Peristiwa

Kasus Pembunuhan di Sumut Tinggi, Psikolog Himbau Jangan Gantikan Pengasuhan Anak pada TV atau Gadget


Kasus Pembunuhan di Sumut Tinggi, Psikolog Himbau Jangan Gantikan Pengasuhan Anak pada TV atau Gadget
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) dari Januari sampai dengan Oktober 2018, jumlah kasus pembunuhan mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.
 
Direktur Minauli Consulting, Irna Minauli kepada wartawan, Sabtu (10/11/21018), mengatakan, meningkatnya kasus pembunuhan tampaknya menjadi trend di banyak tempat. Menurut dia, kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan, karena dapat menimbulkan kecemasan dan perasaan tidak aman. 
 
Menurut Irna, dalam upaya pencegahan kasus pembunuhan, peran keluarga harus menjadi kunci utama. Hal ini dimulai dari pembentukan komunikasi yang baik dalam keluarga, yang mengharuskan setiap orangtua hadir dalam pengasuhan anak."Jangan gantikan pengasuhan anak pada televisi atau gadget," jelasnya.
 
Karenanya menurut Irna, kasus pembunuhan akan terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi belakangan ini, dengan turut meningkatnya trend kasus perceraian, di mana berdasarkan riset, bahwa para pelaku kejahatan umumnya adalah seorang fatherless (tidak memiliki figur ayah)."Selain itu pasangan yang bercerai juga bisa cenderung untuk melakukan tindakan kejahatan," terangnya.
 
Sebelumnya, Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak menyampaikan, pada bulan Januari hingga Oktober 2018 pihaknya mencatat sudah terdapat 96 kasus pembunuhan terjadi di Sumut. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017 dimana terdapat 78 kasus.
 
"Dari 96 kasus pembunuhan ini, sebanyak 95 kasus atau 98,5% nya sudah berhasil diungkap. Kalau di tahun 2017, jumlah kasus yang berhasil diungkap ada 86 kasus, yang terdiri dari ungkapan kasus tahun 2016 dan juga tahun 2017," pungkasnya.(BS04)
 

Tag:gadgetIrna MinauliPembunuhanPolda Sumut