Senin, 20 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Kemenag Janji Akan Bina Pesantren Radikal Hasil Temuan BNPT

Kemenag Janji Akan Bina Pesantren Radikal Hasil Temuan BNPT

Minggu, 24 November 2019 10:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan akan terus memantau perkembangan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Hal ini disampaikan Menag menanggapi temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebutkan terdapat pesantren yang terindikasi radikal.
 
Menag menuturkan, pihaknya akan memberikan pembinaan bila temuan tersebut terbukti benar. “Kita akan terus amatilah. Kita tidak akan serta merta membubarkan walaupun ada indikasi. Kita akan membina terlebih dahulu,” ujarnya dilansir dari Kemenag.go.id, Minggu (24/11/2019).
 
Fachrul menegaskan, Kemenag selalu membuka ruang dialog untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul, termasuk penanggulangan radikalisme. Langkah hukum akan menjadi pilihan terakhir bilamana dialog dan musyawarah tidak dapat dilakukan lagi. “Kita akan mencoba semuanya dengan pendekatan musyawarah kalau nanti suatu waktu tidak bisa baru kita akan ada langkah-langkah hukum. Tapi akan kita hindarilah langkah-langkah seperti itu. Saya katakan ruang dialog itu selalu ada untuk masalah apapun,” tegas Menag. 
 
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa Kemenag telah melakukan verifikasi terhadap hal tersebut dengan menurunkan tim dari Balitbang dan Diklat. “Dari data (BNPT) itu setelah ditindaklanjuti oleh Balitbang,kalau tidak salah ada dua saja yang terindikasi (radikal), dari 12 atau 16 nama (pesantren) dari BNPT. Setelah ditindaklanjuti, dilakukan penelitian hanya ada dua saja," sebut Kamaruddin. 
 
Kamaruddin menyampaikan, selanjutnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebagai unit eselon I yang menangani pesantren, akan menindaklanjuti hasil dari Balitbang tersebut. “Kami baru mendapat informasi secara umum saja, kabarnya hanya dua pesantren yang berpotensi (radikal). Ini baru potensi ya, jadi masih harus kami validasi lagi,” paparnya.
 
Senada dengan Menag, Kamaruddin menyampaikan bahwa pembinaan akan menjadi langkah yang pertama akan ditempuh untuk mengatasi hal tersebut. “Meskipun hanya dua, di antara puluhan ribu pesantren yang ada, ini tetap menjadi perhatian kami. Karena walaupun jumlahnya tidak sampai satu persen, virus ini kan harus tetap kita antisipasi,” tandas Kamaruddin. (BS09)
T#g:BNPTKemenagPesantrenRadikalTerorterorisme
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Dirjen PHU Kemenag Minta Masyarakat Laporkan Bila Ada Pungli untuk Layanan Haji

    Beritasumut.com-Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Nizar Ali meresmikan Pusat Layanan Ha

  • 7 hari lalu

    Wagub Sumut Musa Rajekshah Harapkan Pesantren Dapat Berdayakan Ekonomi Umat

    Beritasumut.com-Selain menyebarkan dakwah kepada umat, pesantren memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Salah satunya pemberdayaan ekonomi umat d

  • satu minggu lalu

    Tak Penuhi Syarat, 11 Penyelenggara Umrah Ini Dicabut Izinnya oleh Kemenag RI

    Beritasumut.com-Kementerian Agama mencabut izin operasional 11 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Di

  • 2 minggu lalu

    Kemenag RI Terima Hibah Tanah Pembangunan Asrama Haji Medan

    Beritasumut.com-Menag Fachrul Razi menerima sertifikat hibah lahan seluas 7.500 m2 untuk Asrama Haji Medan yang baru dari Pemerintah Kabupaten Tapa

  • 2 minggu lalu

    Air Banjir Bisa Jadi Alat Bersuci? Ini Penjelasan Dosen UIN Banten

    Beritasumut.com-Memasuki musim banjir, taharah atau bersuci adakalanya wajib dan sunnah bagi Umat Islam. Taharah menjadi wajib ditentukan berdasark

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.