Sabtu, 25 Januari 2020

Kemenag RI Bahas Penanganan Kasus Haji Khusus

Rabu, 30 Oktober 2019 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Ada saja persoalan atau kasus yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus. Hal ini meniscayakan pengawasan yang fokus dan serius. Karenanya, dibutuhkan pengawas yang kompeten dan tegas. 
 
"Marwah sebagai pengawas harus ditegakkan agar tidak jadi preseden buruk. Penegakkan aturan harus jadi prioritas ke depan. Kalau perlu pengawas diambil dari kepolisian," tegas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah saat membuka Orientasi Penanganan Kasus Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus tahun 2019 di Malang, Rabu (30/10/2019). 
 
Hadir, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim. Orientasi diikuti Kabid Haji dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia. Orientasi akan berlangsung tiga hari, 30 Oktober - 1 November 2019.
 
Nizar menilai orientasi kali ini penting sehubungan terbitnya UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Ke depan, pengawasan haji khusus dan umrah tidak hanya terpusat dilakukan oleh Ditjen PHU, tapi juga oleh Kasi Bina Umrah dan Haji Khusus di Kanwil Kemenag Provinsi. "Kerja cepat dan akurat dalam pengawasan. Kita ingin optimalkan tusi kita agar berjalan bagus," pesan Nizar, dilansir dari Kemenag.go.id, Rabu (30/10/2019). 
 
Sebelumnya, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim melaporkan bahwa Ditjen PHU selama ini melakukan pengawasan kepada seluruh rangkaian pelaksanaan tugas Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), mulai dari pendaftaran hingga pasca operasional haji. Dari proses pengawasan tersebut, Arfi mengidentifikasi sejumlah persoalan yang terjadi dan berpotensi muncul. "Ada dana BPIH Haji Khusus yang tidak disetorkan ke rekening PIHK. Sebagian jemaah ada yang tidak tahu PIHKnya, karena tidak daftar ke PIHK langsung," tutur Arfi memaparkan sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan haji khusus. 
 
Masalah lainnya, terkait jemaah yang dipersulit saat akan melakukan pembatalan. Ada juga jemaah yang tidak dilayani PIHK saat mengurus perpindahan PIHK. Termasuk juga jemaah yang sudah melunasi biaya haji khusus, tapi tidak jadi diberangkatkan. "Masalah lainnya adalah layanan yang tidak sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal), serta jemaah sakit tidak dapat pendampingan dari PIHK," tandasnya. 
 
Arfi berharap orientasi kali ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang sama kepada pejabat bidang haji dan umrah di Kanwil Kemenag, utamanya terkait penyelenggaraan haji khusus dan umrah. Sebab, sesuai UU PIHU, pengawasan umrah dan haji khusus ke depan juga dilakukan Kanwil. Tugas pengawasan juga akan bertambah seiring adanya regulasi baru tentang visa mumalah.
 
"Kemenag perlu mengawasi PIHK yang memberangkatkan visa mujamalah. Apalagi visa mujamalah biasanya didapat di masa injurytime sehingga ada potensi jemaah yang sudah lunas, tidak jadi berangkat karena masalah administrasi yang sudah terlalu mepet. Semua ini harus diawasi bersama," tandasnya. (BS09)
T#g:Haji Khususibadah hajiKemenag RiPPIH
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Menteri Agama Ingatkan Pimpinan PTKIN Cetak Generasi Unggul dan Nasionalis

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi menerima 40 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menag mengingatkan aga

  • 2 hari lalu

    Rekrutmen Petugas Haji, Menag Pesankan yang Amanah dan Bertanggung Jawab

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) RI akan merekrut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1441H/2020M. Menag Fachrul Razi mengingatkan

  • 3 hari lalu

    Menag Kunjungi Maha Vihara Duta Maitreya di Batam, Fachrul Razi: Gelorakan Dunia Satu Keluarga

    Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengunjungi Maha Vihara Duta Maitreya yang berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)

  • 3 hari lalu

    Nomor Seri Buku Nikah Dicuri, Ini Respon dari Kemenag

    Beritasumut.com-Menanggapi kasus pencurian sebanyak 366 buku nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Deket, Lamongan, Kasubdit Bina KUA Ditjen Bimas Islam

  • 4 hari lalu

    Kemenag RI Sebut Serapan Anggaran Ditjen Pendis Tertinggi 5 Tahun Terakhir

    Beritasumut.com-Serapan anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) tahun 2019 mencapai 96,56%. Sekretaris Ditjen Pendis Imam Saf

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.