Peristiwa

Kader PDI-P Boydo Panjaitan Diculik dan Dipukuli, Poldasu: Pelaku Sudah Diamankan


Kader PDI-P Boydo Panjaitan Diculik dan Dipukuli, Poldasu: Pelaku Sudah Diamankan
BERITASUMUT.COM/IST
Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan
Beritasumut.com–Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan seorang pria yang terlibat penculikan dan penganiayaan terhadap anggota DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan. Namun pihak kepolisian masih menyembunyikan identitas pelaku.
 
Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian dilansir dari Tribratanews.sumut.polri.go.id, Rabu (15/05/2019) membenarkan penangkapan ini. Akan tetapi, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan barang bukti lainnya. “Ya, memang benar, ada kita amankan. Masih pengembangan ke pelaku dan barang bukti lain,” ucapnya.
 
Saat ditanya lebih mendalam tentang identitas pelaku, Kombes Pol Andi belum mau menjelaskan lebih mendalam terkait kasus ini. “Masih pengembangan, sabar dulu ya,” jelasnya.
 
Sebelumnya, saat penghitungan suara di Hotel Grand Inna, Medan, Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan diculik sejumlah pria. Boydo dipukuli di tempat sepi dan gelap. Info diperoleh, Boydo diculik saat menjadi saksi pada perhitungan ulang suara di hotel yang terletak di Jln Putri Hijau, Medan, Jumat (10/05/2019) lalu.
 
Pada Minggu (12/05/2019), Boydo mengakui terjadinya peristiwa penculikan tersebut. “Iya, memang dibawa (diculik). Iya kenal sama orangnya (para penculik),” kata politisi PDIP ini. Dia menuturkan, kasus ini sudah dilaporkannya ke Polrestabes Medan pada Sabtu (11/05/2019). Laporan itu tertuang bernomor STTLP/1011/V/2019/SPKT Restabes Medan.
 
Boydo mengaku, penganiayaan terjadi di lahan kosong Jalan Flamboyan Raya, Kec Medan Tuntungan. “Sudah dilaporkan ke Polrestabes kasusnya, tapi karena petunjuk Pak Junimart Girsang, mungkin akan diminta untuk ditangani Polda,” ucap Boydo seraya mengaku masih mengalami trauma.
 
Terpisah, politisi senior PDIP Junimart Girsang tampak marah dengan peristiwa yang menimpa Boydo. Menurutnya, kasus yang menimpa Boydo merupakan aksi premanisme dan tak bisa dibiarkan. “Saya sudah berkomunikasi dengam Mabes Polri untuk mengawal kasus ini,” ucap Junimart, Minggu (12/05/2019).
 
Junimart pun mengungkap kalau Boydo juga dianiaya. “Saya telepon Boydo setelah dia bebas (dari penculikan). Penuturan Boydo, dia diculik saat rekapitulasi suara, dibawa dengan mobil merah ke tanah garapan. Boydo dipukuli di lokasi sunyi dan gelap. Saya tidak bisa membayangkan kader PDIP diperlakukan begitu,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.
 
Junimart melanjutkan, dia lantas meminta Boydo membuat visum dan melaporkan ke Polrestabes Medan. “Boydo sempat tidak mau membuat laporan. Tapi, saya sebagai organ partai meminta dia selaku kader melaporkan ini ke kepolisian,” tutur Junimart.
 
Junimart menyebut penganiaya Boydo adalah salah seorang calon anggota legislatif DPRD Medan. “Pelakunya seorang caleg. Memang dari PDIP juga. Tapi, hal seperti ini tidak bisa ditolerir. Boydo itu kader PDIP murni. Dia anggota dewan dan pengurus PDIP Kota Medan. Seorang Boydo saja berani diperlakukan seperti ini, bagaimana yang lain? Pandangan saya caleg belum tentu kader,” jelas Junimart. (BS09)
 

Tag:Boydo PanjaitanKader PDI-PKader PDI PpenculikanPenganiayaanPoldasu