Peristiwa

Kenaikan Tarif Angkot ‘Digantung’ Walikota Medan, Organda Ancam Mogok Massal

admin admin
Kenaikan Tarif Angkot ‘Digantung’ Walikota Medan, Organda Ancam Mogok Massal
Google

Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Rahudman Harahap mengaku pihaknya sudah membahas usulan kenaikan tarif angkutan kota (Angkot) Kota Medan oleh DPC Organda Kota Medan yang sudah disampaikan ke Pemko Medan.

“Usulan itu lagi dibicarakan semua instansi terkait,” kata Walikota Medan di Medan, Sumatera Utara, Ahad, (20/01/2013).

Ketika disinggung usulan tersebut digantung-gantung oleh Pemko Medan, Rahudman membantahnya. Diakuinya, untuk pembahasan usulan tersebut akan dibahas bersama forum lalulintas Kota Medan dengan melibatkan Organda Kota Medan.

“Itu kan harus melalui kajian yang mendalam terhadap pembahasan kenaikan tarif angkot. Untuk itu, kita akan melihat variabel-variabel di dalam usulan tersebut. Agar masyarakat selaku pengguna angkot, tidak merasa keberatan atas kenaikan tarif tersebut,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPC Organda Kota Medan Mont Gomery Munthe mengatakan, usulan kenaikan bagi penumpang umum perestafetnya sebesar Rp5 Ribu, sedangkan untuk pelajar perestafetnya Rp3 ribu.
“Usulan itu hasil rapat bersama. Jadi usulan kenaikan tarif tetap teratas tanpa melihat persen kenaikkan tarif angkot, dengan pengusulan tarif,” ujarnya.

Diakuinya, usulan Organda tidak akan secepatnya langsung diteken Walikota Medan Rahudman Harahap dikarenakan akan melalui beberapa tahapan dalam rapat bersama.

“Usulan itu baru diusulkan. Jadi, tidak secepatnya akan disetujui Walikota. Pasti usulan kenaikan tarif, akan turun,” pungkasnya.

Menurutnya, Walikota Medan harus bisa mengambil kebijakan terhadap kenaikan tarif angkot berdasarkan dari usulan Organda Kota Medan. Walau sampai saat ini dikauinya, pihaknya belum ada diundang untuk melakukan rapat bersama.

Kalau saja Walikota Medan Rahudman Harahap menggantung usulan kenaikkan tarif angkot ini, hingga nantinya tidak ada kejelasan, pihaknya mengancam akan menggelar aksi unjukrasa dengan melakukan stop operasi massal kembali.

“Kita lihat saja. Kalau usulan kita digantung tanpa ada kepastian, cuma satu solusinya dengan melakukan stop operasi massal dan menurunkan massa lebih besar lagi,” cetusnya. (BS-024)