Sabtu, 07 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Jual Wanita ke Malaysia, Warga di Komplek Perumahan Viktoria Delitua Ditangkap Polisi

Jual Wanita ke Malaysia, Warga di Komplek Perumahan Viktoria Delitua Ditangkap Polisi

Kamis, 22 Februari 2018 23:05:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu menangkap seorang wanita yang hendak menjual para wanita ke Malaysia di Tol Belmerah Tanjungmorawa, saat menuju Bandara Kualanamu untuk memberangkatkan para korbannya.
 
Tersangka berinisial LS (45), warga Komplek Perumahan Viktoria, Delitua, bersama tujuh orang korbannya yang kesemuanya wanita diamankan ke Mapoldasu guna penyidikan. Setelah menjalani pemeriksaan, para korban diamankan di Rumah Aman (Dinas Perlindungan Anak) di Jalan Gunung Mas, Medan, sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
 
"Tersangka LS bersama tujuh korbannya menggunakan dua mobil hendak ke Bandara Kualanamu. Mereka berupaya mengecoh polisi dengan mutar-mutar, tapi akhirnya kita tangkap di jalan tol Tanjungmorawa," kata Dirreskrimum Poldasu, Kombes Pol Andi Rian Djajadi melalui Kasubdit IV/Renakta AKBP Leonardo D Simatupang yang memimpin langsung penangkapan bersama Kanit 4 Kompol Robin Surbakti, Kamis (22/02/2018).
 
Leonardo mengatakan, ketujuh wanita yang menjadi korbannya berasal dari Jawa Barat (Jabar), Bengkulu, Lampung dan Medan. Mereka direkrut di Medan dengan mengurus paspor.
 
Para korban, sambung Leonardo, dijanjikan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia dengan upah 1.000 ringgit setiap bulan.Semua dokumen keberangkatan para korban diurus tersangka LS. Mereka diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu dengan status pelancong."Untuk menghindari pemeriksaan dari beacukai, para korban diperintahkan tersangka LS agar mengaku sebagai pelancong," jelas Leonardo.
 
Disebutkannya, walau tersangka LS mengaku baru kali ini hendak menjual para wanita ke Malaysia, namun pihaknya masih melakukan pengembangan karena tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan orang lain.
 
Bahkan, tambah Leo, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan bekerja sama dengan pihak Imigrasi dan pihak terkait lainnya untuk menelusuri adanya dugaan pemalsuan data dalam kepengurusan paspor para calon korbannya tersebut.
 
Kepada tersangka LS, imbuh perwira melati dua itu, dipersangkakan melanggar UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia No.18 Tahun 2017 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan Pasal 4 dan 10 UU No.21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebagai barang bukti, petugas menyita sejumlah paspor, hape dan tiket pemberangkatan para korban.(BS04)
T#g:Komplek Perumahan Viktoria DelituaMalaysiaperdagangan manusiaPoldasu
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Mida Situmorang dan Keluarganya Terlantar di Hutan di Malaysia, Gubernur Perintahkan Tim Pemprov Menjemput

    Beritasumut.com–Satu keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan terlantar di sebuah pondo

  • satu minggu lalu

    Ditlantas Poldasu: Jalur Wisata dan Arus Mudik di Siantar - Simalungun Dievaluasi

    Beritasumut.com–Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara (Poldasu) melakukan pemantauan dan evaluasi sejumlah rute yang berpote

  • satu minggu lalu

    Kapoldasu Resmikan Polres Deli Serdang Jadi Polresta

    Beritasumut.com-Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH, menghadiri upacara peresmian perubahan Polres Deli Serdang m

  • satu minggu lalu

    Polrestabes Medan Bongkar 7 Pelaku Jaringan Narkotika Internasional dari Hotel di Jalan Sunggal

    Beritasumut.com-Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan bongkar peredaran narkotika jenis sabu jaringan in

  • 2 minggu lalu

    Polda Sumut: Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi Dispora Sumut

    Beritasumut.com-Terkait kasus dugaan korupsi sirkuit atletik Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sumut pihak Penyidik Subdit III/T

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.