Minggu, 15 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Kasus Lahan Kantor Desa Sukaraya, Perangkat Desa Gelapan Ditanya Hakim Ketua PN Lubuk Pakam

Kasus Lahan Kantor Desa Sukaraya, Perangkat Desa Gelapan Ditanya Hakim Ketua PN Lubuk Pakam

Jumat, 24 Mei 2019 19:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam menggelar sidang lapangan yang dipimpin Hakim Ketua PN Lubuk Pakam Anggalanton Boang Manalu SH.Sidang ini dilakukan terkait kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu. Pasalnya, oknum Kepala Desa Sukaraya bernama Budi Santoso telah memunculkan surat tanah baru diduga palsu pada tahun 2015 yang telah dilegalisir tahun 2019. 
 
Dalam sidang lapangan itu, Hakim Ketua bertanya kepada Budi selaku perangkat Desa Sukaraya, hanya bisa gelagapan ditanya asal usul tanah yang berdasarkan perjanjian surat sewa-menyewa dari tahun 1983 dan berakhir tahun 1988 dengan total luas tanah lebih kurang 500 meter. "Masa Kepala Desa Sukaraya tidak tau asal usul tanah yang sudah dikuasai oleh Kantor Desa Sukaraya sampai saat ini diduga sebagai pemilik tanah," tanya Manalu, Jumat (24/05/2019).
 
Sebelumnya, Budi mengaku tidak bermasalah dengan penguasaan lahan tersebut. "Silahkan gugat sampai ke pengadilan. Kita jumpa di pengadilan saja," terang Budi yang pernah dikunjungi oleh Almarhum Marsimin selaku pemilik lahan pada tahun 2015 lalu.
 
Hingga saat ini penguasaan objek tanah yang sudah dibangun Kantor Desa Sukaraya itu masih dikuasai oleh oknum Kepala Desa Sukaraya tersebut. Begitu juga Budi merasa tidak bermasalah yang sudah memunculkan surat baru tersebut. Padahal, kasus itu sudah berperkara sampai di PN Lubuk Pakam. 
 
Budi Santoso mengaku, kehadiran Hakim Ketua PN Lubuk Pakam di Desa Sukaraya hanya mengambil keterangan dan saksi-saksi yang mengetahui objek lahan tersebut. "Hanya mengambil keterangan saja dan memeriksa saksi yang mengetahui objek lahan," jelas Budi yang selalu mengelak dan tidak tau mengenai tanah tersebut saat ditanya. 
 
"Mudah-mudahan Budi masuk penjara," timpal Sumarno selaku alih waris Almarhum Marsimin seraya berharap adanya keadilan berpihak kepada keluarga besar almarhum Marsimin yang sudah berjuang puluhan tahun lamanya.(BS04)
T#g:Kasus Lahan Kantor Desa SukarayaPN Lubuk PakamTanah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Lahan Diserobot Mafia Tanah, Ahli Waris Minta Keadilan di Polrestabes Medan

    Beritasumut.com-Penyerobotan lahan dilakukan mafia tanah masih berlanjut di Kota Medan. Kali ini, selaku ahli waris lahan yang ada di Monginsidi 3

  • 2 minggu lalu

    Masih 80 Juta Belum Selesai, Presiden Jokowi: Yang Sudah Pegang Sertifikat Tanah Harus Bersyukur

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, hingga tahun 2015 lalu, dari 125 juta bidang tanah yang harus bersertifikat baru 40 jut

  • 3 minggu lalu

    Kerap Pesta Sabu di Salon Mexsi, Polres Tanah Karo Amankan 6 Pelaku

    Beritasumut.com–Disinyalir kerap pesta narkoba dan terlibat dalam transaksi Sabu-sabu, enam orang pelaku, dua diantaranya wanita, berikut bar

  • 4 minggu lalu

    Permudah Pendanaan, Anggaran Pengadaan Tanah Proyek Strategis Nasional Makin Fleksibel

    Beritasumut.com-Untuk mempermudah proses pendanaan pengadaan tanah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN), kin

  • satu bulan lalu

    Lewat Program TORA, Pemerintah Siapkan 938 Ribu Hektar Tanah HPK Untuk Rakyat

    Beritasumut.com-Pemerintah mencadangkan kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK) tidak produktif seluas 938.879 hektare dan untuk pencetakan sawah bar

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.