Selasa, 28 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Integrasi Data Kependudukan Dukcapil Mudahkan Hajat Hidup Orang Banyak

Integrasi Data Kependudukan Dukcapil Mudahkan Hajat Hidup Orang Banyak

Minggu, 26 Mei 2019 10:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Dirjen Prof Zudan Arif Fakrulloh
Beritasumut.com-Ditjen Dukcapil Kemendagri sangat mendukung semua institusi pelayanan publik, termasuk sektor keuangan dan perbankan. Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut instansi yang dipimpin Dirjen Prof Zudan Arif Fakrulloh itu memberikan pasokan data kependudukan yang bisa dimanfaatkan untuk semua hajat hidup orang banyak. 
 
Zudan menjelaskan pihaknya mengelola data kependudukan lebih dari 265 juta penduduk. Setiap penduduk memuat sekurangnya 31 elemen data, mulai dari nama, alamat, jenis kelamin, nama orang tua, data biometrik berupa sidik jari dan irish mata hingga elemen data lain yang memuat rahasia pribadi seseorang. 
 
"Itu semua masuk dalam data base kependudukan kita. Ke-31 elemen data inilah yang terus dioptimalkan dan terus diperbarui sehingga menjadi big data kependudukan yang semakin lengkap," ujarnya menjelaskan dalam acara Sosialisasi Pemanfaatan Data Kependudukan Sekaligus Penandatanganan Kerja Sama tentang Pemanfaatan NIK, dan KTP-el antara Ditjen Dukcapil dengan 23 lembaga keuangan dan perbankan seperti dilansir dari laman kemendagri, Minggu (26/05/2019).
 
Ditjen Dukcapil, sambung Zudan punya gagasan dan impian besar mengintegrasikan data dalam semua proses berpemerintahan di Indonesia. Dengan integrasi data ini semua urusan pelayanan publik bakal semakin mudah. Begitu pun urusan perbankan menjadi makin mudah, murah, cepat dan efisien.
 
Melalui data kependudukan tersebut, Ditjen Dukcapil sedang menyiapkan peradaban baru Indonesia dengan data penduduk yang kuat berbasis single identity number (SIN). Sehingga setiap penduduk hanya memiliki satu identitas Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK). 
 
Big data kependudukan yang semakin akurat ini terus mendapat kepercayaan publik yang semakin meluas. Zudan merilis saat ini sudah 1.218 lembaga yang bekerja sama memanfaatkan data kependudukan Dukcapil. Implementasi SIN tersebut, sejalan dengan sistem yang diamanatkan undang-undang, yaitu one data policy. Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan mengamanatkan data kependudukan milik Kemendagri sebagai satu-satunya data yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
 
“Inilah yang akan terus kita perbaiki kualitasnya sehingga ke depan kita betul-betul memiliki one data policy, yaitu kebijakan satu data kependudukan untuk semua keperluan yang dalam hal ini menggunakan data Dukcapil Kemendagri,” pungkasnya.(BS09)
 
T#g:E KTPe-KTPKTP
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Pemko Medan Sampaikan Ranperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kearsipan

    Beritasumut.com-Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, diwakili Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM menyampaikan Nota Pengantar Ranperd

  • satu bulan lalu

    Blangko E-KTP Kosong, Plt Wali Kota Medan Lapor ke Komisi II DPR RI

    Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan masalah kekosongan blangko E-KTP yang dialami Pemko Me

  • 6 bulan lalu

    Pemkab Asahan Ingatkan Warga Pentingnya Administrasi Kependudukan

    Beritasumut.com-Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) merupakan sebuah gerakan untuk membangun Pemerintahan yang sadar akan pentingnya admini

  • 6 bulan lalu

    Kemendagri Imbau Masyarakat Tidak Unggah KTP/KK

    Beritasumut.com-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, data kependudukan,  seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK) ata

  • 10 bulan lalu

    Mendagri: Belum Miliki KTP-el, Suket Jadi Alat Pemilih yang Sah

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan Surat Keterangan (Suket) menjadi alat atau surat yang sah bagi Pemilih yan

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.