Peristiwa

Jadi Buronan, Mujianto dan Tonny Wijaya Sembunyi di Luar Negeri


Jadi Buronan, Mujianto dan Tonny Wijaya Sembunyi di Luar Negeri
BERITASUMUT.COM/BS04
Mapoldasu
Beritasumut.com-Perburuan polisi terhadap dua orang pengusaha real estate di Medan yang sudah lama menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) yakni Mujianto alias Anam serta Tonny Wijaya masih berlangsung.
 
Direskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum AKBP Edison Sitepu mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, kedua tersangka kasus penipuan tersebut masih bersembunyi di luar negeri dan berpindah-pindah lokasi di Singapura dan negara lain. "Kita sempat mendeteksi kedua DPO itu di Singapura. Tapi belakangan kita monitor sudah pindah lokasi. Mereka pindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran pihak kepolisian," katnya kepada wartawan, Selasa (03/07/2018).
 
Karenanya Edison mengatakan, pihaknya masih terus meningkatan komunikasi ke Mabes Polri dan Polda seluruh Indonsia serta Interpol untuk bisa mendeteksi dan menangkap kedua buronan tersebut. "Kepada Imigrasi juga kita sudah minta bantuan untuk mencekal mereka dan menangkap mereka bila berada diwilayah kerja mereka," jelasnya.
 
Selain itu, Edison juga berharap adanya bantuan dan peran serta masyarakat untuk menginformasikan kepada aparat kepolisian terdekat, agar dapat dilakukan penjemputan. Sebagaimana yang diketahui, Mujianto dilaporkan oleh Armen Lubis (60) pada 28 April 2017 dengan bukti laporan No; STTLP/509/IV/2017 SPKT "II". Dalam kasus yang sama, Armen juga melaporkan stafnya Rosihan Anwar karena telah dirugikan sekitar Rp 3 miliar.
 
Kasus dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerja sama dari Rosihan Anwar, staf Mujianto, untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare atau setara 28.905 meter kubik pada 2014. Lahan itu berada di Kampung Salam, Belawan II, Medan Belawan. Namun setelah lahan selesai ditimbun, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil penimbunan itu sebesar Rp 3 milyar. Kasus ini kemudian bergulir. Mujianto dan Rosihan kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017.
 
Mujianto dan Rosihan akhirnya resmi ditahan pada Rabu (31/01/2018) dengan dipersalahkan melanggar pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Beberapa hari berselang, penahanan Mujianto ditangguhkan penyidik dengan wajib lapor sambil menunggu berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.
 
Namun sejak ditangguhkan, Mujianto tidak pernah wajib lapor bahkan ketika dipanggil untuk dimintai keteranganya melengkapi petunjuk jaksa, Ketua Yayasan Tzu Chi itu tidak mau datang. Bahkan, Mujianto justru menyurati Presiden, DPR RI, Mabes Polri dan lain-lain yang menuding bahwa Poldasu tidak profesional dan memaksakan dirinya dijadikan tersangka.
 
Sedangkan Tonny Wijaya dipersalahkan melanggar Pasal 385 KUHPidana dan atau pasal 69 dan 70 UURI No 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Tonny Wijaya dilaporkan oleh Kaswandi no; LP/011/I/2016/SPKT III tanggal 7 Januari 2016. Dia dilaporkan karena mencaplok lahan untuk kepentingan umum menjadi tempat usaha yang dapat memperkaya diri sendiri di kawasan Sukaramai Medan. (BS04)

Tag:Agen RealestateBuronan PoldasuDPOKasus PenipuanMujiantoPenipuan PropertyPoldasuTonny Wijaya