Peristiwa

Kepala Biro Protokol Presiden Bagi Ilmu dengan Protokol se-Sumut


Kepala Biro Protokol Presiden Bagi Ilmu dengan Protokol se-Sumut
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Setiap Presiden memiliki gaya kepemimpinan berbeda dan menjadi kewajiban protokol untuk memahami dan menye-suaikan diri. Tujuannya agar protokol bisa memberi pelayanan yang baik sehingga tugas kenegaraan bisa berjalan baik dan lancar. 
 
"Gaya kepemimpinan Pak Jokowi tentu berbeda dengan Pak SBY, berbeda dengan Bu Mega dan Presiden lainnya," ujar Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden RI Ari Setiawan SE MM berbagi pengalaman dan tips dengan para protokol se-Sumatera Utara, Selasa (12/09/2017) malam. 
 
Hal itu disampaikanya dalam acara Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Keprotokolan lingkup Kabupaten/kota se Provinsi Sumut di Fave Hotel, Jalan S Parman, Medan, 12-14 September 2017. Hadir dalam acara ini, Plt Sekda Provsu Ibnu S Hutomo, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas S Sitorus dan Kabag Keprotokolan Setda Provsu Moetaqien Hasrimy.
 
Dijelaskan Ari, bahwa setiap pemimpin memang punya gaya dan cara mengambil keputusan yang berbeda-beda. “Namun bukan presiden yang menyesuaikan dengan budaya istana, justru kami yang bisa merubah gaya, menyesuaikan dengan presiden. Tujuannya agar beliau tidak perlu habis waktu beradaptasi dan bisa fokus bertugas memimpin negara,” jelas Ari lagi.
 
Ari kemudian banyak bercerita tentang kebiasaan keprotokolan pada masa kepemimipinan Presiden Jokowi yang banyak dipengaruhi latar belakang sang Presiden. Misalnya setiap kunjungan ke daerah, Pak Jokowi melarang banyak pejabat menjemputnya di bandara, maksimal hanya lima pejabat didampingi istri masing-masing. Beliau dulunya pengusaha, kata Ari, suka yang praktis dan efisien. Jokowi menurutnya tidak mau banyak pejabat yang hadir justru mengganggu tugas-tugas pelayanannya di daerah.
 
Lebih jauh lagi, Ari menjelaskan dalam setiap acara yang digelar, protokol diibaratkannya sebagai seorang dirijen orkestra. Perencanaan merupakan hal yang sangat penting. “Demikian juga kesiapan diri sebagai  protokol, siap mental, rapi berpakaian, kebersihan, sol sepatu bahkan menentukan, protokol harus wangi dan menguasai medan, tau di mana tempat makan, di mana kamar kecil," jelas Ari.
 
Selain berbagi pengalaman selama puluhan tahun sebagai protokol di Istana Negara, Ari juga memberi motivasi kepada para protokol di daerah untuk tidak bosan belajar dan bekerja dengan ikhlas. Bekerja sebagai protokol menurutnya merupakan pengalaman yang sangat berharga. 
 
Sementara itu, Plt Sekda Provsu Ibnu S Hutomo yang berharap melalui sosialisasi bisa meningkatkan kemampuan dan wawasan para protokol.“Protokol identik dengan wajah atau performa suatu institusi, bahkan menjadi figur sentral pada setiap acara formal maupun semi formal. Karenanya upaya peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga protokoler di lingkup kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Utara merupakan bagian penting yang perlu mendapat perhatian bersama,” terang Ibnu.
 
Sedangkan Kabiro Humas dan Keprotokolan Ilyas S Sitorus menjelaskan acara sosialisasi yang melibatkan seluruh protokol se-Sumut adalah yang pertama kali digelar sejak 10 tahun terakhir. “Acara seperti ini sangat penting dan strategis bagi peningkatan kualitas SDM protokol sekaligus penguatan koordinasi dan jejaring sesama protokol di Sumut,” katanya. (BS03)
 

Tag:PresidenProtokolIstana Negara