Peristiwa

Inilah Modus Penipuan Bupati Madina Versi Kuasa Hukum Tahjudin Pardosi

Inilah Modus Penipuan Bupati Madina Versi Kuasa Hukum Tahjudin Pardosi
Beritasumut.com/Ist
Pengacara Razman Arif Nasution

Beritasumut.com-Kuasa hukum Tahjudin Pardosi, Razman Arif Nasution mengungkapkan modus penipuan yang dilakukan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Nasution terjadi saat Dahlan masih menjabat Wakil Bupati Madina. Menurut Razman, saat itu Dahlan meminta uang kepada Tahjudin sebesar Rp 600 juta dengan iming-iming sesuatu yang akan diberikan setelah menjadi Bupati Madina.

Namun, setelah menjadi bupati menggantikan Hidayat Batubara yang ditahan KPK karena menerima suap dari Surung untuk mendapatkan dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) pengadaan Rumah Sakit Penyabungan, janji Dahlan Nasution tidak dipenuhi.

Akibatnya, Tahjudin Pardosi melaporkan Bupati Madina itu ke Bareskrim Polri. Namun, Mabes Polri melimpahkan kasus itu ke Poldasu sesuai modusdelikti (lokasi kejadian) dan kini ditangani Subdit II/Harda Bangtah Dit Reskrimum Poldasu.

"Dari bukti-bukti yang dimiliki, ada perencanaan niat jahat yang dilakukan oleh Dahlan Nasution. Yang mana, permintaan uang itu dibuat dengan kop surat, bermaterai dan lengkap kwitansi," terang Razman.

Selain kasus penipuan, kata Razman, Dahlan Nasution juga telah dilaporkan ke Polres Madina dalam dugaan money politic pada Pilkada lalu. Dalam kaitan itu, Ketua DPD Gerindra Madina, Barko yang merupakan bendahara tim kemenangan Hidayat Batubara-Dahlan Nasution pada kampanye Pilkada lalu sudah menjadi tersangka di Polres Madina.(BS04)