Minggu, 25 Februari 2018
  • Home
  • Peristiwa
  • Jadi Korban Penipuan, Putra Sinulingga Malah Jadi Terdakwa
pilkada beritasumut.com

Jadi Korban Penipuan, Putra Sinulingga Malah Jadi Terdakwa

Selasa, 13 Februari 2018 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Santiano Putra Sinulingga (39), warga Komplek Perumahan Pinang Baris Permai, Medan, sebelumnya menjadi korban penipuan, namun kini malah duduk menjadi pesakitan sebagai terdakwa kasus pertambangan ilegal atau galian C di Dusun III, Desa Sungai Buaya, Kecamatan Selindak/Bangun Purba, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
 
Dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri (PN) Sergai, Selasa (13/02/2018), jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Aji Admaja menuntut terdakwa telah melakukan penambangan ilegal atau telah melakukan penambangan melawati batas titik koordinat sejauh 60 meter dari izin batas penambangan.
 
Mendengar dakwaan itu, terdakwa memohon kepada Ketua Majelis Hakim, Doris Saragih untuk menyampaikan nota keberatan. Untuk selanjutnya, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar nota keberatan dari terdakwa.Setelah persidangan, terdakwa menyatakan sebenarnya dia telah menjadi korban penipuan oleh Saurina yang mengaku sebagai pemilik tambang sebagaimana tertuang dalam akta perjanjian kerjasama yang dibuat di hadapan Notaris Epi Sulasteri, No.1 tanggal 19 Juli 2016.
 
Dikatakan Putra, lahan seluas lebih kurang 1,12 hektare (Ha) sesuai SIUP dikeluarkan Bupati Sergai No: 18.13/540/801/2015 tanggal 3 Maret 2015, yang diakui milik Saurina, ternyata izinnya telah berakhir dan atas bujuk rayu Saurina, dia sebagai Direktur PT cTrimurty Jaya Mandiri diminta untuk membiayai perpanjangan izin pertambangannya, sekaligus untuk memperluas areal pertambangan miliknya.
 
Untuk itu keduanya sepakat untuk melakukan perjanjian dihadapan notaris.Lebih lanjut dijelaskan Putra¸ sesuai kesepakatan itu ditetapkan hak-hak dan kewajiban masing-masing, termasuk kewajiban terdakwa menalangi dana sebesar Rp350 juta untuk pengurusan IUP atas nama Saurina Ramadhani ke Provinsi Sumatera Utara untuk luas 20,4 Ha yang tadinya hanya seluas 1,12 Ha. 
 
Dalam perjanjian itu juga disebutkan mengenai proses bagi hasil pertambangan melalui bukti bon pengiriman barang.Selanjutnya atas perintah Saurina, Putra diminta untuk membawa alat-alat berat berupa dump truk, alat pengayak dan backhoe ke lokasi galian dan sekaligus mendirikan bangunan sebagai bass camp yang dikerjakan langsung oleh Saurina melalui orang suruhannya yang bernama Gopal dan didanai Putra. Sebagai awal dimulai beroperasinya pertambangan tersebut.
 
Faktanya, hasil pertambangan pasir dan batu koral di areal yang diakui milik Saurina, ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Dan atas perintahnya untuk melakukan pertambangan di bagian hilir sungai, namun lagi-lagi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Dari sinilah titik awal perseteruan terdakwa dengan Saurina. Karena sebagai pihak yang mengaku pemilik lahan tidak mampu menunjukan titik koordinat areal pertambangan yang sebenarnya, termasuk di areal perluasan yang ternyata hak kepemilikannya masih milik warga.
 
Merasa telah menjadi korban penipuan, Putra melaporkan perbuatan itu ke Polda Sumut dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi8 (STTLP) No: STTLP/49/ I/2017/SPKT tanggal 13 Januari 2017. Namun beberapa bulan kemudian, Putra malah balik dilaporkan Saurina, tepatnya pada tanggal 11 Februari 2017 dengan Laporan Polisi (LP) No: LP/10/II/2017/SU/RES SERGAI/SEK KOTARIH dengan tuduhan telah melakukan pertambangan ilegal.
 
Ironisnya, Polda Sumut malah menetapkan Putra Sinulingga menjadi tersangka hingga perkara tersebut disidangkan di PN Sergai. Sementara kasus penipuan yang dilaporkannya dinyatakan dihentikan alias SP3, karena salah seorang terlapor, Aritah Ginting, orang yang pertama kali memperkenalkan Putra dengan Saurina dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
"Saya telah menjadi korban rekayasa kasus ini, pasalnya bagaimana mungkin saya melakukan perbuatan penambangan ilegal, sebab galian C itu atas perintah Saurina sesuai surat perjanjian yang dibuat dihadapan notaris," ungkap Putra.
 
Dipaparkan Putra, faktanya sangat jelas karena pertambangan itu mulai beroperasi sesuai perintah Saurina yang tertuang dalam akta perjanjian di notaris. "Bagaimana mungkin saya dinyatakan sebagai terdakwa, sementara orang yang mengaku sebagai pemilik lahan dan menerima uang untuk perpanjangan izin pertambangan bebas dari jeratan hukum. Di mana rasa keadilan itu dan penegak hukum telah tebang pilih dalam perkara ini," tutur Putra.(BS04)
 
T#g:PenipuanPoldasuSinulinggatambang
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Adri Batubara SH Diamankan Polisi

    Beritasumut.com-Adri Batubara SH (52), warga Jalan Pelapor, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota diamankan Personil Tim Cyber Subdit I

  • 2 hari lalu

    Poldasu Bekuk Tersangka Ujaran Kebencian di Facebook

    Beritasumut.com-Personil Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut (Poldasu) membekuk satu tersangka ujaran kebencian atau hate speech. Dia adalah Darwi

  • 3 hari lalu

    17 Tersangka Narkoba Jaringan Internasional, Satu Diantaranya Wanita Diringkus Poldasu

    Beritasumut.com-Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut (Poldasu) meringkus 17 orang tersangka jaringan internasional dari pengungkapan sembil

  • 3 hari lalu

    Jual Wanita ke Malaysia, Warga di Komplek Perumahan Viktoria Delitua Ditangkap Polisi

    Beritasumut.com-Petugas Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu menangkap seorang wanita yang hendak menjual para wanita ke Malaysia di Tol Belmerah

  • 4 hari lalu

    Akun FB Milik Mhd Ricky Arfandi Buat Postingan Berita Hoax tentang Sinabung, Begini Pernyataan Poldasu

    Beritasumut.com-Polda Sumut (Poldasu) melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting memberikan pernyataan terkait postingan stat

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.