Minggu, 20 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Jadi Syarat Penerbitan Visa Jemaah Haji, Rekam Biometrik Dilakukan di 34 Provinsi

Jadi Syarat Penerbitan Visa Jemaah Haji, Rekam Biometrik Dilakukan di 34 Provinsi

Minggu, 10 Maret 2019 09:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar
Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi menjadikan rekam biometrik jemaah haji sebagai syarat proses penerbitan visa atau pemvisaan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan kalau proses rekam biometrik tahun ini akan dilakukan di 34 provinsi. 
 
"Kebijakan Saudi, tahun ini seluruh jemaah haji harus direkam data biometriknya sebagai syarat pemvisaan.Tim Ditjen PHU siap menindak-lanjuti kebijakan ini agar prosesnya bisa segera dipahami dan tidak menyulitkan jemaah," ungkap Nizar seperti dilansir dari laman kemenag, Minggu (10/03/2019).
 
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat dengan VFS Tasheel selaku pihak yang ditunjuk Pemerintah Saudi untuk melakukan proses rekam biometrik. Menurutnya, VFS Tasheel saat ini sudah membuka kantor layanan di 34 titik,  kecuali Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku. 
 
Saat ini, mereka sedang berupaya untuk menambah tujuh titik layanan lagi, yaitu di Solo, Semarang, Cirebon, Serang, DI Yogyakarta, Pekanbaru dan Palembang."Kemarin saya rapat dengan VFS Tasheel dan Kemenag mengusulkan agar mereka menambah titik layanan lagi di 120 lokasi.120 titik layanan usulan Kemenag tersebar di kabupaten/kota pada provinsi dengan jemaah banyak dan lokasinya jauh. Misalnya, di pulau Jawa, Sumut, Sulsel, dan beberapa daerah kepulauan.VFS Tasheel merespon positif usulan ini dan akan mengkajinya," paparnya.
 
Hal senada disampaikan Kasubdit Dokumentasi Haji Nasrullah Jassam. Menurutnya, VFS Tasheel juga akan membuka layanan bergerak atau mobile services. "Untuk wilayah seperti Papua, kemungkinan layanan bukan dalam bentuk kantor tapi dalam bentuk bio mobile. Layanannya mirip dengan layanan perpanjangan sim keliling," jelasnya.
 
Nasrullah menambahkan, proses rekam biometrik ini akan mulai dijalankan pada Senin, 11 Maret 2019.Pada 25 Februari 2019, Ditjen PHU telah merilis jemaah haji yang berhak melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M. Hal teknis terkait rekam biometrik ini, kata Nasrullah, akan disampaikan oleh bidang haji di masing-masing Kanwil Kemenag provinsi dab Kasi Haji Kankemenag Kab/Kota. (BS09)
 
T#g:HajiRekam BiometrikVisa Haji
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Penulis Buku Formula 5-5-3 dalam Manajemen Haji, Helmi Hidayat: Awalnya dari Berburuk Sangka

    Beritasumut.com-Buku berjudul 'Formula 5-5-3 Dalam Manajemen Haji' karya Helmi Hidayat resmi dilaunching di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat,

  • 7 hari lalu

    UNIMED dan RSU Haji Medan Jalin Kerjasama Layanan Kesehatan

    Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Medan dalam bidang pelayanan kesehatan. Hal tersebut

  • 3 minggu lalu

    Kemenag Optimis Indeks Kepuasan Haji 2019 Capai 85,30

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) optimis indeks kepuasan haji 2019 meningkat dari tahun sebelumnya atau mencapai angka 85,30. Sebelumnya

  • 3 minggu lalu

    Musda KNPI Sumut 2019 Resmi Dibuka di Asrama Haji Medan

    Beritasumut.com-Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumut resmi dibuka, Senin (30/09/2019) di Asrama Haji Medan. Helatan Musda itu dinilai kepatuhan ter

  • 3 minggu lalu

    Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji, Menag Minta Sosialisasi Isthithaah Lebih Masif

    Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hadir pada Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Haji 1440H/2019M, di Jakarta. Menag men

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.