Peristiwa

Ini Cerita Begal Abang Beradik Perampok Mobil dan Bunuh Driver Online di Tembung

Ini Cerita Begal Abang Beradik Perampok Mobil dan Bunuh Driver Online di Tembung
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Tim gabungan Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan perampokan mobil terhadap korban Ramadhani Tarigan (34), Minggu (15/03/2020) dinihari di kawasan Jalan Rahayu, Pasar 12, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Korban yang sehari-hari mencari nafkah sebagai driver taksi online dan sering mangkal di seputaran kawasan Kualanamu ditemukan tewas bersimbah darah di irigasi persawahan.
 
Kedua pelaku masing-masing Abang beradik, bernama Agung (23) dan Adi Syahputra (26) warga Kecamatan Percut Sei Tuan yang biasanya membegal sepeda motor. Namun kedua pelaku kali ini meningkatkan kejahatannya untuk merampok mobil. Kepada wartawan, pelaku pembunuhan Agung mengaku, ada lebih 10 kali menikam tubuh korban. Sedangkan yang menghabisi nyawa korban itu abangnya yang akhirnya tewas diamuk massa di Jalan Rahayu. "Abang saya tidak sempat kabur dan tewas di tempat," ujarnya, Rabu (18/03/2020).
 
Di perjalanan, kedua pelaku mulai beraksi, korban sebagi supir langsung dijerat pakai tali yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya korban melawan namun tidak berdaya, sebab wajah, tangan, dan tubuh korban ditikam dengan sadis sehingga mengalami luka parah dan bersimbah darah. Tidak hanya itu, kedua begal keji ini juga mengikat tangan korban lalu membuangnya di irigasi persawahan yang berada di Jalan Rahayu. "Rencananya kalau berhasil membawa kabur mobil korban bakal dijual, selanjutnya kami kabur ke Kota Batam," jelasnya.
 
Agung mengaku alasannya membunuh korban untuk membawa kabur satu unit mobil Terios BK 1858 DH dikemudikannya. Namun di saat sekarat, korban sempat menghubungi pihak keluarga dan keluarga segera menyusul ke lokasi GPS mobil. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pihak keluarga dan mobil yang dilarikan begal ke arah Jalan Letda Sujono Medan. "Saat itu saya langsung ditangkap dan diboyong ke Polsek Polsek Percut Sei Tuan," tambah pelaku Agung.
 
Sedangkan untuk peralatan untuk membunuh itu, Agung mengaku dibeli oleh abangnya. Dia dan abangnya yang menghabisi nyawa korban di dalam mobil dengan cara menikam seluruh tubuh korban. "Saya juga menjerat leher korban dan menikam dengan sebuah obeng yang sudah dipersiapkan," lanjutnya.
 
Dari peristiwa itu, petugas berhasil menyita barang bukti satu unit mobil Terios 1858 DH, sebuah obeng, sebuah belati dan seutas tali. "Seorang pelaku begal tewas diamuk massa, sedangkan satu pelaku lagi sudah ditangkap petugas Polrestabes Medan," jelas Waka Polrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji kepada wartawan.
 
Mantan Kapolres Madina ini mengaku, para pelaku kejahatan tidak ada tempat di Sumut khususnya Medan. "Kita ingin menciptakan rasa aman dan kondusif di Kota Medan. Pelaku melanggar pasal 338 junto 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup " tandasnya.
 
Sementara itu, salah seorang teman korban bernama Arsad (31) warga Sei Batang Hari Medan, Rabu (18/03/2020) mengakui tewasnya rekannya itu. "Pembunuhan itu sangat sadis dilakukan orang komplotan begal Tembung," ucapnya.
 
Dia mengapresiasi kinerja kepolisian dalam menangkap pelaku. "Saya senang para komplotan begal ini berhasil ditangkap petugas Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan," ungkapnya. (BS04)