Selasa, 22 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • KPK: Bupati Batubara Diduga Terima Fee Senilai Rp 4,4 Miliar dari Tiga Proyek Infrastruktur

KPK: Bupati Batubara Diduga Terima Fee Senilai Rp 4,4 Miliar dari Tiga Proyek Infrastruktur

Jumat, 15 September 2017 11:48:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, mengatakan, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen diduga menerima suap berupa fee dengan total Rp 4,4 miliar dari tiga proyek infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017.
 
Dengan rincian, Rp 4 miliar dari kontraktor Maringan yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Fee tersebut terkait proyek pembangunan dua jembatan di Kabupaten Batubara, yakni pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp 32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMU dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan PT T. Sementara, Rp 400 juta sisanya merupakan fee yang diperoleh OK Arya dari Syaiful terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp 3,2 miliar.
 
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi Rabu (13/09/2017) tersebut, total uang tunai yang diamankan Rp 346 juta. KPK menduga, uang tersebut bagian dari fee atau suap untuk Bupati. KPK mengamankan delapan orang, lima diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bupati OK Arya, Kadis PUPR Helman, pemilik dealer mobil Sujendi dan dua kontraktor yakni Maringan dan Syaiful.
 
Uang suap yang diterima OK Arya diberikan melalui Sujendi dan Kadis PUPR Helman. KPK menemukan buku tabungan dengan saldo Rp 1,6 miliar, yang diduga bagian dari fee Rp 4,4 miliar untuk Bupati. Buku tabungan itu ada dalam penguasaan Sujendi.
 
Dalam kasus ini, pihak yang diduga sebagai penerima suap yakni Bupati OK Arya Zulkarnaen, Kadis PUPR Helman Herdady, dan Sujendi. Sementara pihak yang diduga sebagai pemberi suap yakni Maringan dan Syaiful, selaku kontraktor proyek.
 
Operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati OK Arya Zulkarnaen dimulai dari laporan masyarakat kepada KPK tentang akan terjadinya transaksi suap. KPK menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pengecekan.
 
Pada Selasa (12/09/2017), KPK mengetahui Bupati OK Arya meminta Sujendi Tarsono alias Ayen, seorang pemilik dealer mobil, agar mempersiapkan uang Rp 250 juta yang akan diambil pada Rabu (13/09/2017), oleh pihak swasta berinsial KHA. KHA diminta mengambil uang di dealer mobil Sujendi di daerah Petisah, Kota Medan.
 
Pada Rabu (13/09/2017), sekitar pukul 12.44 WIB, KHA masuk ke dealer mobil Sujendi dan tak lama kemudian dia keluar sambil menenteng kantong kresek berwarna hitam. Tim KPK mengikuti mobil KHA dan mengamankan dia di sebuah jalan menuju daerah Amplas.
 
"Di dalam mobil KHA, tim mendapatkan uang tunai senilai Rp 250 juta yang dimasukkan dalam kantong kresek berwarna hitam," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/09/2017).
 
Kemudian, penyidik KPK membawa KHA kembali ke dealer mobil milik Sujendi, dan mengamankan Sujendi beserta dua orang karyawannya. Keempatnya dibawa ke Polda Sumatera Utara. Setelah itu sekitar pukul 13.00 WIB, tim KPK mengamankan Maringan Situmorang, seorang kontraktor di rumahnya di Kota Medan.
 
Basaria mengatakan, menjelang petang, tim KPK mengamankan kontraktor lainnya yaitu Syaiful Azhar, dan Kepala Dinas PUPR Batubara Helman Herdady. Keduanya diamankan di rumahnya yang berlokasi di Medan.
 
Pada pukul 15.00 WIB, di Kabupaten Batubara, tim KPK yang lain mengamankan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen beserta supir istri bupati berinisial MNR, di rumah dinas bupati.
 
Dari tangan MNR disita uang Rp 96 juta yang merupakan sisa dana dari permintaan Bupati pada hari sebelumnya. Selain itu, uang sebesar Rp 100 juta yang ditransfer Sujendi kepada AGS, seorang staf Pemkab Batubara.
 
Setelah itu tim bergerak mengamankan AGS di rumahnya di Kabupaten Batubara. "Ditemukan buku tabungan BRI atas nama AGS yang berisikan transfer uang," ujar Basaria.
 
Sejumlah pihak yang diamankan itu sempat menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Utara. Pada Rabu malam, tim KPK menerbangkan delapan orang yang diamankan itu ke Kantor KPK di Kuningan, Jakarta, dan tiba Kamis dini hari pukul 01.00 WIB.(BS01)
T#g:OTT Bupati BatubaraOTT KPK
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Dzulmi Eldin Terjaring OTT KPK, Tokoh Masyarakat Prihatin

    Beritasumut.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara pada Selasa-Rabu, 15-16 Oktober

  • 5 hari lalu

    Tersangka Suap, KPK Tahan Walikota Medan Dzulmi Eldin

    Beritasumut.com-KPK telah menahan Walikota Medan Dzulmi Eldin yang merupakan tersangka kasus dugaan suap. Dia diduga menerima suap total Rp 330 jut

  • 6 hari lalu

    Terjaring OTT, Walikota Medan Dzulmi Eldin Sudah di Gedung KPK

    Beritasumut.com-Walikota Medan Dzulmi Eldin yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tiba di gedung KPK. Eldin hanya diam saat dibawa masuk ke d

  • 6 hari lalu

    OTT KPK, 6 Orang Pejabat Pemko Medan Diperiksa di Polrestabes Medan, Walikota Diboyong ke Jakarta

    Beritasumut.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan  Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada pejabat daerah Kota Medan, total ada 6 orang

  • 3 bulan lalu

    Kemendagri Sebut OTT Jual Beli Jabatan Oleh Kepala Daerah Tindakan Memalukan

    Beritasumut.com-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) prihatin dengan masih adanya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkat Tangan (OTT) oleh pen

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.