Peristiwa

Kecewa di Poldasu, Pengacara RPM Tambunan Akan Bawa Perkara Sengketa Tanah ke Mabes Polri


Kecewa di Poldasu, Pengacara RPM Tambunan Akan Bawa Perkara Sengketa Tanah ke Mabes Polri
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Mantan Bishop (pemimpin pendeta) Gereja Methodist Indonesia, RPM Tambunan mengaku kecewa karena kasus dugaan pemalsuan surat tanah berujung pada penyerobotan lahan miliknya yang ditangani Polda Sumut (Poldasu) tak kunjung tuntas. Tambunan didampingi pengacaranya, Rinto Maha pun mendatangi Gedung Ditreskrimum Poldasu.
 
Rinto menegaskan, jika dalam dua minggu ke depan kasus ini tidak kunjung tuntas, maka dia akan mencabut perkara tersebut dan membawanya ke Mabes Polri.
 
"Yang simple-simple saja, jangan diputar-putar. Ini sudah terang benderang, ini kasus pemalsuan. Hadirkan saja si Tumiar itu, bisa tidak? Sudah jelas itu bodong. Ini sudah jelas barang buktinya, petunjuknya, saksi-saksinya, mau apa lagi? Kita minta tangkap semua pelaku pemalsuan dan penyerobotan lahan klien (RPM Tambunan) kami. Jika dua minggu ini tak tuntas juga, akan kami cabut kasus ini dan akan kami lapor ke Mabes Polri," papar Rinto kepada wartawan, Kamis (04/05/2017).
 
Pengacara yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Pengacara Rakyat Sumatera Utara (SPR-SU) menambahkan, saat ini lahan milik RPM Tambunan juga kembali dipermainkan mafia tanah. Lahan tersebut dijual oleh Fritten Nela Sembiring ke Evidona Siregar. Dan kasus itu sudah dilapor ke Polrestabes Medan dengan bukti lapor No: STTLP/432/K/II/2017/SPKT Polrestabes Medan tanggal 27 Februari 2017 yang diterima Kanit SPKT 'C" Iptu A Simbolon dengan dugaan tindak pidana penipuan.
 
"Lahan milik klien kami ini juga dijual lagi oleh mafia tanah itu sama orang lain. Dan sekarang sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan atas nama pelapor Evidona Siregar dengan terlapor Fritten Nela Sembiring. Jadi ini yang bermain kepala lingkungan (kepling), lurah, terlapor Fritten Nela Sembiring. Si Fritten Nela Sembiring ini mendapat SK dari mafia tanah Teguh Kaban," tegasnya.
 
Terpisah, Pjs Kasubdit II/Harda-Bangtah, AKBP Jistoni Naibaho yang dikonfirmasi wartawan terkait masalah itu, mengaku belum bisa berkomentar. "Besoklah ya, saya belum tahu lagi perkembangan kasus itu sekarang. Besok saya jelaskan," pungkasnya.(BS04)
 

Tag:Mabes PolriPoldasuRPM Tambunansengketa tanahTanah