Selasa, 20 Agustus 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Kemenag dan MUI Bahas Penyatuan Kalender Hijriyah

Kemenag dan MUI Bahas Penyatuan Kalender Hijriyah

Selasa, 21 Mei 2019 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumt.com-Kementerian Agama (Kemenag) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas rencana penyatuan kalender hijriyah dan moderasi beragama. Pembahasan ini dilakukan saat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersilaturahmi ke Kantor MUI, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 
 
Menag yang hadir didampingi Dirjen Bimas Islam Muhamadiyah Amin beserta jajarannya, Kepala Biro Humas Data dan Informasi Mastuki, serta Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda, menyampaikan rencana penyatuan kalender hijriyah merupakan impian dari banyak kalangan umat muslim di Indonesia.
 
“Ini merupakan aspirasi dan kehendak banyak kalangan bagaimana kita bisa memiliki sebuah kalender hijriyah yg menyatukan kita. Khususnya dalam kita menjalani ibadah, terkait dengan penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Dzulhijjah,” kata Menag dilansir dari laman kemenag, Selasa (21/05/2019).
 
Menag pun berharap agar MUI dapat menggelar halaqah dan mudzakarah untuk mengumpulkan para ahli falaq guna membahas hal tersebut. Menag menyampaikan Kementerian Agama akan memfasilitasi pelaksanaan mudzakarah tersebut.
 
Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin yang hadir menyambut Menag menyampaikan apresiasinya terhadap niat pemerintah tersebut. Proses ini menurutnya untuk melakukan penyatuan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Dalam penentuan awal bulan yang lazim dilakukan di Indonesia menggunakan wujudul hilal dan imkanur rukyat.“Kita mungkin tidak bisa menyatukan, tapi kita bisa lebih mendekatkan dua pendekatan yang ada ini,” ujar KH Ma’ruf Amin.
 
Sementara Sekjen MUI Anwar Abas menyatakan kesiapannya untuk sesegera melakukan mudzakarah. “Mungkin di bulan Juli atau Agustus mudzakarah dan halaqah yang dihadiri para ahli falaq, astronom dari ormas Islam dapat dilaksanakan,” tutur Sekjen MUI Anwar Abbas.
 
Menag mengatakan pemerintah optimis untuk melakukan penyatuan kalender hijriah, karena dua hal.  Pertama, karena selama ini Kemenag terus berdialog dengan ahli falaq, astronomi, dan banyak sekali kader-kader muda dari NU, Muhammadiyah, dan Ormas lain yang sangat menginginkan penyatuan ini. “Kedua, kami ingin menyelesaikan pendekatan ini dengan pendekatan ilmiah. Jadi biarkanlah ilmu yang menyelesaikan ini,” kata Menag.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan keinginan Kemenag untuk memasukkan moderasi beragama dalam RPJMN 2020-2024 yang tengah disusun oleh Bappenas. “Selama beberapa tahun terakhir, Kemenag secara serius telah menyampaikan wacana moderasi beragama ini,” jelas Menag.
 
MUI pun mendukung rencana memasukkan moderasi beragama dalam RPJMN. “Hal ini terkait dengan masa depan bangsa Indonesia. Kalau dalam Islam, namanya Wasathiyatul Islam fil Fikri wal harakat. Baik cara berpikir maupun gerakannya harus wasathiyah,” kata KH Ma’ruf Amin.(BS09)
 
T#g:Kalender HijriyahKemenagMUI
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Delegasi Amirul Hajj Usulkan Tahun Depan Buku Manasik Dilengkapi Panduan Perlindungan Jemaah

    Beritasumut.com-Delegasi Amirul Hajj Imam Addaruqutni mengusulkan agar di tahun mendatang, buku manasik dapat dilengkapi dengan panduan perlindunga

  • 4 hari lalu

    Seleksi Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2019 Dibuka Hingga 12 September

    Beritasumut.com-Dalam rangka memperingati Hari Santri 2019, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontre

  • satu minggu lalu

    Sambangi BPJPH, Muhammadiyah Siap Berperan sebagai Lembaga Pengawas Halal

    Beritasumut.com-Direktur Utama Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban (LPH-KHT) PP Muhammadiyah, Nadratuzzaman Hosen menyatakan pihakny

  • 2 minggu lalu

    PPIH Sebut 900 Petugas Haji Telah Diberangkatkan Menuju Arafah

    Beritasumut.com-Waktu menunjukkan pukul 00.30 Waktu Arab Saudi (WAS) ketika Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Ase

  • 2 minggu lalu

    Kemenag RI: Lebih 190Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Berada di Makkah

    Beritasumut.com-Sebanyak 193.300 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah. Mereka tergabung dalam 480 kloter disertai dengan 2.400 petugas.

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.