Senin, 14 Oktober 2019

Hari Kebebasan Pers Internasional

Indonesia Masuk Kelompok Tidak Sepenuhnya Bebas

Selasa, 03 Mei 2016 18:27:00
BAGIKAN:
Beritasumut.com/Ilustrasi
Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2016
Beritasumut.com-Organisasi yang memonitor kebebasan pers dunia, Freedom House menilai, kehadiran undang-undang yang membatasi kebebasan berpendapat dan pers, seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Intelijen dan RUU Kerahasiaan Negara, membuat Indonesia masuk dalam kelompok "partly free" atau tidak sepenuhnya bebas.

"Akses jurnalis asing untuk meliput di Papua menjadi salah satu penyebab penilaian bahwa kebebasan pers di Indonesia belum sepenuhnya berjalan. Hal ini harus terus diingatkan dan dipahami, salah satunya, dalam momentum peringatan World Press Freedom Day 2016 ini," kata Ketua Bidang Advokasi, Iman D Nugroho dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2016, Selasa (03/05/2016), dalam rilis yang dikirimkan ke beritasumut.com.

Pada 1993, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa menetapkan 3 Mei sebagai hari untuk memeringati prinsip dasar kemerdekaan pers, demi mengukur kebebasan pers di seluruh Internasional. Sejak itu, 3 Mei diperingati demi mempertahankan kebebasan media dari serangan atas independensi dan memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang meninggal dalam menjalankan profesinya.

Pada 3 Mei menjadi hari untuk mendorong inisiatif publik untuk turut memperjuangkan kemerdekaan pers. Hari Kebebasan Pers Sedunia juga menjadi momentum untuk mengingatkan pemerintah untuk menghormati komitmennya terhadap kemerdekaan pers. Pada 3 Mei ini pula, komunitas pers di seluruh dunia akan mempromosikan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers dan untuk memberikan penghormatan kepada para wartawan yang gugur dalam tugas.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 3 Mei 2016 bertepatan dengan peringatan 250 tahun keberadaan undang-undang kebebasan informasi di wilayah yang meliputi Swedia dan Finlandia. Untuk menggemakan hal itu, UNESCO menetapkan "Akses atas Informasi dan Kebebasan Fundamental—Ini Hak Anda!" sebagai tema internasional WPFD 2016. (BS02)

T#g:Pers
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kawal Pelantikan Presiden dan Wapres RI, TNI Kerahkan 8.526 Personel

    Beritasumut.com-Tugas kedepan TNI adalah mengamankan jalannya pelantikan anggota DPR-MPR Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 O

  • 3 minggu lalu

    Seminar Persandian Diharapkan Mampu Ciptakan Sistem Keamanan di Lingkungan Pemko Medan

    Beritasumut.com-Perkembangan dunia teknologi yang kian mutakhir dan eksklusif, membuat dunia kini menjadi semakin terbuka dan transparan. Bahkan du

  • 4 minggu lalu

    Pemko Medan Bersama Kodim 0201/BS dan Persit PD I/BB Berikan Pelayanan KB Gratis

    Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bekerjasama dengan Kodim 0201/BS dan Pers

  • 2 bulan lalu

    Persatuan Wredatama Prima Karya Diharapkan Berperan Kurangi Pengangguran

    Beritasumut.com–Persatuan Wredatama Prima Karya (PW Prika) Sumatera Utara (Sumut) yang beranggotakan para pensiunan PNS diharapkan dapat berp

  • 3 bulan lalu

    Inspirasi Sehat ala Persit di Wilayah Surabaya

    Beritasumut.com-Kanker serviks merupakan salah satu virus yang dinilai rentan menyerang para kaum hawa. Bahkan, beberapa faktor pun dapat memicu ti

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.