

  • 2 minggu lalu

    BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

    Beritasumut.com-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tangg

  • 2 minggu lalu

    Bakamla Sambas Bersama Pos SAR Sintete Cari Korban Laka di Sungai Selakau

    Beritasumut.com-Personel Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Sambas Bakamla turut serta bersama Badan Nasional Pencarian dan P

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.