Peristiwa

Kasus Human Trafficking PT Cut Sari Asih, Subdit Renakta Wacanakan Penerbitan DPO

Kasus Human Trafficking PT Cut Sari Asih, Subdit Renakta Wacanakan Penerbitan DPO
BERITASUMUT.COM/BS04
Salah satu korban saat melapor ke LBH Medan.
Beritasumut.com-Unit 2 Subdit IV/Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumut mewacanakan penjemputan hingga penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Angel dan ibunya, Sri Saptini.Namun, katanya langkah tersebut akan diambil setelah pihaknya melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut.
 
"Kita dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara untuk mendapatkan petunjuk langkah apa yang akan kita lakukan selanjutnya," kata Kanit 2 Subdit IV/Renakta, Kompol Feriana Gultom, Selasa (04/10/2016).
 
Dia menambahkan, saat ini pihaknya merasa kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut. Katanya, mereka kesulitan karena belum mendapatkan data pembanding, tidak memiliki saksi dan belum mengetahui keberadaan Angel. "Namun kita tetap berupaya (menyelesaikan kasus)," katanya.
 
Menurutnya, pihaknya sudah dua kali melakukan pemanggilan terhadap Angel dan Sri Saptini. Namun pihaknya belum mendapatkan respon sehingga pihaknya akan berencana untuk melakukan penjemputan paksa."Kita sudah kirimkan surat pemanggilan ke rumah mereka yang beralamat di Johor dan di Jakarta," katanya.
 
Untuk mencegah Angel dan ibunya kabur dan meninggalkan Indonesia, Feriana juga mengatakan bisa saja pihaknya menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada mereka. Namun karena keduanya masih berstatus saksi hal tersebut urung dilakukan."Nanti kita lihat apakah penyidik sudah cukup memiliki bukti-bukti untuk menjadikan Angel tersangka," katanya.
 
Namun wacana penjemputan tersebut masih belum bisa dilakukan karena pihaknya masih menunggu bukti-bukti pembanding dari NTT dan LBH Medan. Data tersebut adalah Kartu Tanda Penduduk yang menurut Ambrosia Kusi atau Rosa dipalsukan Angel."Jadi sementara ini kita menunggu data tersebut. Karena kalau kami buat pasal pemalsuan tapi kami belum punya data kan tidak bisa," jelasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan human trafficking pada jasa penyalur tenaga kerja PT Cut Sari Asih di Jalan Eka Rasmi, Komplek Taman Ubud, No.3B, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, yang dilakukan penyidik Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut jalan di tempat. 
 
Angel selaku pemilik PT Cut Sari Asih dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ke Polda Sumut. Laporan mereka ke Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut sesuai dengan LP / 976/VII/SPKT-I tertanggal 28 Juli 2016.
 
Angel dilaporkan karena kerap menyiksa PRT yang akan disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Angel diduga melanggar Pasal 2 UU No.21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.Dua korbannya adalah dan Ambrosia Kusi yang berasal dari Desa Obe, Kecamatan Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.(BS04)