Rabu, 20 November 2019

KKP Pulangkan 11 Nelayan Sumut Dari Malaysia

Sabtu, 16 Maret 2013 17:51:00
BAGIKAN:
Google

Medan, (beritasumut.com) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dibantu Konsulat Jenderal RI di Penang, Malaysia, memulangkan 11 orang nelayan asal Kabupaten Langkat dan Kota Medan, Sumatera Utara yang sebelumnya ditangkap Pemerintah Malaysia. 

Kesebelas orang nelayan tersebut tiba di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan dengan menggunakan dua kapal yang dipakai untuk menangkap ikan, Jumat (15/03 2013) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kesebelas nelayan yang berhasil dipulangkan tersebut adalah Helmi Suheri, Muhammad Amin, Juhaeri, Vikindra (nelayan asal Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan) yang ditangkap pada 1 Maret 2013, serta Iwan, Darwidin, Amri, Ahmad Dani, Zakaria, Muhammad Rio, dan Hasanuddin (nelayan asal Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat) yang ditangkap pada 2 Maret 2013. Kesebelas nelayan tersebut ditangkap aparat Malaysia karena dituduh melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Malaysia.

Setibanya di PPS Belawan, kesebelas nelayan tersebut diterima Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang bertindak atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya menyerahkan para nelayan tersebut kepada pihak keluarga. 

"Pemulangan nelayan ini merupakan wujud kepedulian KKP terhadap nasib para nelayan Indonesia, kami mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, namun bila ternyata terdapat nelayan yang tertangkap, maka kami akan secara proaktif bekerjasama dengan pihak berkompeten, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, untuk mengupayakan pemulangan para nelayan" ujar Direktur Jenderal PDSKP Syahrin Abdurrahman SE.

Pemulangan kesebelas orang nelayan asal Kota Medan dan Kabupaten Langkat ini merupakan hasil dari kegiatan advokasi yang secara aktif terus menerus dilaksanakan KKP, sebagai wujud dalam memberikan perlindungan terhadap nelayan yang diduga melakukan pelanggaran perikanan di negara-negara lain. 

Pada Tahun 2012, Ditjen PSDKP bekerjasama dengan Kemenlu telah berhasil memulangkan 293 orang nelayan yang ditangkap/ditahan di luar negeri, terdiri atas 137 orang dari Malaysia, 115 orang dari Australia, 20 orang nelayan dari Republik Palau, 7 orang dari Papua Nugini, dan 14 orang ditangkap Timor Leste. 

Selain itu kebijakan perlindungan terhadap nelayan kecil juga telah dilaksanakan oleh seluruh awak Kapal Pengawas Perikanan, sehingga dalam melaksanakan tugas di lapangan para awak Kapal Pengawas Perikanan akan melindungi para nelayan kecil dari berbagai gangguan yang mungkin dialami. (BS-001)
T#g:KKP
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Jelang Beroperasi, Wali Kota dan KKP Tinjau ICS Kota Sibolga

    Beritasumut.com-Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM bersama unsur Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), meninjau

  • 4 bulan lalu

    Pemerintah Ekspor 8,9 Ribu Ton Hasil Perikanan Serentak di 5 Pelabuhan, Termasuk dari Belawan

    Beritasumut.com-Dalam rangka Bulan Bakti Karantina, Mutu dan Hasil Perikanan Tahun 2019, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP

  • 12 bulan lalu

    Lima Nelayan Asal Langkat Akhirnya Dipulangkan dari Malaysia

    Beritasumut.com-Setelah menjalani proses Hukum selama 8 bulan di Penjara Perlis Malaysia, karena melewati tapal batas saat mencari ikan di Selat Ma

  • 2 tahun lalu

    Pukat Trawl Dilarang Beroperasi, Kota Sibolga Harus Kembali Jadi Kota Ikan

    Beritasumut.com-Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) kembali menegaskan mengenai kapal pukat trawl dilarang beroperasi di

  • 2 tahun lalu

    AXIQoe.com dan LKKP Dukung Kebutuhan Pasar E-Commerce yang Akuntabel dan Profesional

    Beritasumut.com-PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) melalui layanan e-commerce Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Government (B2G), AXIQ

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.