Peristiwa

Kasus Kain Kasa Tertinggal di Perut Bayi, Polda Sumut Periksa 7 Saksi


Kasus Kain Kasa Tertinggal di Perut Bayi, Polda Sumut Periksa 7 Saksi
BERITASUMUT.COM/IST
Polda Sumut
Beritasumut.com-Penyidik Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Sumut tengah mendalami kasus dugaan malpraktik RS Columbia Asia Medan, Jalan Listrik, Medan.Sebanyak 7 saksi dari RS Siloam sudah diperiksa, di antaranya paramedis, pegawai penerima pendaftaran tamu dan sejumlah dokter yang melakukan operasi terhadap Ferdinan (1,7 tahun).
 
"Saksi sudah 7 orang kita periksa, semuanya dari RS Siloam, sementara dari RS Columbia akan kita periksa pekan depan," kata Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus AKBP Robin Simatupang, Selasa (13/09/2016).
 
Robin mengatakan, setelah pihaknya memeriksa pihak RS Siloam, kemudian akan dilanjutkan pemeriksaan pihak managemen RS Columbia termasuk tim yang melakukan operasi terhadap korban, Ferdinan."Rencana kita, tanggal 19 September 2016, kita periksa pihak RS Columbia," jelasnya.
 
Dari kasus itu, sambung Robin, pihaknya sudah menyita barang bukti berupa kain kasa yang diambil dari perut Ferdinan, rekam medis dari RS  Columbia dan RS Siloam.
 
Dijelaskan, awalnya korban Ferdinan dioperasi pihak RS Columbia. Usai operasi setelah diperbolehkan pulang, perkembangan kesehatan balita itu tidak mengalami tanda-tanda penyembuhan.Kemudian, Ferdinan dibawa ke RS Siloam. Akan tetapi, setelah diperiksa, ditemukan kain kasa diperut Ferdinan. Diduga, kain kasa itu tertinggal saat dilakukan operasi di RS Columbia.
 
Akhirnya, Joe, orangtua Ferdinan melaporkan pihak RS Columbia ke Polda Sumut dengan bukti laporan No.STTLP/1016/VIII/2016/SPKT”II” tanggal 8 Agustus 2016 dalam sangkaan melakukan malpraktik.Atas laporan pengaduan itu, penyidik Subdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Poldasu melakukan penyelidikan.
 
Dalam kasus itu, penyidik menerapkan Pasal 79 huruf c junto Pasal 51 huruf a UU RI No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, junto Pasal 20 ayat 1 huruf a s/d huruf i Permenkes RI No.2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. 
 
Sementara informasi diperoleh, tim yang melakukan operasi terhadap Ferdinan di RS Columbia antara lain dr Mahyono. Dokter penyakit dalam itu disebut-sebut sudah dipanggil penyidik Poldasu untuk diperiksa pekan depan.
 
Sebelumnya beredar informasi yang menyebutkan, Penyidik Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Sumut menetapkan manajamen RS Columbia, dr Mahyono sebagai tersangka kasus dugaan malpraktik korban Ferdinan (1,7 tahun)."Penyidik Unit III Subdit IV Tipidter sudah menetapkan manajemen RS Columbia sebagai tersangka kasus dugaan malapraktek," terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan, Selasa (13/09/2016).
 
Kata Rina, atas dugaan malapraktek tersebut tersangka dr Mahyono disangka melanggar Pasal 79 huruf c junto Pasal 51 huruf a UU RI No.29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, junto Pasal 20 ayat 1 huruf a s/d huruf i Permenkes RI No.2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. 
 
Dijelaskannya, dr Mahyono ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan operasi terhadap korban. Penyidik juga memeriksa saksi tim dari RS Siloam terkait pelaksanaan operasi korban."Barang bukti kain kasa sudah kita sita dan dititipkan di RS Siloam. Kita juga menyita rekam medis dari RS  Columbia dan RS Siloam," pungkas Rina.(BS04)

Tag:Polda Sumut