Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Jadi Syarat Penerbitan Visa Jemaah Haji, Rekam Biometrik Dilakukan di 34 Provinsi

Jadi Syarat Penerbitan Visa Jemaah Haji, Rekam Biometrik Dilakukan di 34 Provinsi

Minggu, 10 Maret 2019 09:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar
Beritasumut.com-Pemerintah Arab Saudi menjadikan rekam biometrik jemaah haji sebagai syarat proses penerbitan visa atau pemvisaan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar mengatakan kalau proses rekam biometrik tahun ini akan dilakukan di 34 provinsi. 
 
"Kebijakan Saudi, tahun ini seluruh jemaah haji harus direkam data biometriknya sebagai syarat pemvisaan.Tim Ditjen PHU siap menindak-lanjuti kebijakan ini agar prosesnya bisa segera dipahami dan tidak menyulitkan jemaah," ungkap Nizar seperti dilansir dari laman kemenag, Minggu (10/03/2019).
 
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat dengan VFS Tasheel selaku pihak yang ditunjuk Pemerintah Saudi untuk melakukan proses rekam biometrik. Menurutnya, VFS Tasheel saat ini sudah membuka kantor layanan di 34 titik,  kecuali Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku. 
 
Saat ini, mereka sedang berupaya untuk menambah tujuh titik layanan lagi, yaitu di Solo, Semarang, Cirebon, Serang, DI Yogyakarta, Pekanbaru dan Palembang."Kemarin saya rapat dengan VFS Tasheel dan Kemenag mengusulkan agar mereka menambah titik layanan lagi di 120 lokasi.120 titik layanan usulan Kemenag tersebar di kabupaten/kota pada provinsi dengan jemaah banyak dan lokasinya jauh. Misalnya, di pulau Jawa, Sumut, Sulsel, dan beberapa daerah kepulauan.VFS Tasheel merespon positif usulan ini dan akan mengkajinya," paparnya.
 
Hal senada disampaikan Kasubdit Dokumentasi Haji Nasrullah Jassam. Menurutnya, VFS Tasheel juga akan membuka layanan bergerak atau mobile services. "Untuk wilayah seperti Papua, kemungkinan layanan bukan dalam bentuk kantor tapi dalam bentuk bio mobile. Layanannya mirip dengan layanan perpanjangan sim keliling," jelasnya.
 
Nasrullah menambahkan, proses rekam biometrik ini akan mulai dijalankan pada Senin, 11 Maret 2019.Pada 25 Februari 2019, Ditjen PHU telah merilis jemaah haji yang berhak melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M. Hal teknis terkait rekam biometrik ini, kata Nasrullah, akan disampaikan oleh bidang haji di masing-masing Kanwil Kemenag provinsi dab Kasi Haji Kankemenag Kab/Kota. (BS09)
 
T#g:HajiRekam BiometrikVisa Haji
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    Siskohat Data Lebih 3000 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Makkah

    Beritasumut.com-Data Siskohat, hingga Senin (15/07/2019) malam, sudah lebih dari 3000 jemaah haji Indonesia saat ini telah tiba di Kota Makkah. Ber

  • kemarin

    Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia

    Beritasumut.com-Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan dan melayani jemaah haji. Hal ini

  • 3 hari lalu

    Tiba di Makkah, Jemaah Haji Perlu Lakukan Ini Dahulu Sebelum Umrah Wajib

    Beritasumut.com-Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid mengingatkan ada beberapa hal yang harus dilakukan jemaah setibanya di Makkah, sebelum mer

  • 4 hari lalu

    Lebih dari 32 ribu Jemaah Haji Tiba di Tanah Suci, 3 Jemaah Meninggal Dunia

    Beritasumut.com-Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan bahwa jumlah keseluruhan jemaah haji gelombang satu mencapai 94.550 jemaah ya

  • 4 hari lalu

    Kloter 1 Calhaj Asal Medan Berangkat Menuju Madinah, Gubsu: Selamat Jalan Duyufurrahman

    Beritasumut.com-Sebanyak 383 jemaah calon haji (Calhaj) ditambah 5 petugas yang tergabung dalam kelompok terbang 1 asal Medan, berangkat menuju Jed

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.