Peristiwa

Jelang Ramadhan, Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Langkat Aman


Jelang Ramadhan, Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Langkat Aman
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat menggelar rapat rutin yang dipimpin Sekretaris II TPID Langkat, H Sutrisuanto, selaku Kabag Perekonomian. Hadir dalam rapat ini, perwakilan Bank Indonesia Regional Sumut Rizki Rahmawaty, Tim TPID Provsu Parundingan Pulungan dan BPS Langkat serta anggota TPID Langkat dari OPD terkait.
 
Sutrisuanto pada kesempatan tersebut menerangkan, bahwa sesuai hasil dari monitoring bersama Disperindag Langkat, stok bahan pangan di Langkat, sampai menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H cukup tersedia atau masih aman.Selain itu pihaknya mengharapkan, Dinas Pertanian Langkat meningkatkan monitoring dan pembinaan kepada petani cabai guna mengantisipasi lonjakan harga cabai merah.
 
Selanjutnya, pihaknya juga merekomendasikan kepada Disperindag Langkat untuk menganggarkan dana operasi pasar dan pasar murah, pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk Tahun Anggaran 2020.“Karena rencananya TPID akan melakukan peninjauan pasar tradisional dalam rangka menyambut ramadhan dan idul fitri,  guna memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Langkat, di 3 wilayah yaitu Kec. Kualapada 30 April 2019, Kec. Babalan pada 2 Mei 2019 dan Kec. Stabat pada 3 Mei 2019,” ujar Sutrisuanto seperti dilansir dari laman langkatkab.go.id, Minggu (28/04/2019).
 
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia Rizki Rahmawaty dalam paparannya menjelaskan perkembangan Inflasi Sumut selama maret 2019. Bahwa seluruh kota IHK di Sumut  mengalami inflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,24 persen, Pematangsiantar sebesar 0,27 persen, Medan sebesar 0,32 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,25 persen, dengan demikian gabungan 4 IHK di Sumut mengalami Inflasi sebesar 0,30 persen.
 
Menurutnya, Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditujukkan oleh naiknya indeks empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 0,41 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,67 persen.
 
Untuk komoditas utama penyumbang inflasi, selama maret 2019 di Medan, antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, baju kaos berkerah laki-laki, pasta gigi, daging ayam ras dan jeruk.“Untuk mengatasi itu semua, BI mengharapkan TPID dapat Fokus pada program 4 K, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan hargadan komunikasi efektif,” terangnya.
 
Sedangkan Disperindag Langkatmelalui Kabid Perdagangan Jaminson menyampaikan dari hasil pantauan petugas pasar di 3 pasar tradisional yaitu Kec.Babalan, Kec.Kuala dan Kec.Stabat bahwa stok pangan cukup dan harga bahan pangan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan bahkan dinilai  relatif stabil. Begitupun dengan laporan Dinas pertanian yang disampaikan Aman Purba selaku Sekdis Pertanian, bahwa bahan  stok kebutuhan bahan pokok pangan khususnya daging sapi dan daging ayam potong cukup tersedia.Sementara laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Langkat menyebutkan, harga ikan pada saat ini masih dalam keadaan stabil.(BS09) 
 

Tag:LangkatPasarRamadhansembako