Senin, 21 Mei 2018
  • Home
  • Peristiwa
  • Jadi Korban Penipuan, Putra Sinulingga Malah Jadi Terdakwa
pilkada beritasumut.com

Jadi Korban Penipuan, Putra Sinulingga Malah Jadi Terdakwa

Selasa, 13 Februari 2018 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Santiano Putra Sinulingga (39), warga Komplek Perumahan Pinang Baris Permai, Medan, sebelumnya menjadi korban penipuan, namun kini malah duduk menjadi pesakitan sebagai terdakwa kasus pertambangan ilegal atau galian C di Dusun III, Desa Sungai Buaya, Kecamatan Selindak/Bangun Purba, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
 
Dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri (PN) Sergai, Selasa (13/02/2018), jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Aji Admaja menuntut terdakwa telah melakukan penambangan ilegal atau telah melakukan penambangan melawati batas titik koordinat sejauh 60 meter dari izin batas penambangan.
 
Mendengar dakwaan itu, terdakwa memohon kepada Ketua Majelis Hakim, Doris Saragih untuk menyampaikan nota keberatan. Untuk selanjutnya, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar nota keberatan dari terdakwa.Setelah persidangan, terdakwa menyatakan sebenarnya dia telah menjadi korban penipuan oleh Saurina yang mengaku sebagai pemilik tambang sebagaimana tertuang dalam akta perjanjian kerjasama yang dibuat di hadapan Notaris Epi Sulasteri, No.1 tanggal 19 Juli 2016.
 
Dikatakan Putra, lahan seluas lebih kurang 1,12 hektare (Ha) sesuai SIUP dikeluarkan Bupati Sergai No: 18.13/540/801/2015 tanggal 3 Maret 2015, yang diakui milik Saurina, ternyata izinnya telah berakhir dan atas bujuk rayu Saurina, dia sebagai Direktur PT cTrimurty Jaya Mandiri diminta untuk membiayai perpanjangan izin pertambangannya, sekaligus untuk memperluas areal pertambangan miliknya.
 
Untuk itu keduanya sepakat untuk melakukan perjanjian dihadapan notaris.Lebih lanjut dijelaskan Putra¸ sesuai kesepakatan itu ditetapkan hak-hak dan kewajiban masing-masing, termasuk kewajiban terdakwa menalangi dana sebesar Rp350 juta untuk pengurusan IUP atas nama Saurina Ramadhani ke Provinsi Sumatera Utara untuk luas 20,4 Ha yang tadinya hanya seluas 1,12 Ha. 
 
Dalam perjanjian itu juga disebutkan mengenai proses bagi hasil pertambangan melalui bukti bon pengiriman barang.Selanjutnya atas perintah Saurina, Putra diminta untuk membawa alat-alat berat berupa dump truk, alat pengayak dan backhoe ke lokasi galian dan sekaligus mendirikan bangunan sebagai bass camp yang dikerjakan langsung oleh Saurina melalui orang suruhannya yang bernama Gopal dan didanai Putra. Sebagai awal dimulai beroperasinya pertambangan tersebut.
 
Faktanya, hasil pertambangan pasir dan batu koral di areal yang diakui milik Saurina, ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Dan atas perintahnya untuk melakukan pertambangan di bagian hilir sungai, namun lagi-lagi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Dari sinilah titik awal perseteruan terdakwa dengan Saurina. Karena sebagai pihak yang mengaku pemilik lahan tidak mampu menunjukan titik koordinat areal pertambangan yang sebenarnya, termasuk di areal perluasan yang ternyata hak kepemilikannya masih milik warga.
 
Merasa telah menjadi korban penipuan, Putra melaporkan perbuatan itu ke Polda Sumut dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi8 (STTLP) No: STTLP/49/ I/2017/SPKT tanggal 13 Januari 2017. Namun beberapa bulan kemudian, Putra malah balik dilaporkan Saurina, tepatnya pada tanggal 11 Februari 2017 dengan Laporan Polisi (LP) No: LP/10/II/2017/SU/RES SERGAI/SEK KOTARIH dengan tuduhan telah melakukan pertambangan ilegal.
 
Ironisnya, Polda Sumut malah menetapkan Putra Sinulingga menjadi tersangka hingga perkara tersebut disidangkan di PN Sergai. Sementara kasus penipuan yang dilaporkannya dinyatakan dihentikan alias SP3, karena salah seorang terlapor, Aritah Ginting, orang yang pertama kali memperkenalkan Putra dengan Saurina dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
"Saya telah menjadi korban rekayasa kasus ini, pasalnya bagaimana mungkin saya melakukan perbuatan penambangan ilegal, sebab galian C itu atas perintah Saurina sesuai surat perjanjian yang dibuat dihadapan notaris," ungkap Putra.
 
Dipaparkan Putra, faktanya sangat jelas karena pertambangan itu mulai beroperasi sesuai perintah Saurina yang tertuang dalam akta perjanjian di notaris. "Bagaimana mungkin saya dinyatakan sebagai terdakwa, sementara orang yang mengaku sebagai pemilik lahan dan menerima uang untuk perpanjangan izin pertambangan bebas dari jeratan hukum. Di mana rasa keadilan itu dan penegak hukum telah tebang pilih dalam perkara ini," tutur Putra.(BS04)
 
T#g:PenipuanPoldasuSinulinggatambang
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 24 jam lalu

    Jelang Pilkada 2018, Bhabinkamtibmas Polres Tapteng Terima Arahan Dari Dir intelkam Poldasu

    Beritasumut.com-Dalam rangka Upaya Deteksi Dini Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 di Provinsi Sumut, Bhabinkamtibmas Polres Tapanuli Teng

  • kemarin

    Janjikan Lulus PNS, Mantan Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang Ditetapkan Jadi Tersangka

    Beritasumut.com-Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK menjelaskan jika pihaknya telah menetapkan status tersangka terhadap mantan Bu

  • 3 hari lalu

    Minta Uang Rp 450 Juta dengan Imbalan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Ditetapkan Jadi Tersangka

    Beritasumut.com-Tersangkut kasus penipuan dan penggelapan, mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Syukran Tanjung ditetapkan sebagai tersangka ol

  • 4 hari lalu

    Sempat Dibawa ke Mako Brimob Poldasu, Terduga Teroris Sumut Diboyong ke Mabes Polri

    Beritasumut.com-Setelah sebelumnya dibawa ke Mako Brimob Polda Sumut (Poldasu), sejumlah terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Dens

  • 5 hari lalu

    Bersama Gubsu, Kapoldasu Lakukan Sidak dalam Rangka Tinjau Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan

    Beritasumut.com-Bersama dengan Gubernur Sumatera Utara, Dr Ir HT Erry Nuradi dan para FKPD Provinsi Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara (Kapolda

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.