Selasa, 17 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Kemenkominfo RI Masih Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat

Kemenkominfo RI Masih Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:00:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Masih tingginya distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis di Provinsi Papua dan Papua Barat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memutuskan melanjutkan pemblokiran data internet pada layanan operator seluler di sana.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemenkominfo RI, Ferdinandus Setu menyampaikan, pemblokiran layanan data atau internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal. “Untuk saat ini, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS,” katanya dilansir dari Setkab.go.id, Sabtu (24/08/2019).
 
Sebelumnya sejak Rabu (21/08/2019), Kemenkominfo telah melakukan pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi, dengan pertimbangan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, dan setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. “Pemblokiran berlaku hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal,” jelasnya. 
 
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat (23/08/2019) pukul 16.00, Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih terbilang tinggi.
 
Setidaknya 33 konten dan total 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/08/2019) siang. Ke-33 konten serta 849 tautan konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.
 
Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat, sekali lagi Kementerian Kominfo mengimbau warganet di seluruh tanah air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).
 
Kementerian Kominfo menerima pengaduan konten dari masyarakat melalui pesan whatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id serta melalui akun twitter @aduankonten. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenschot atau tangkapan layar dari konten negatif atau hoaks yang ingin diadukan. (BS09)
T#g:Berita hoaxInternet DiblokirKemenkominfo RIKerusuhan PapuaPapua Barat
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Menko Polhukam: Kondisi di Papua dan Papua Barat Sudah Normal

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memastikan kondisi terkini Papua dan Papua Barat be

  • 3 minggu lalu

    Aksi Unjuk Rasa Damai di Deiyai-Papua, Berujung Anarkis

    Beritasumut.com-Aksi unjuk rasa damai masyarakat, di bawah koordinator Stevanus Pigai (Ketua KNPB wilayah Kabupaten Deiyai/Koordinator Lapangan), y

  • 3 minggu lalu

    Panglima TNI Tatap Muka dengan Para Tokoh dari Papua

    Beritasumut.com-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, bersama Kapolri Jenderal Pol Prof HM Tito Karnavian PhD, melaksanakan tatap muka deng

  • 6 bulan lalu

    Kapuspen TNI Sebut Berita Hoax Bahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

    Beritasumut.com-Penyebaran informasi dan berita-berita bohong atau hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatu

  • 6 bulan lalu

    Panglima TNI Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Berita Hoax

    Beritasumut.com-Saat ini bangsa Indonesia telah memasuki perkembangan baru, yaitu Revolusi Industri 4.0. yang memiliki dampak positif dan negatif.

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.